MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Mengadu..


__ADS_3

...💒Rosemary Restoran...


"Apa?!"


Melinda yang paling keras berseloroh ini pun langsung berdiri dari kursi makan restoran itu.


"Mas bukankah udah aku bilang kalau wanita ini jadi ibu tirimu maaf sekali aku nggak akan mau menikah denganmu sampai kapanpun.. Permisi!"


Melinda yang naik pitam karena keinginannya yang tidak di pedulikan sama sekali oleh Cornel pun akhirnya pergi dari hadapan calon mertuanya juga ibu tiri Cornel yang sudah berhasil membuatnya geram. padahal dari jauh-jauh hari Melinda sudah berpesan kepada Cornel jika nantinya Jelita akan menjadi ibu tiri Cornel maka Melinda tidak akan pernah mau menikahi Cornel sampai kapanpun juga.


Kini Cornel malah lega karena Melinda sendiri yang menolak untuk menikahinya tanpa memikirkan bagaimana nasib janin di dalam kandungannya. Cornel tidak mau mengejar Melinda karena juga Cornel ingin membuat Gadis itu menyesali keputusannya kini dan berbalik lagi kepadanya untuk memohon kepada Cornel waktu yang tepat untuk menikahinya sebelum janin di kandungannya mulai membesar dan membuat perutnya semakin membuncit.


"Cornel kejar Melinda, yakinkan dia?"


"Nggak dad aku jengah ma dia, biarlah tar juga balik sendiri siapa juga yang mau dinikahi."


Cornel pun lega saat Melinda memutuskan untuk pergi dari restoran itu tadi Cornel tidak pernah berniat untuk mengejarnya malah Cornel sangat senang jika pernikahannya dengan Melinda dibatalkan dan sangat berharap seperti itu.


"Heh, elo tuh sembarangan mau main lepas tanggung jawab gitu? Kejarlah ibu dari bayi Lo itu, gue nggak akan pernah maafin Lo jika Lo nelantarin ibu dan calon bayi yang ada di kandungannya, sorry gue masih ngga bisa nyebut namanya dengan mulut gue."


Austin pun melihat gemas istri kecilnya yang masih saja menaruh dendam pada musuh bebuyutannya. Austin selalu ingin tersenyum jika menghadapi tingkahnya yang masih seperti anak kecil itu. Tanpa Jelita sadari Jelita yang sedari tadi nyerocos tak jelas pun akhirnya melirik ke arah kiri sambil mengerutkan kedua alisnya karena sang suami dari tadi melihat Jelita yang mengomeli Cornel dengan senyum senyum sendiri.


"Isshhh Om ngapain kok senyum senyum sendiri sih?


"Ngeliatin cewek cantik yang lagi marahin anakku ternyata lucu juga ya? Udah pantes kok jadi orangtua neng?"


"Ighh om ini?!"


Jelita pun kesal dengan suami tampannya yang masih saja tersenyum dan tak pernah sekalipun marah kepadanya mengapa begitu banyak anugrah yang diterimanya setelah bertemu dengan pria ini. Pria asing yang telah membuat hari-harinya menjadi berwarna. pria dengan usia matang yang ternyata adalah calon mertuanya ini telah berhasil membuatnya bertekuk lutuk dan jatuh cinta yang ternyata berjuta rasanya.

__ADS_1


Negitu manis kisah cintanya kini hingga membuatnya tidak pernah merasakan kesepian lagi walau dulu memiliki kekasih tetapi hari hanya selalu kesepian Kornel tidak pernah ingin menghabiskan waktu berdua dengannya dikarenakan Jelita tidak pernah mau memberinya hal yang lebih dari sekedar berpegangan tangan atau memberi kecupan di pipi Jelita.


Cornel yang melihat hal itu pun akhirnya merasa tersisihkan dan merasa menjadi orang ketiga di antara keduanya. Cornel merasa seperti obat nyamuk yang kerjaannya adalah menghabiskan nyamuk-ngamuk nakal yang sedang mengganggu aktivitas percintaan keduanya. Cornel pun akhirnya mundur teratur untuk pergi dari sisi ayahnya dan juga ibu tirinya yang sedang mesra-mesranya yang sayang juga kalau diganggu gugat olehnya.


