Menikahi Adik Ipar

Menikahi Adik Ipar
Aku Membencimu


__ADS_3

Di sebuah cafe, andra bertemu dengan seseorang, orang itu menggunakan pakaian serba hitam dengan topi lebar menutupiu wajahnya, ia duduk berhadap-hadapan dengan andra sambil menyeruput kopi di cangkir putih dengan ukiran khas eropa.


seperti sudah di atur dengan sengaja, mereka mengambil tempat duduk agak jauh di pojok ruangan dan hiasan bunga bonsai di sampingnya, penerangan care juga remang-remang hanya lampu-lampu kecil warna warni berkedap kedip sehingga sulit untuk melihat keduanya, sulit mengenali lawan bicara andra bahkan tidak dapat mendengar percakapan mereka.


sepertinya pertemuan rahasia, ia tidak lama, tidak lebih dari 30 menit..andra keluar dengan hati-hati, mata-mata hanya berhasil mengambil foto mereka


Pagi harinya andra dan jasmine pergi ke apartemen dio untuk menjemput ibu sofia yang akan ikut pulang bersama.


ketika sampai di sana mereka di sambut oleh bangunan tinggi yang tampak sudah cukup tua, sangat sederhana lebih persis seperti rumah susun tepatnya.


andra menghela nafas dengan keras tanda tidak cukup puas, gaji kecil sebagai sutradara pemula tidak cukup untuk menyewa apartemen yang sedikit layakkah ? dan ibunya selama berada di london di tempatkan di sini...


"Tidak ikut turun" ia menoleh ke arah jasmine


"Tidak, aku tinggu di sini" ucap jasmine, ia mana ada muka untuk berani bertemu dio lagi, kejadian malam itu membuatnya merasa sangat malu.


Padahal sekarang dio sedang tidak di apartemen, ia tau mereka akan datang jadi ia menghindarinya. ia pulang dan tertidur di kediamannya yang jarang ia tempati.


Ia menjadi sangat malu jika mengingat dio yang sudah membantunya terlepas dari pengaruh obat perangsang itu, ia tidak berani membayangkan bagaimana reaksi tubuhnya ketika dio membantunya melepaskan hasratnya.


bagaimana wajahnya, apa ia menikmatinya, apa ia mendesah, bagaimana suara erangannya, apa ia erotis di hadapannya, apa ia memohon pada dio untuk menyentuhnya ?


sungguh ia frustasi jika memikirkan itu.


Akhirnya andra turun sendiri, matanya menyapu ke segala arah, ruangannya sempit terdapat 1 kamar tidur, ruang tamu, dapur yang sekalian menjadi ruang makan dan 1 kamar mandi di dekat dapur, tidak ada perabotan mahal hanya terdapat kulkas dan televisi yang tidak terlalu besar. bahkan semua ruangan ini tidak lebih besar dari ruangan kamarnya di rumah.


hidupnya segembel itu ?


Dalam hatinya merasa sangat miris, tapi tidak ada kasian untuk orang yang sudah mengambil pergi hati istrinya. ia bisa tega menutup mata untuknya.


tapi dia tidak menunjukkan itu dengan secara terbuka.


Orang ini tidak punya apa-apa sekarang tapi ia sangat iri padanya. sedangkan ia punya segalanya hanya satu yang tidak ia miliki, yaitu satu-satunya yang berharga milik dio, jadi ia cemburu padanya hilang sudah kasih sayang yang terpupuk sedari mereka kecil, kebersamaan seperti dulu sepertinya tidak akan pernah terulang kembali.


Ia menjadi hawatir, apakah ibunya bisa nyanyak tidur selama di sini, bagaimana ibunya bisa menjalani hari-harinya di tempat kecil ini.


*


*


*


*


Hari sudah hampir siang ketika jasmine datang kepadanya.


"Kamu kenapa bisa ke sini ?" tanya dio

__ADS_1


"Aku tau kemanapun kamu pergi, kenapa ? kamu tidak suka, maka aku akan pergi" jasmine berbalik dan mengambil langkah bergegas pergi.


dio menahan tangannya.


"Apakah sudah menjadi kebiasaanmu seperti itu, datang semaunya dan pergi seenaknya ?!"


