MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Tunangan Sepihak..


__ADS_3

...Bougenville Hotel, Paris...


Tiba-tiba Austin pun terkaget-kaget saat ada seorang gadis yang tiba-tiba melompat di atas tubuhnya lalu memberinya kecupan singkat. Austin pun shock dan melihat dari jarak dekat siapakah gadis cantik yang sedang berada di gendongannya saat ini? Dilihatnya samar-samar siapakah gadis cantik dengan make up yang penuh yang tidak pernah dijumpainya sama sekali di manapun itu?


"Tunggu! Ahahahha sayang aku kangennn hmppffhhh."


Lalu Austin pun sadar bahwa hanya ada satu gadis dengan bibir yang seimut itu yang memang sedari tadi dibahasnya tuntas dan panjang dan lebar di acara Paris Fashion Week tadi. Seolah-olah tak sadar bahwa kerinduan pun telah dia ungkapkan di atas panggung.


"Hmmppffhh aku juga kangen berat ama gadis kecilku ini?"


Austin pun membalas ciuman penuh gai rah itu dengan tak kalah hebat persilangan lidah pun tak anti-hentinya di hunuskan ke dalam rongga mulut yang begitu dirindukannya selama ini selama satu minggu berpisah dari gadis kecil yang mengesalkan gadis kecil yang sangat menyebalkan yang selalu membuatnya jengkel marah gemas tapi terngiang-ngiang terus di benaknya dan sulit untuk di lupakan.


...Prok prok prok prok...


Para audiens di sana pun akhirnya berlomba-lomba untuk bertepuk tangan sebagian dari mereka mempertanyakan posisi Nowela yang sedang berdiri di atas panggung dengan malu dan wajah yang pasti tercoreng akibat pengakuannya secara tiba-tiba yang tidak mendapatkan persetujuan dari Austin sebelumnya tetapi malah nekat dengan kepercayaan dirinya yang sangat tinggi tiba-tiba saja memperkenalkan diri sebagai tunangan sepihak Austin.


Sang asisten yang berada di tempat duduk audience pun tak henti-hentinya tertawa terpingkal-pingkal saat nasihatnya kepada sang atasan tidak digubrisnya sama sekali. Malahan Patrick dihujatnya saat pendapatnya mengenai perasaan Austin yang tidak pernah sama sekali menyukai Nowela dari awal yang sudah ditampik dan diingkari oleh sang atasan.


Patrick dan teman seprofesi Nowella yang lain pun bersorak-sorai karena kesongongan dari Nowella yang tidak terbukti selama ini akhirnya pun diketahui oleh banyak orang bahkan publik serta seluruh negeri yang menyaksikan acara itu secara live. sungguh malu bercampur pilu bercampur kehormatan yang sudah tercabik-cabik oleh kebodohannya sendiri karena mengakui secara sepihak pertunangan yang tidak pernah di kehendaki oleh kedua belah itu sekarang membuat Boomerang dalam diri Nowella.


Austin yang tidak sama sekali memperdulikan keberadaan Nowella di atas panggung yang sangat geram dan malu sekarang sudah menutupi wajahnya dengan kedua tangannya serta menghentak-hentakkan kakinya sendiri di lantai catwalk pekan Paris Fashion yang dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai penjuru dunia ini. Sungguh hal itu pastinya akan diingatnya seumur hidupnya.


"I love you om i love you."


"I love you too Jelita, sayang, sekarang turun dulu kamu berat."

__ADS_1


"Ish mulai lagi kan?"


Kedua pasangan yang sudah dipertemukan kembali di dalam perhelatan bergengsi yang tidak mereka sangka akan diliput oleh channel TV di berbagai penjuru dunia itu pun kini ingin sekali berbicara dengan serius dari hati ke hati dengan keduanya yang tiba-tiba menghilang dari kerumunan massa.


Lalu..


"Jelita Sayang maukah kamu mendengarkan cerita dari Om terlebih dahulu sebelum kita berhubungan terlalu jauh?"


"Katakanlah aku udah siap mendengarnya om?"


"Setelah mendengar perasaan jujur dariku dan masa laluku nanti apabila kamu menolaknya aku sudah siap mendengar jawabanmu mumpung kita belum terlalu jauh."


