Menikahi Adik Ipar

Menikahi Adik Ipar
Tak Mampu Mengingatnya


__ADS_3

Genap seminggu jasmine tinggal di rumah sakit akhirnya tiba saat nya ia pulang, hatinya bersorak gembira karna lama-lama di sini takutnya malah menambah penyakitnya. semua barang sudah di kemas saatnya untuk berangkat pulang...


Sepanjang perjalanan jasmine hanya menengok keluar jendela, menikmati pemandangan pohon-pohon yang berbaris rapi di pinggir jalan, ia menarik nafas dalam merasakan sejuknya udara alam bebas. asyik sendiri hingga mengacuhkan andra di kursi kemudi seolah sangat amat merindukan moment-moment ini.


sekilas tersenyum dan membiarkan angin menerpa wajah mulusnya, rambutnya tergerai terbawa angin....


Sampai di rumah, andra mengantar jasmine hingga ke kamarnya..karena beberapa hari semanjak jasmine di rumah sakit banyak pekerjaan yang terbangkalai dan ia harus segera membereskannya.


"Istirahat yang cukup, jika bosan kau bisa menonton tv atau berjalan-jalan di taman belakang. tapi ingat jaga dirimu, berhati-hatilah bahkan saat melangkah karna aku tak bisa selalu ada di sisimu, jangan ceroboh !"


andra memperingati jasmine


"Iya iya aku tau, berhenti menasihatiku aku bukan anak kecil" jasmine merasa andra sekarang menjadi sangat cerewet seperti ibu-ibu komplek.


Andra menuju ruang ganti,yang berada di belakang cermin besar. di situ adalah ruangan yang full dengan lemari pakaian dan rak-rak sepatu tas yang tertata rapi.


andra mengambil jas dan mengganti sweeter abu-abunya yang ia kenakan tadi saat menjemput jasmine.


bersiap untuk kembali ke kantor.


Andra keluar sudah rapi dengan setelan jas biru dongker dasi warna merah, di kulitnya yang putih membuatnya nampak bersinar sangat kontras dengan pakaian yang melekat di badannya.


seketika aroma wangi khas nya menyebar menyeruak ke seluruh ruangan, rambutnya selalu rapi. kelihatan kalau pria ini sangat menjaga penampilannya.


membuat jasmine tak henti menatapnya terus sampai bengong tak sadar andra sudah berdiri di hadapannya. dalam hatinya, adakah lelaki sesempurna ini, tampan, mapan, kaya raya, baik hati dan dermawan.


sayangnya andra hanya suami bohongannya saja.


seandainya bisa menjadi istri lelaki seperti ini....


"Hey... apakah aku terlalu tampan sehingga membuatmu takjub seperti itu" andra mengejutkan jasmine dari lamunannya sontak ia mengelak...


"Mana ada...aku hanya sedang memikirkan sesuatu" jasmine sedikit gugup mengetahui andra memergokinya sedang berhayal tentang dirinya.


andra hanya tersenyum melihat tingkah konyol jasmine itu.


"Memikirkan aku kan ?" godanya lagi sambil memegang dagu jasmine, gadis itu salah tingkah saat beradu pandang dengan andra, jarak mereka yang hanya beberapa centi saja membuat jasmine merasa andra bisa melihat kebohongan dari matanya. lalu ia menundukkan wajahnya menyembunyikan pipinya yang sudah memerah seperti tomat.


Andai saja tidak harus segera pergi andra pasti masih menggodanya sekarang.

__ADS_1


"Gadis kecil, jangan banyak tingkah sebentar saja aku akan kembali" andra keluar dari kamar meninggalkan jasmine sendiri.


Untuk menghilangkan rasa jenuh, ia kemudian mengambil remote dan menyalakan tv...


menonton acara gosip selebriti adalah kesukaan jasmine.


jasmine berbaring di tangan sofa sambil matanya terus menatap tv. tiba-tiba ia mengucek matanya seakan penglihatannya kabur, memperhatikan dengan seksama


sosok yang muncul di layar tv itu, menampilkan seorang lelaki terlihat masuk ke sebuah bar bersama seoarang wanita cantik dan seksih, berita memanas dan berspekulasi tentang adanya skandal tak biasa antara mereka berdua.


"Juan..."


jasmine merasa suaranya tercekat di tonggorokannya tak bisa keluar, membuat tenggorokannya itu kering...


seperti akrab dengan sosok di dalam layar tv terasa familiar ia seperti mengenalinya !


kepingan-kepingan memori berputar di kepala jasmine, menampilkan potongan puzzel yang tak utuh dan samar, sekilas nampak tapi kabur...


Jasmine memeras otaknya untuk mengingat dan mencerna gambar itu. ia terus meremas-remas rambut kepalanya.


memejamkan matanya dengan kuat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, wajah itu muncul hilang muncul hilang silih berganti jasmine masih mencoba mengingatnya kembali namun tak berhasil mengenali sosok itu dengan jelas...


Kepala pelayan melihat kekacauan ini langsung inisiatif menelpon dokter keluarga lalu kemudian segera menelpon andra.


andra yang sedang memimpin rapat baru saja mulai bicara tapi harus pergi dengan buru-buru ia berlari keluar meninggalkan kantor.


Jasmine masih merasakan kepalanya sakit selain itu gambaran-gambaran peristiwa melintas di otaknya tapi dia tak bisa mengingatnya sama sekali, bayangan wujud seseorang yang terus muncul pada setiap adegan memorinya hanya samar-samar yang nampak, mencoba untuk memperjelasnya tapi ia tak mampu, hanya merasa tak asing padanya.


itulah yang membuatnya frustasi dan semakin memperburuk sakit di kepalanya.


Satu nama yang tak bisa keluar dari mulutnya...masih nyangkut di tenggorokan tak bisa terucap...


Seketika seisi rumah menjadi gaduh tapi membisu ketika andra muncul, dokter yang sudah tiba duluan langsung memeriksa jasmine. memberikan suntikan obat penenang padanya. saat andra masuk ke dalam kamar jasmine sudah mereda...


gadis kecilnya itu sudah lunglai tak sadarkan diri. keringat dingin masih nampak di kekujur tubuhnya seperti habis beolah raga lari maraton keliling lapangan.


*


*

__ADS_1


*


*


**Hallo teman-teman...


terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.


jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :


Like


Komen


Vote


Tip


Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya


Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤**




Ilustrasi dio




Ilustrasi jasmine




Ilustrasi andra

__ADS_1


__ADS_2