
...Serenade Restaurant...
Charles yang di perintahkan Austin hanya mengantarkan saja CEOnya itu ke dalam Serenade Restaurant dan menyuruh Charles untuk meninggalkan tempat karena Austin ingin benar-benar menikmati menu buatan Jelita yang berhasil membuatnya penasaran dengan berbagai pujian yang di utarakan oleh sekertarisnya tadi.
*****
"Selamat siang Mister mau makan siang dengan menu buffet atau mister ingin memesan menu di luar buffet?" Salam sapa Rendy yang mendapat giliran menyambut tamu yang datang.
"Aku tidak mau makan semua menu yang ada disini, tapi aku mau chef kamu buatkan menu sesuai permintaanku."
"Ohh mohon maaf mister, mister pesan makanan sesuai dengan yang ada di buku menu, karena saya khawatir kami tidak bisa membuatkan menu seperti ekspektasi mister."
"Hmm? jadi kamu menolak permintaanku?" Austin mulai memicingkan matanya sekitar 20 menit berdebat dengan Rendy tapi Rendy tidak juga mengenalinya. Kemudian Manager Restoran itu pun turun tangan dan menemui meja Austin yang datang sendiri tanpa di temani sekertarisnya.
"Ehhmm mohon maaf anda pasti Tuan Austin Lambert, saya manager restauran ini, nama saya Christine mohon maaf Tuan atas kelalaian staf kami, merupakan suatu kehormatan bagi kami, Tuan bisa hadir di Serenade Restaurant ini, kalo boleh tau ada permintaan menu seperti apa yang tuan mau?"
"Hmmm ya bagus akhirnya ada juga yang mengenaliku, aku mau pesan Langue de Boeuf pada Chef kalian yang sudah aku cek menu itu tidak ada di daftar menu."
...DEG...
Seketika jantung Christine berdegup tak karuan. Pesanan menu yang diminta oleh pria terpenting di bisnis perhotelan Restaurant dan juga mall ini memesan menu seenak jidatnya apakah Jelita sang Chef muda akan bisa dan mampu membuat menu yang sesuai keinginan Austin?
"Kenapa? apa kalian tidak bisa menuruti permintaan aku, baiklah aku akan pergi dari sini."
"Ehh baik tuan, saya akan sampaikan pada Chef kepala untuk membuatkan menu pesanan tuan mohon tuan bisa mencicipi hidangan buffet disini sambil menunggu pesanan tuan selesai."
Kemudian Austin pun menganggukkan kepalanya seraya menyetujui tawaran Christine untuk sedikit mencicipi menu buffet yang ada di sana. Lalu Lina menit kemudian keadaan pantry sudah bersi tegang karena Rendy sudah menceritakan kepada Jelita apa yang dia alami.
__ADS_1
"Mbak Can Bu Christine marah nih ke gue, gara-gara gue nolak permintaan tamu tadi minta menu macam-macam yang tidak ada di buku menu mbak, ya aku menolak lah? ya kasian mbak Can dong kalo mbak Can ga bisa menyajikan makanan yang sesuai dia minta gimana? kan nama restoran kita yang di pertaruhkan?"
"Elo kok ngeremehin gue sih? udah lah kita tunggu aja mbak Christine kemari, gue pengen tahu menu kaya gimana yang tamu itu minta? semoga gue bisa buatin masakan yang sesuai selera dia. Orangnya kaya gimana? cewek kah? ibu-ibu gitu?"
"Cowok mbak bule ganteng misterius, yang kelihatan kalo perlente sih, barang-barangnya keliatan mahal mbak."
"Ya tuhan? kok lo diem aja sih dari tadi, gue takut dia itu misteri guess, tamu misteri untuk memberi nilai pada restoran kita lewat tamu yang berpura-pura menjadi pelanggan yang tugasnya untuk mencari kesalahan gue khususnya sebagai chef kepala dan pelayanan kalian juga pada umumnya."
"Jelita tolong dibuatkan pesanan dari tamu penting kita yaitu Langue de Boeuf."
"Hah tamu penting kita Bu?" tanya Rendy yang tak terima jika Austin yang seenaknya sendiri tadi dikatakan sebagai tamu penting.
"Kamu aku beri surat teguran karena sudah lalai dan tidak bisa mengenali tokoh penting dalam bisnis Perhotelan dan Restaurant Rendy, nanti ambil suratnya di bagian HRD mengerti kamu!"