"Bukannya kamu yang sudah tidak menginginkanku ?" ucap jasmine sambil melepaskan pergelangan tangannya yang di pegang oleh dio, tapi bukannya terlepas dio malah semakin kencang mencengkramnya.


"Aku rasa kamu sudah cukup jelas jadi aku tidak perlu menjabarkannya berulang kali"


"Itulah kamu selalu saja menghindar, kamu anggap aku ini barang yang dengan mudah kamu berikan ke orang lain" nada bicara jasmine mulai meninggi...


Dio melepaskan tangan jasmine kemudian tangannya memukul tembok persis di sebelah telinga jasmine membuatnya sangat terkejut dan ketakutan, ia memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan, matanya mulai berkaca-kaca, seperti akan datang badai yang tak tertahankan akan segera turun


"Ayolah jasmine... kenapa kamu selalu memancing emosiku, apa dari lahir profesimu untuk menyakiti hati orang. aku kira kamu sudah mengerti, bukankah ini juga keinginanmu, semua ini adalah pilihanmu sendiri bukan ? sekarang kamu datang melimpahkan semua kesalahannya padaku seolah aku salah karna tidak mempertahankanmu, jika seandainya aku memaksa, apa kamu ingin pergi bersamaku ? jawabannya TIDAK !!!!"


Air mata jasmine sungguh tidak bisa terbendung lagi, mengalir deras mengikuti bentuk wajahnya yang tirus. ia mengusap habis sisa-sisa basah di pipinya, dengan lantang dia berkata


"Juan dio....AKU MEMBENCIMU"


Ya dia sangat membencinya, karna dia, seumur hidup ia akan bersama orang yang tidak ia cintai, seumur hidup ia tidak bisa mencintai orang lain lagi semua karnanya.


Jasmine berlari untuk pergi, meninggalkan dua kata terakhirnya,


aku membencimu...


aku membencimu...


aku membencimu...


"Oh tidak...sial" umpatnya


kemarin berdebat dengannya, bahkan dalam mimpipun ia hanya bertengkar dengannya


Dio melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 1


inikah yang namanya mimpi di siang bolong.


ia mengacak-acak rambutnya tidak jelas,


kepalanya terasa pusing, karna kelelahan ia sampai tidur di kursi semalaman.


tidak biasanya ia seperti ini, selelah apapun ia tidak pernah tidur hingga siang hari.


Dio hampir saja melupakan meeting pentingnya usai makan siang. lalu ia bergegas ke perusahaan secepatnya. ketika tiba di depan kantornya, cindy sudah menunggu dengan gelisah...


"Bosss aku kira anda tidak akan datang, aku menelpon anda ratusan kali tapi tidak tersambung, waktu sudah sangat mepet kita tidak boleh terlambat" ucap cindy dengan nada panik. dio tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia berjalan dengan langkah kaki yang besar-besar kemudian masuk ke dalam lift khusus.cindy mengikuti langkahnya itu dengan sedikit berlari-lari kecil karna kakinya tidak sepanjang kaki dio jadi ia tidak memiliki langkah yang besar seperti langkah dio.

__ADS_1


"Boss, apa anda baik-baik saja ?" cindy memperhatikan raut wajah dio yang tampak pucat.


"Ya aku tak apa" jawabnya singkat


Cindy mencoba menyentuh keningnya, tangannya di tepis oleh dio, matanya mentapanya dengan tidak suka. sesungguhnya ia merasa risih bila cindy bersikap berlebihan. ia bukan tipe orang yang suka memberikan cela pada orang lain.


Melihat tatapan dio yang berubah drastis, ia menatik tangannya dan menyembunyikannya di balik punggungnya. sambil menunduk ia berkata


"Maaf tuan apabila saya lancang, saya hanya hawatir karna ini adalah pertemuan penting dan anda dalam keadaan tidak fit"


"Lain kali jaga batasanmu, jangan coba-coba berani menyentuhku" ucap dio dengan ketus. sambil berkata matanya menatap lurus kedepan, sementara cindy di sampingnya menunduk tidak lagi berani mengangkat wajahnya


*


*


*


*


Hallo teman-teman...


terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.


jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :


Like


Komen


Vote


Tip


Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya


Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤






__ADS_1


__ADS_2