MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Kamu Berkata Sebaliknya..


__ADS_3

5 jam sebelumnya..


...🏨 Bougenville Hotel...


"Pak Charles lowongan kerja Chef masakan dalam negeri sudah Resmi di upload di media sosial dan juga Linked on." ucap Catty staf sekertarisnya.


"Ohh tidak! Boss minta kepala Chef kita di rolling untuk cabang Bougenville di lain daerah jadi lowongan kerja sebaiknya untuk mencari kepala Chef dengan keahlian khusus masakan Prancis, Western, Asian, Europe."


"Wow berarti dengan kata lain Chef yang baru nanti harus bisa menguasai makanan dalam negeri juga International ya pak?"


"Ehem bakal sengit pertarungan antar Chef nanti kurasa, seperti ajang pencarian bakat di bidang kuliner begitulah, kamu tau sendiri kan si boss maunya perfect di segala bidang. Nggak heran hotel kita bisa begitu tenar."


"Oww maka dari itu boss ingin hotelnya dikenal juga sebagai hotel bertaraf internasional dengan Restorannya yang juga cukup di kenal lewat masakannya yang sangat diminati baik dalam mau pun luar negeri."


"Nah itu kamu ngerti kan. Ya sudah segera revisi dan buka lowongan pekerjaan itu secepatnya."


"Baik pak Charles siap laksanakan!"


...POV Charles.....


Sekarang aku mau mencari tahu tentang keluarga Mahardika Darsono yang memiliki seorang cucu laki-laki yang di lahirkan dua puluh lima tahun lalu. A h ketemu ini namanya


Cornellio Abraham Darsono


Ya tuhan jadi Boss punya putra sebesar itu hanya selisih 5 tahun dariku. Malah sekarang boss sedang berada disana. Argh aku harus segera memberitahu informasi penting ini kepadanya.


Bukankah dia adalah CEO Nirwana Hotel yang sekarang.


1 jam kemudian Austin pun kembali dengan hati yang berbunga-bunga setelah mencuri ciu man ke bi bir gadis cantik yang sudah berhasil membuat hari-harinya kalang kabut karena tingkah menggemaskannya dan menyebalkannya seharian kemarin. Namun melihat perubahan wajah dari Austin akhirnya Charles pun mengurungkan niatnya untuk memberitahu Austin siapa nama anak laki-lakinya yang dia cari sejak.kedatangannya ke Indonesia.


"Bagaimana lowongan kerjanya apa sudah kamu buka?"


"Ya bos tadi Catty ada sedikit salah memasang lowongan pencarian Chef dengan keahlian memasak masakan dalam negeri lalu saya refisi menjadi pencarian Chef dengan keahlian masakan Prancis khususnya dan negara besar lainnya. Jadi dengan kata lain Kepala Chef yang baru nanti harus mempunyai keahlian memasak makanan dari seluruh negeri."


"Hmmm bagus, baiklah secepatnya bukalah walk in interview."


"Sebenarnya kandidat paling sesuai dengan keinginan boss itu Chef seperti apa boss?"


"Hmm yang manis seperti buah cherry merah alami membuatku ingin merasakan madunya terus menerus. Hingga membuatku ketagihan dengan senyumannya yang hanya di peruntukkan untukku seorang." Austin pun menyentuh bibirnya sendiri seraya menggambarkan bagaimana manisnya se sapan bi bir ranum merah alami buah Cherry yang berhasil dia lum at sedemikian lama hingga Jelita pun semakin tak berdaya karena gadis cantik itu malah menyambut ciuman Austin dengan lapang dada tanpa penolakan sedikitpun. Lalu Charles pun bereaksi..

__ADS_1


"Eh maaf boss mana ada Chef yang seperti buah Cherry? Atau boss suka Chef yang ahli membuat dessert bertahtakan buah Cherry? saya tidak mengerti boss?"


"A h lupakan saja kata-kata bualanku tadi. Chef yang aku cari tentunya yang masakannya berkualitas Charles."


Seketika Austin pun bangun dari lamunannya kalah Charles menyadarkannya mana ada seorang chef yang berbentuk seperti buah Cherry serta semanis madu pula.





Di perjalanan..


