
2 jam Sebelumnya
...🏘️ Rumah Jelita...
"Hey gadis nakal kenapa uring-uringan begitu sih?! sudah telpon aja om tampan itu dari pada kamu mondar-mandir tak karuan kaya setrikaan begitu! Pusing Oma melihatmu dari tadi mengambil ponsel meletakkan lagi ambil lagi taruh lagi!"
"Ighhh ngapain aja sih dia Oma?"
"Yah dia kan banyak kerjaan gadis nakal!" Sofia semakin sadar bahwa gadis cantik cucu satu-satunya itu sedang dilanda mabuk cinta.
"Kan ini sudah malam Oma masa sih masih aja kerja?!"
"Ishh gadis ini, dengar bukankah seharian tadi Austin menemanimu membereskan barang-barangmu di hotel Nirwana, coba hitung saja berapa jam waktunya terbuang untuk mengantarmu? bayangkan saja cabang hotelnya di seluruh dunia yang membutuhkan persetujuannya untuk melakukan segala hal?"
"Omo! Masa sih? jadi dengan dia nemenin aku tadi, berarti aku udah bikin dia repot dong sekarang?!" Jelita pun masih dengan sejuta pikiran buruknya sampai menggigit ujung jari telunjuknya sendiri kebiasaan buruk Jelita saat panik dan khawatir berlebihan. "Terus what should i do Oma?" Ucap Jelita sambil masih mondar mandir membuat Sofia semakin menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sekarang telpon dia, ayo telpon nih pake ponsel Oma kalo kamu gengsi!"
"Ck Oma! iya iya aku telpon pake ponsel sendiri!"
Kesal manja Jelita sambil menghentak-hentakkan kakinya karena gengsinya kala harus menelpon cowoknya terlebih dahulu.
✨
✨
✨
...🌁Penthouse Bougenville Hotel...
23.00
"Bos saya sudah menyelidiki tentang keluarga Mahardika pemilik Nirwana hotel Bos." ucap Charles yang kala itu sedang lembur mengerjakan laporan cabang hotel di pulau Kalimantan yang sedang mengalami krisis keuangan.
"Lalu kamu sudah mengetahui informasi tentang di mana anakku?"
"Sudah Bos.."
Kringgg!
Incoming Call
"Tunggu! Charles kerjakan laporan kamu dulu."
Belle fille
(Gadis Cantik)
"Bonjour." ucap Pria matang nan tampan itu.
"Bonjour." jawab Jelita kemudian.
"Sudah kangen?"
"Hmmm eng .. eggak." Mata Jelita di putar searah jarum jam karena mengingkari rasa kangennya. Jelita yang sudah merindukan sifat kebapakan pria matang itu pun ta henti-hentinya bolak balik melihat ponselnya yang tidak juga ada pesan apalagi telpon dari sang kekasih.
__ADS_1
"Oh iya, ya sudah aku tutup dulu, Charles teruskan yang tadi."
"Noooo noooo iyaa iya ampun, kangen iya, aku kangen." Ucap Jelita sambil memainkan ujung hot pantsnya dan memonyongkan bibirnya.
"Nggak ngantuk? Mau di tidurin?"
"Iya mau."
"Ya sudah aku berangkat sekarang!"
"Apaan sih?"
"Katanya pengen di tidurin?"
"Austin! Selalu deh ngomongnya kesana terus?"
"Pfftt hahahaha iya sayang aku nina boboin dari sini ya? udah jam 11 malam ini. Istirahatkan sejenak mata kamu hmm, karena kalo besok kamu terlambat, batal kerja hari itu!"
"Maksud kamu? kenapa batal kerja kalo terlambat?"
"Ehem kerjanya di lantai atas aja masakin aku sehari semalam?"
"Masakin CEO nya maksudnya?"
"Hmm."
"Okay siapa takut?"
"Nggak hanya masakin makanan lo?"
"Terus?"
Keluguan gadis cantik itu pun meronta-ronta kala obrolan pria dewasa yang tak akan nyambung ke otak remajanya membuat Austin pun semakin gemas menggodanya.
"Ugh! Austin! si om inih!"
"Ahahahaha lagi apa sekarang?"
"Lagi nggak bisa bobo!"
"Tuh kan udah dibilang kalo diajak om yang nurut dong, tahu gitu om ajak ke penthouse om?" Austin pun semakin getol menggodanya kala gadis cantiknya merajuk karena rindu tapi malah di ajari dewasa terlebih dulu.
