MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Tegang..


__ADS_3

...Mansion Norton...


"Om sayang apa Nowella juga tinggal di istana ini? Kalo iya bagaimana oma dengan sengaja mempertemukan aku dengannya bukankah oma dengan sengaja menabuh genderang perang namanya? Jika memang begitu apa sebenarnya rencana oma om?"


"Nggak sayang kita juga besok harus segera kembali ke Indonesia untuk melanjutkan pekerjaan yang tertinggal di sana."


"Nah jadi om tuh pergi ke Perancis hanya untuk ngehindar dari aku agar aku bisa bersanding dengan Cornel begitu? Ya Tuhan om, om tuh demi anak durjana seperti dia bisa-bisanya ngorbanin perasaanku?"


"Sebenarnya tuh cabang prancis nih butuh CEO yang selalu standby di sini kah?"


Jelita dan Austin yang sudah merebahkan diri diatas tempat tidur berukuran king size mewah beralaskan sprei putih sambil Jelita terlihat nyaman menempel di dada bidang pria tua itu yang saat ini di interogasi habis-habisan olehnya.


"Hotel Bougenville di Prancis sudah bisa berjalan dengan sendirinya sayang aku hanya beralasan saja waktu itu, ahahhaha im sorry.. " Austin semakin membenamkan wajah tampannya ke pa yu da ra sang istri kala belangnya sudah ketahuan.


"Hmmm tapi apa yang membuat om akhirnya ngasih aku blackcard itu? apa om ingin mengujiku apakah aku akan kuat iman dan nggak akan ngebelanjain credit card itu padahal malah aku gunakan untuk menjemput cinta di negeri om?"


"Yah aku hanya ingin memberimu blackcard itu agar selama aku berada jauh darimu aku masih bisa mencukupi kebutuhan gadis nakal ini!"


"Jadi uncle masih mikirin aku padahal kan uncle udah ngga peduli lagi akan keselamatanku? udah Cornel di bebasin trus dia pergi sambil ngasih blackcard hiks syedih aku tuh, nggak tahukah uncle selama hidupku ayah dan ibuku pergi ninggalin aku, aku hidup sebatang kara uncle hiks. "


"Lalu saat aku mulai sayang~sayangnya eh uncle dengan enaknya ninggalin aku gitu aja tanpa tahu perasaanku? padahal kita hampir ber cinta di kamar mandi waktu itu apa uncle masih meragukan cintaku?"


"Sayang dengar aku nggak pernah mengira kalau kamu bakalan memiliki perasaan suka padaku apakah mungkin pertunangan yang baru putus dalam hitungan hari bisa membuat seseorang berubah mencintai pria lain semudah membalikkan telapak tangannya?"


"Hmm iya aku jadi malu om?" Jelita pun menutup wajahnya dengan kedua tangannya kala ternyata pertemuannya dengan Austin kini diakuinya sebagai cinta pada pandangan pertama.


"Kenapa malu hmmmpffh." Austin pun tak tahan untuk menciuminya lagi dan lagi.


"Hmmpph.. Aku sudah merasakan detak jantungku terguncang saat kita bertemu pertama kali kedua kalinya hingga selanjutnya. Aku tau aku udah suka sama om sejak pertama kali aku menyiram om dengan minuman bersoda waktu itu. Aku hanya mengingkari perasaan ku karena takut dicap berkhianat dan selingkuh di belakang tunangan ku lalu saat om mencium ku waktu itu saat itu aku sudah merasa bersalah pada Cornel karena aku telah mencium pria lain saat kita masih berada dalam ikatan pertunangan. Yang tenyata aku baru ketahui sekarang jika aku hanya di peralat saja oleh mereka untuk memajukan serenade reastaurant."


"Hmm lupakan semua hal buruk yang terjadi padamu sayang, janganlah menoleh lagi kebelakang karena kita tidak bisa terus hidup dalam bayang bayang masa lalu hmm. Besok kita harus kembali ke indonesia karena ada banyak pesab dari Charles yang belum aku balas sampai sekarang."