"Aduh emang siapa sih Bu, mister tadi itu?"
...DEG...
"Jadi yang bikin keributan dan kehebohan tadi itu dia?" batin Jelita pun seakan berbicara pada dirinya sendiri sambil mengerutkan keningnya dan menggigit bibir bawahnya seraya berpikir. Jelita pun sedikit ragu apakah nanti dia bisa membuatkan menu yang tadi Austin pesan yang menurut Jelita sedikit familiar di telinganya karena sedikit banyak keahlian memasaknya yang menurun dari sang ibu yang notabene berasal dari Prancis itu pun sering membuatkan makanan favorit sebelum Florence meninggal satu tahun yang lalu.
Tak disangka tak dinyana akhirnya Jelita pun dapat menyelesaikan tantangan dari pria tampan itu tepat di 30 menit waktu menunggu yang di habiskan Austin sambil mencicipi hidangan Buffet yang lumayan membuat waktu tunggunya terasa menyenangkan.
Rendy pun akhirnya bertanggungjawab menyajikan makanan pesanan Austin tadi dengan perintah meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Austin agar Austun tidak menilai buruk pelayanan Serenade Hotel dan dapat mereferensikan Serenade hotel sebagai restoran yang berkualitas tidak hanya rasa tetapi juga pelayanannya.
"Silahkan Tuan Austin saya Rendy waiter di sini mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya atas kelalaian saya tadi dan juga selamat menikmati hidangan pesanan anda Tuan."
"Hmm, pergilah!" Austin pun menganggukan kepalanya tanpa melihat kearah Rendy sama sekali karena perhatiannya tertuju pada bentuk hidangan pesanannya yang memang sebelas duabelas dengan bayangannya semoga saja rasa dari makanan tersebut sesuai dengan ekspektasinya juga.
__ADS_1
Langue de Boeuf
Terbuat dari bahan utama yang tak kalah unik, Langue de Boeuf adalah makanan khas Perancis berbahan dasar lidah sapi yang diiris tipis dan dimasak bersama bumbu-bumbu rempah serta potongan sayuran. Oleh sebab itu, makanan ini sering dibilang sebagai makanan unik dari Prancis.
Austin pun mulai mencicipi dengan ragu awalnya karena Austin sungguh kritis dalam menilai makanan yang dia makan bagai ajang memasak kelas internasional, penjurian pun dilakukannya dengan mencicipi sesendok kecil makanan itu lalu terlihat Austin menikmati dengan manggut manggut makanan itu kemudian pergi ke toilet untuk menuntaskan ingin buang air kecil sejenak.
*****
"Hmmm syukurlah pria pemilik Bougenville hotel itu tidak marah dan memperbesar suasana, semua terselesaikan akibat tangan ajaib mbak Can nihh, duuhh leganya." Ucap Rendy pada Jelita dan staf pantry yang lain terutama Dona dan Tina yang kemudian sedikit berkomentar.
"Ehem ehem mbak akankah sang pangeran tampan menyambangi sang putri karena merasa kangen? padahal baru kemaren kan kalian di pertemukan oleh takdir? eh sekarang sang pangeran sudah nongol aja disini dan sedikit membuat keributan." ucap Dona menggoda.
"Ya ampun mbak, jadi itu cowok yang sampe bikin mbak masuk media sosial? mbak Ayoo mbak kita ngedukung mbak Can supaya move on uppss." Tina pun tak mau kalah turut juga menggodanya.
"Suka ngaco deh udah ah guys gue mau ke toilet dulu."
Lalu keduanya pun di pertemukan di area depan Toilet dengan Jelita yang tadi nya menggeleng gelengkan kepalanya kala mengingat godaan demi godaan dari bawahannya yang kerap kali menjodohkannya dengan pria tampan pemilik Bougenville Hotel yang begitu membahana itu pun tak sengaja tersandung hingga tubuh Jelita yang mungil itu seketika terpelanting.
"Huaaaaaa."
Beruntung Austin dengan sigap menangkap tubuh Jelita yang sampai melompat jatuh kedalam dekapannya hingga bibir keduanya tak sengaja menempel karena keadaan yang membuatnya terpaksa bersentuhan.
Cup!
... DEG...
__ADS_1
To be continued