"Jangan tinggalin gue, ya? cup cup cup." tanya Jelita yang masih nemplok di dalam dekapan pria tampan pemilik Bougenville hotel itu. Jelita pun mengecup rata dada Austin yang masih tertutup kemeja hingga pria tampan itu pun tersenyum.


"Aku tau kamu mabuk kan gadis kecil gadis nakal? bau nafasmu sungguh, ugh sepertinya kamu di beri tequila oleh bartender disana. Pantas saja gadis lugu seperti kamu pasti langsung pingsan dan tak sadarkan diri, beruntung daya tubuhmu kuat, ayo Rama kita antar Jelita ke rumahnya."


"Ehem ehem tuan adakah cinta bersemi di Indonesia setelah ini."


"Hah?! Mau tau aja kamu Rama ayo cepat jalan!"


"Jelita mabuk Ram, kalo dia sadar pasti dia sudah menendang, menampar bahkan mungkin mengusirku dari mobilku sendiri."


"Pffttt hehehhe, ah tuan bisa aja siapa tahu mbak Jelita juga punya perasaan yang sama untuk Tuan."


"Jangan melantur Rama, aku ini lebih pantas jadi omnya." Austin yang ingin mengingkari rasa suka yang di milikinya untuk gadis cantik itu pun tetap tidak menjawab rasa penasaran Rama berkesudahan.


"Tuan selama ini tuan tidak pernah seperhatian ini dengan wanita mana pun. Mungkin dengan jarak usia yang jauh lebih muda dari usia Tuan bisa membuat gelora muda tuan bergai rah kembali."


Sambil duduk melihat serta menikmati sepanjang jalanan malam yang masih ramai di perkotaan Jakarta dini hari itu Austin pun sesekali membelai saja rambut yang tergerai panjang sampai ke paha Austin.


1 jam kemudian . .


...🏘️Rumah Jelita...


Sampailah mobil Austin di kediaman gadis cantik itu.


"Ya tuhan gadis nakal ini kenapa dia Austin, lihat itu tingkahnya bagaimana dia bisa menempel erat padamu padahal dua hari lalu kalian bertengkar hebat?"

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu Oma, Jelita sepertinya mabuk hingga dia tak bertingkah seperti biasanya."


"Ya sudah taruh saja di tempat tidur tamu Austin karena Temat tidur Jelita masih berada di lantai dua."


"A h tidak apa Oma aku bawa saja Jelita sampai ke kamarnya."


*****


Setelahnya Oma Sofia pun melihat punggung tegap dan bidang milik pria.tampan yang sangat serasi bersanding dengan Jelita menurut Sofia yang sayangnya cucu cantiknya itu malah mencintai orang lain.


"Apa kamu juga sependapat denganku Rama?" Sofia pun memulai pembicaraan tentang apa yang dia pikirkan apakah sependapat dengan apa yang dipikirkan Rama supir dari keluarga Lambert itu.


"A h iya nek mereka berdua sangat serasi."


"Yah begitulah semoga tuhan memberikan keajaiban hingga keduanya bisa di persatukan walau mustahil ya Rama.


"Amiin iya nek saya juga berharap seperti itulah adanya."


...Di kamar Jelita...


Austin pun membaringkan tubuh gadis cantik itu perlahan-lahan. Lalu Austin kemudian membuka Hoodie gadis itu agar Jelita lebih nyaman bergerak saat tidur nanti.


Setelahnya Austin pun berpamitan.


"Aku pergi dulu, cup cup." pamit Austin sambil terlebih dulu memberi kecupan di kening mulus Jelita diam-diam. Kemudian Jelita pun dengan cepat meraih tangan Austin untuk menahan kepergian pria tampan itu dari sisinya.


"Jangan pergi, gue mohon tetaplah disini."


...Mungkinkah aku boleh senang sekarang. Apa karena ciu manku tadi hingga membuatnya tersihir dan tidak mau lepas dariku? Coba aku pastikan lagi jangan jangan.....


Gerutu Austin dalam hatinya hingga Austin pun mengerutkan kedua alis tebalnya.


"Okay aku nggak akan pergi kalo kamu bisa menjawab dengan benar siapa aku?"


"Kamu, kamu kan Cornel?"


"Cornellio Abraham Darsono tunanganku."


DEG

__ADS_1


To be continued . .


__ADS_2