
Dua hari mereka bermalam di sebuah bungalo di pinggir pantai. menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan menikmati mata hari terbenam adalah moment favorit jasmine. melihatnya tersenyum bahagia membuat hati andra merasa sejuk walaupun dalam pikirannya masih tidak fokus.
Kemarin andra menerima telpon dari orang suruhannya, mengatakan bahwa benar jasmine pernah dekat dengan seorang lelaki tapi tidak di ketahui nama dan latar belakangnya. hanya tau ia dari kota dengan ciri-ciri berwajah tampan, kulit putih, tinggi sekitar 182cm. dari penampilannya terlihat seperti orang kaya, tapi andra masih berpikir positif, orang tampan banyak orang kaya di negeri ini juga banyak dan bukan berarti itu dio. lagi pula kapan dio sempat berpacaran dengannya, kalaupun benar...ia tidak pernah tau kalau dia punya kekasih.
Dan sore ini saat sedang mengemas barang-barangnya ia mendapatkan SMS dari elena...
"Ada informasi penting, tapi aku tidak bisa mengatakannya di sini...temui aku di restauran rainbow pukul 8 malam"
Informasi penting apa ia tidak mengatakannya.
Setelah sampai di rumah ia pergi ke ruang baca mengecek pekerjaannya yang ia tinggalkan beberapa hari ini sambil menunggu waktu pergi menemui elena.
jasmine datang memanggilnya untuk makan malam tapi andra menolaknya
"Kau makanlah dulu aku akan keluar sebentar" ia bangun dari kursinya mengambil mantel di gantungan baju, ia mengecup kening jasmine sekilas lalu pergi.
Elena sudah menunggu di sana, setengah jam dari jam janjian.
sosok gagah berwibawa itu muncul di pintu utama, ia dapat menganalinya dengan cepat. sejenak mengagumi paras rupawan milik andra, penampilannya, kharismanya, kaya raya dan menempati posisi pertama di kerajaan bisnis, pria ini begitu sempurna di usianya yang masih muda ia punya segalanya. pria ini harusnya menjadi miliknya buka gadis kampung itu, gumannya dalam hati.
Andra melihatnya dari jauh, kemudian ia duduk di kursi yang bersebrangan dengan elena.
tanpa basa basi ia langsung berkata :
"Ada informasi apa katakan segera"
"Sabar dulu, kita bahkan belum memesan minuman" ujarnya, lalu memanggil waitris.
Minuman sudah datang, andra meminumnya dengan cepat.
"Ayo cepat katakan, aku tidak punga waktu untuk bermain-main denganmu" ia mulai terlihat kesal.
Elena mengeluarkan amplop coklat dari dalam tasnya tapi ia menahannya.
"Tapi ini tidak gratis" ucapnya
tapi ia tidak mungkin ingin memerasnya, elena adalah wanita kaya dari keluarga terpandang dan juga kaya raya, jadi ia tidak mungkin mengharapkan uang andra untuk hal ini.
"Katakan..." kata andra. wajahnya mulai terlihat tidak enak. seperti orang yang mau marah.
"Aku serahkan ini tapi kamu harus pergi berkencan denganku besok" elena tersenyum licik. andra merampas amplop tersebut dari tangannya dan segera melihat isinya
ada beberapa lembar foto di dalamnya.
Wajah andra yang dari tadi sudah dingin kini menjadi makin suram dan mengerikan.
__ADS_1
ia mengernyitkan alisnya...
melihat potret mesra seoarang wanita dengan seorang pria yang ia mengenali keduanya. itu adalah jasmine dan dio...
Foto itu menunjukkan jasmine memeluk andra dari belakang di dalam mobil dio pelukan dan mimik wajah itu penuh perasaan dan ia mengenakan gaun pengantin berwarna putih.
ini bukankah di hari pernikahan mereka ?
Di foto lainnya andra meletakkan jasnya ke kepala jasmine, ia memegang ujung gaunnya dan tangan sebelahnya merangkul pundaknya. tampak begitu dekat seperti sudah saling mengenal cukup lama.
padahal waktu datang ke rumahnya itulah saat mereka pertama kali bertemu dan mereka terlihat biasa bahkan tak pernah saling bicara selama ini.
gadis itu saat di jual temannya itulah pertama ke kota dan langsung bertemu dengan andra dan bersamanya hingga detik ini.
Apa yang tidak aku ketahui..hal apa yang terlewatkan...apa yang dia sembunyikan dariku. pikirnya....
Tapi ia tidak percaya ini...ini adalah adegan tidak di sengaja yang di ambil oleh seseorang untuk mencari keuntungan darinya.ia ingat hari itu ia menugaskan dio untuk menjemput jasmine dan memang hujan deras tiba-tiba datang, mereka terlambat. ia berpikir dio tidak akan mungkin membiarkan jasmine kebasahan jadi ini sangat alami. tapi adegan berpelukan itu ?
ia tidak menemukan alasan yang tepat untuk itu.
Tak terasa tangannya meremas dengan kuat lembaran foto itu dan ia mebuangnya ke lantai.
"Caramu ini sangat murahan untuk merayuku" andra langsung pergi meninggalkan elena duduk sendiri.
tapi ia tidak takut, andra adalah seorang yang sangat menepati janji. ia pasti berkencan dengannya besok. membayangkannya saja saja sudah membuat elena sangat senang.
sudah pukul 11 malam ia belum juga pulang, ini membuat jasmine gelisah, ia menelponnya.
"Kau tidak pulang " ucapnya di ujung telepon.
"Ada apa ? apa tidak bisa tidur ?"
"Hemmmm" jasmine mengangguk.
"Baik..tunggulah..."
Sesampai di rumah sudah larut malam...jasmine yang sedari tadi menunggunya akhirnya tertidur juga di atas sofa dengan tv yang masih menyala.
Andra melepas mantelnya kemudian menggendong jasmine dan meletakkannya di tempat tidur tapi jasmine langsung sadar. melihat andra ia buru-buru bangun, aroma alkohol begitu kuat di badannya dan di pakaiannya.
"Apa kau minum ?" tanya nya
"Ya..." jawab andra singkat...matanya sudah sangat merah sekali seperti akan mengeluarkan darah.
"Kau tunggu, aku akan membuatkanmu air lemon" ujarnya sembari melangkah keluar.
__ADS_1
saat membuka pintu, tangan andra menarik lengan jasmine dengan cepat bibir panasnya mengecup bibir merah chery jasmine.
ia sungguh terkejut mendapat perlakuan andra yang begini...
bagiamana tidak, ia mengecupnya dengan kuat... gerakan lidahnya bermain dengan liar di mulut jasmine membuatnya kualahan dan tidak dapat menghindarinya walau ia menahannya, mendorong tubuh andra tapi ia tidak melepaskannya.dadanya yg keras itu di pukul-pukul oleh jasmine sampai ia tidak dapat melawan lagi.
*
*
*
*
Hallo teman-teman...
terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.
jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :
Like
Komen
Vote
Tip
Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya
Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤
__ADS_1