"Dad aku pergi dulu?!"


Austin pun bereaksi dengan langsung merubah senyumnya kala menggoda istri kecilnya tadi menjadi marah sambil mengerutkan kedua alisnya.


"Cornel bereskan wanita itu segera! Jadi menikah atau tidak karena kalau tidak Daddy duluan yang akan menggelar pesta pernikahan karena nenek kamu di Prancis sana juga sudah memaksa untuk kami segera melangsungkan resepsi pernikahan."


"Hmm baiklah Dad, apa aku boleh berkunjung ke Mansion nenek sesekali jika aku batal menikah?"


Cornel nelpon mengalihkan pembicaraan dengan membahas tentang rencana kunjungan perdananya untuk melihat dan berkenalan dengan sang nenek di Prancis.


"Boleh tentu saja boleh Cornel tapi sebelum itu kamu harus bereskan semua permasalahan hidup kamu atau kamu mau memimpin bukan info hotel yang ada di Perancis yang sudah tidak memerlukan CEO lagi bolehlah ada posisi direktur yang kosong di sana?"


Austin pun berpikir sejenak untuk memindahkan Cornel ke Prancis kalau memang kisah cintanya di sini tidak memungkinkan untuknya fokus dalam mengerjakan pekerjaannya. ada sebersip ide baginya untuk menjauhkan Cornel dari Jelita sampai keadaan kembali kondusif. hubungan antara cerita dan Cornel yang penuh problem di masa lalu yang agaknya sangat membuat istri kecilnya itu trauma kemungkinan besar akan bisa berangsur-angsur pulih jika Cornel sudah tidak pernah bertatap muka lagi dengannya atau dengan Jelita dalam waktu dekat.


"Yeeyyy oke Dad, sepertinya solusi itu yang lebih baik lagi pula aku sudah muak dengan orang-orang dalam negeri yang punya hubungan buruk denganku."


Austin pun sedikit senang karena bisa memberikan solusi dari kelamnya problem yang dialami oleh Cornel termasuk hubungannya dengan sang istri kecil yang sangat buruk.


"Bagus deh!"


Jelita pun setuju dengan ide itu sehingga semua tidak akan ada yang tersakiti jika pada akhirnya Cornel harus pergi dari Indonesia sesegera mungkin.


"Ya udah Dad aku pamit dulu, dadah juga ibu tiriku?"


Jelita pun menatap Jengah kepergian Cornel sambil memutar bola matanya.

__ADS_1


"A hhh sayang aku ingin menggigitmu sekarang juga di tempat ini ingin meni dirimu lagi kalo kamu bertingkah menggemaskan seperti ini?"


Austin pun meraih tubuh mungil itu untuk mendekat ke tempat duduknya.


"Kemarilah sayang jangan jauh-jauh." Austin yang gemas karena Jelita selalu bertingkah menggemaskan. Austin pun berinisiatif untuk menyuapinya menu hidangan yang sudah di sediakan disana.


"Aaakkk, nyam nyam enakk kan?"


"Hmmm enak, omm jangan dekat-dekat kita tuh dilihat oleh sorot mata kelelawar yang siap untuk menghisap darah dalam cerita vampir kehausan."


"Ahahhaha, ngomong apa sih kamu Hmmm?.Ada ada saja niihh aak lagii, makan yang kenyang nanti om minta jatah lagi sayang om suka Ama ini masih ketat suka banget bikin candu."


Austin pun sampe menyentuh sesuatu di diantara dua kaki istri cantiknya yang praktis membuat sekujur tubuh Jelita meremang


"Oooommm genit banget sihhh, kan malu banyak orang ngeliat kita tuh dikasih banyak piring masa pake sepiring berdua?"


"Yang di protes piringnya atau yang lagi menyentuh yang enak di bawah sini hmm?"


"Sshh dua-duanya dehh."


****


...🏚️Mansion Mahardika...


Melinda dengan kemarahan memuncak pun ternyata langsung menuju ke kediaman opa Dika untuk mengadu.


"Opaaa opa mas Cornel opaaa mas Cornel mau menerima Jelita jadi ibu tirinya, aku nggak Sudi opa?!"


...DEG...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2