"Apaan sih?!"
Jelita sakin mengerutkan keningnya hingga kedua alisnya menyatu.
"Om lagi apa?"
"Om lagi apa ya? lagi ngobrol Ama sekertaris om!"
...DEG...
"Hah?! semalam ini?! Pantas saja nggak ingat ama .. nggak ingat ama.. iihhh males deh? suruh pergi nggak sekertarisnya?!"
"Kalo nggak, emangnya kamu mau apa hmm?!" Austin lagi-lagi menggodanya dengan tersenyum penuh arti. Seperti baru merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya.
__ADS_1
"Kalo enggak kasih ponselnya ke sekertaris kamu sekarang!" Sarkas gadis cantik mungil lugu tapi ternyata punya pembawaan bar-bar dan bengis itu pun semakin mengatur dan posesif pada kekasihnya yang lebih pantas menjadi omnya itu.
"Oww siap tuan putri!"
"Nih ada yang pengen ngomong ama kamu!" Austin pun langsung memberikan ponsel mahalnya pada Charles sambil menutup bibirnya sendiri karena tak tahan melihat tingkah konyol gadis cantik kekasih barunya yang salah mengira bahwa Charles adalah wanita.
"Ha halo mbak Jelita."
"Loh kok cowok sih?! tadi katanya sekretaris pri ba di, aarghhh sial! Aku di kerjain lagi! hmmm nggak jadi mas, hmm mas bisa balikin ponselnya nggak ke yang punya?"
Lalu saat ponsel Austin kembali lagi ke tangannya. Austin pun tak tahan menunggu Jelita untuk bereaksi, tawanya terlebih dulu terlepas saking lucunya membayangkan betapa gemasnya Austin pada gadisnya. Karenanya Austin ingin sekali menghabiskan seluruh waktunya bersama dengan Jelita jika diberi kesempatan.
"Pffftttt hahahaha."
"Ugh kesel deh, igh awas ya kalo ketemu?!"
Jelita yang sangat trauma dengan kata-kata sekretaris apalagi sekretaris pribadi karena sekretaris pribadi lah hubungannya dengan Cornel kandas.
"Kalo ketemu mau apain om?"
"Mau kasih hukuman setimpal pokoknya!"
"Ups takuuut!" jawab Austin sambil tersenyum dan terduduk di sofa living room-nya.
Charles pun melihat senyum dan tawa Austin
yang langka karena hampir tidak pernah di jumpainya Austin sebahagia itu.
"Hoaaamm ngantuk."
"Hmm ya sudah tidurlahh hmmm."
"Tapi jangan dulu di tutup ponselnya."
"Okay baiklah sayang, tidurlah sambil aku selingi bekerja ya?"
"Hmm." Setelah mendengar sang pujaan hatinya ternyata bekerja lembur Jelita pun lega lalu merasa tenang dan mengantuk tapi tetap dengan di temani Austin yang berada di Penthouse mewahnya tepat di lantai atas hotel bintang lima miliknya.
45 menit kemudian..
...BRAKK...
Seorang laki-laki terlihat mendobrak kamar Jelita hingga pintu dan engselnya pun terlepas lalu lelaki itu pun menerobos saja ke dalam kamar Jelita dan hendak melakukan tindakan tak senonoh kepada gadis cantik itu yang sedang dipeluk erat oleh sang oma.
"Breng sek! Charles Panggil Beno CS sekarang!" Setelah mendengar pintu di dobrak Austin yang menuruti saja pemintaan Jelita untuk tetap menghubungkan panggilannya sampai Jelita tertidur pulas itu pun akhirnya mendengar Cornel mendobrak masuk ke dalam kamar Jelita yang sontak membuyarkan konsentrasinya.
Sementara itu keadaan sudah semakin runyam saat..
...🏘️ Rumah Jelita...
"Jelita sayang kamu harus menjadi milikku malam ini."
"Aaaaarggghh Omaa tolong aarrghhh, Austiiiinnnn Aaaaarrggg!!"
"Panggillah semua orang sayang, apa kamu tega membangunkan nenekmu yang kelelahan hmmm hahahaha, dan kekasihmu yang entah dimana rimbanya." Cornel yang sudah siap menindih tubuh mungil nan mulus gadis cantik itu pun sedikit lagi berhasil menerobos ke bagian dalam celana hot pantsnya.
__ADS_1
DEG
To be continued