__ADS_1


"Apa om capek?"


"Capek karena ulahmu gadis nakal?"


"Oh ya kok bisa?"


"Iya siapa suruh punya da da begitu menggoda?"


"Masa sih kecil begini menggoda dari mana?"


"Aku suka yang kecil begini sayang yang hanya seukuran kepalan tanganku?"


"Hmm coba siniin tangan om?"


Jelita yang semakin berani menggoda suaminya, pun meraih saja tangan gempal Austin lalu di tempelkannya di da danya yang menurutnya begitu kecil tidak menggoda sama sekali. Jelita tidak sadar jika tingkah nakalnya itu lagi-lagi membuat Austin junior mengembang membesar meminta pertanggung jawaban kala da da gadis cantik itu tidak tertutup oleh Branya hingga tangan Austin yang sudah menempel pun tak tahan untuk segera merema snya lalu memi lin pucuk pink chery sampai si empunya pucuk di buat mende sah lagi.


"Issh om lagi?"


"Sayang coba aku ingin dengar kamu meminta untuk di ja mah olehku sekarang juga nggak pake lama. "


"Nggak om ampun nggak jangan sekarang. Jangan lagi om no no nohmmpffhh." Ucap Jelita sambil tubuhnya berbalik membelakangi suami tampannya yang sudah haus belaian nya lagi.


"Hmmm letak surga seorang istri berada di mana sekarang om tanya?"


"Di telapak kaki suami." Jawab Jelita sambil berbalik lagi kali ini menghadap lagi suami tampannya yang sudah memasang wajah puppy eye nya kala meminta jatah ber cinta pada sangat istri.


"Ya udah ayo?!"


"Ikhlas tidak?"


"Kasih tau nggak ya?! "

__ADS_1


"Sayang Jelitaku mata hatiku?! "


"Ishh kalau merayu, sinih."


Jelita pun membuka tangannya lebar-lebar untuk membawa om tampannya ke dalam pelukannya. Memberikan kebebasan seluas-luasnya pada sangat suami untuk mengeksplor sendiri tiap jengkal tubuh molek sang istri dengan leluasa.


Sementara itu..


"Opa bagaimana ini aku sudah tidak bisa menghubungi Austin sejak kejadian memalukan itu opa, aku juga masih tidak berani menampakkan diri untuk shooting lagi, huaaaa." Ucap Nowella pada Norman saat keduanya baru saja sampai dari kediaman keluarga Lambert untuk meminta perhitungan dan pertanggungjawaban pada Daisy Swarizy Lambert selalu ibu kandung Austin atas wan prestasi yang dilakukan Austin tanpa sepengetahuan keluarga besarnya.


"Lebih baik kamu istirahat sayang, sudah jangan di permasalahkan lagi yang pasti kita akan tuntut keluarga Lambert sampai membayar sejumlah kerugian yang telah ditimbulkan oleh Austin sebagai pelipur lara hatimu benarkan yang opa bilang?"


"Ya opa baiklah opa juga istirahat cup cup, Lalu si lihatnya diruang sepatu untuk keluar rumah tadi ada sepatu wanita berukuran lebih kecil dari ukuran sepatu Nowella berjejer dengan sepatu pria yang ukurannya familiar dengan ukuran sepatu pria yang dia kenal siapakah gerangan tamu itu? apakah Nowella mengenalnya?


"Torres kemarilah?"


"Ya nona Nowella ada yang bisa Torres bantu?"


"Siapa tamu yang baru datang tadi?"


"Di kamar tamu kehormatan nona, mereka sedang berada di lantai dua."


"Oww siapa memangnya yang tidur di kamar takhta kehormatan itu aku saja tidak pernah di perbolehkan tidur di kamar mewah itu?"


"Tamunya adalah Tuan Austin dan Nona Jelita dari Indonesia."


...DEG...


"Breng sek!"


To be continued..

__ADS_1


__ADS_2