"Iya Om bawel ih jangan lama-lama udah langsung aja ngomongnya jangan bikin deg-degan ah aku takut?!"


"Igh bikin gemes sih?!"


"Pada suatu ketika saat aku berkunjung lagi ke kediaman orang tuaku mereka mengajakku ke suatu acara pesta yang mempertemukanku dengan berbagai tamu-tamu politik dan juga rekan bisnis dari ayahku. Ayahku pun melebarkan sayapnya untuk membuka bisnis hotel di Jakarta."


”Tahukah kamu dari acara itu aku bertemu dengan seorang gadis yang kebetulan dia adalah anak dari gubernur yang menjabat saat itu yang bernama Mahardika Darsono


...DEG...


"Oh God?! jadi ini yang membuat Om menghindar dariku? Lalu apa maksud Om, om merelakanku untuk Cornel begitu? A hh tidak tidak setelah ini aku bisa menebaknya Om. Ibu dari Cornel sudah meninggal saat melahirkannya cerita mereka adalah Ayah dari Cornel juga sudah meninggal bukannya seorang Austin Lambert yang begitu paripurna yang hidup dengan kesuksesan yang pantas dibanggakan oleh Cornel seharusnya."


Aku tak tahu selebihnya, tujuan apa dibalik cerita mereka hingga opa Dika tidak pernah mengungkapkan jati diri om sebagai ayah Cornel yang sebenarnya? Lalu apa hubungannya denganku? Toh aku juga sudah bukan tunangannya kan? Lagipula dia akan menikah dengan gadis yang dia selingkuhi di belakangku?

__ADS_1


"Oh ya apakah gadis itu hamil benarkah begitu? Bukankah Cornel sangat ingin menikahimu? Aku tahu kalau perasaan Cornel hanya untukmu sayang Jelita?"


"Lalu apa karena itu sehingga Om pergi ninggalin aku begitu saja tanpa pamit? Hanya memberikanku blackcard hingga aku nekat memakai blackcard Om entah sampai berapa ratus juta limitnya tapi akhirnya aku berhasil bertemu denganmu di negeri ini!"


"Oh jadi berpuluh-puluh pesan di ponselku ternyata laporan penggunaan black card itu dari tadi? Aahahha aku tidak pernah membuka ponselku sama sekali sayang karena aku tidak mau mengingat tentang gadis menjengkelkan ini?"


"Pokoknya aku nggak mau masalah Cornel disangkut pautkan denganku lagi?!" Ucap Jelita sambil memonyongkan bibirnya lima centimeter.


"Jangan libatkan aku dan jangan hubung~hubungkan aku dengannya?! Kalau memang dia anak Om itu urusan Om dengannya aku tidak peduli! Toh dia juga sudah menikah sebentar lagi. Dia bukan lagi tanggung jawab Om!"


"Oke lah aku memang kekasih Om tapi aku nggak mau jadi ibu tirinya walau nantinya aku akan menikahi Om?"


"Oh ya memang kamu mau menikahi pria tua sepertiku?"


"Why not?! ups!"


BLUSH


Wajah gadis cantik seputih susu itu pun memerah seperti tomat kala tiba-tiba Austin yang belum mengajaknya menikah, Jelita sudah terlebih dulu mengatakan bahwa dia bersedia untuk dinikahi Austin tanpa dia sadari.


"Ughh om sihh? Aku kan jadi malu om?" Ucapnya saat berada di dalam mobil pribadi milik Austin yang siap mengantarnya kemanapun Jelita pergi. Keduanya yang memang tadi berlari sekencang-kencangnya untuk menghindari kejaran wartawan yang sudah berbondong-bondong dan penasaran ingin mempertanyakan kehebohan yang terjadi di atas panggung atas ulah Jelita yang nekat mencium pria matang dan mapan itu didepan mereka.


Sementara itu ciuman hot penuh gai rah pun berlanjut di dalam mobil mewah milik Austin dengan kaca film mobil yang super gelap hingga adegan itu pun tidak mungkin untuk bisa di lihat dan tembus dari luar.


"Sayang om sudah nggak tahan, kita ke kamar om ya, kamu sudah berhasil membangunkan sosis jumbo om yang tertidur sekian lama sayang?"

__ADS_1


DEG


To be continued


__ADS_2