
"Apa?! Suami?!"
"Tunggu dulu?! Cornel katakan apakah benar yang dikatakan oleh Jelita tadi apa Austin dan Jelita sudah menikah? tapi tapi bagaimana bisa Apakah benar itu Austin?!"
Farah dan Mahardika sampai terperanjat dari ranjangnya saat Jelita mengatakan bahwa Austin adalah suaminya dan hendak mengajak pergi Austin dari mention Mahardika sekarang juga saat kedua pria dan wanita tua itu selalu saja menghujat Austin dan menyalahkannya atas kematian putrinya berpuluh-puluh tahun yang lalu yang ternyata bukanlah kesalahan Austin.
"Ayo sudah kita tidak ada urusan lagi di sini Aku sudah muak melihat pasangan ini yang selalu saja menghujatmu dengan alasan yang belum ada buktinya sama sekali."
"Maaf permisi ayah ibu, istriku sudah mengajakku untuk meninggalkan tempat ini dan Cornel kabarin Daddy nanti."
"Ya dad pergilah.."
Cornel pun mempersilahkan Austin dan Jelita pergi dari kediaman Mahardika daripada keadaan semakin runyam jika keduanya masih tetap tinggal lebih lama di mention itu.
Di perjalanan..
"Sayang sudahlah mereka orang tua yang kolot dan belum mengerti keadaan sebenarnya dari Ratri yang menyuruhku bersumpah untuk merahasiakan tentang hal ini tentang hal penyakit kronisnya yang disimpannya sejak dia berusia 15 tahun."
"Aku pun heran dan terkejut mengapa gadis belia itu sudah bisa menyimpan masalah yang begitu berat di masa beliaunya yang seharusnya dihabiskannya bersenang-senang dengan teman-temannya mengarungi masa muda yang bahagia namun karena Mahardika sangat ketat sangat otoriter dan begitu memonopoli keadaan sehingga Ratri nekat untuk mengajakku bermalam saat kita berdua mabuk white yang belum pernah kita coba sebelumnya sehingga saat kita menghabiskan segelas kristal selain itu saja sudah membuat kita berdua kehilangan akal walau memang terlihat sekali kalau Ratri ingin sepertinya ingin sekali mencari pembenaran dan berbuat onar supaya Mahardika lebih memperhatikannya selayaknya remaja di usianya yah tidak perlu dibahas lagi itu semua Masa Lalu yang harus kita jadikan pelajaran agar kita tidak mengulangi hal itu untuk anak cucu kita kelak.
__ADS_1
Jelita yang memang sedang murung dan marah karena sikap kedua kakek dan nenek Kornel yang memang sedari dulu tidak pernah berubah begitu sombong congkak dong otoriter mungkin itulah karakter dari para konglomerat yang tidak pernah menghargai orang lain apalagi orang lain itu dianggapnya sebagai penghancur keluarganya seperti Austin Lambert.
"Iya aku juga udah nggak perduli mau mereka berkata apa Yang jelas aku sekarang sudah mengetahui ternyata Om tidak bersalah dalam hal ini walau Om sudah mengalami musibah berat dalam hidup Om karena menyimpan rahasia yang begitu besar puluhan tahun bukankah waktu itu om terpaksa harus menjalani tahanan imigrasi selama 20 tahun pasti semua itu sudah mencoreng nama baik Om nama baik keluarga lorent bukan kayak begitu tapi kedua orang itu sepertinya tidak pernah cerah untuk menyakiti Om mudah-mudahan keduanya sadar apalagi sudah bau tanah seperti itu ih aku jadi kesal untungnya aku tidak jadi menikah dengan Kornel aku tidak bisa membayangkan jika akhirnya aku menikah dengannya?"
"Kemarilah mendekatlah aku akan memelukmu dari samping cup cup Terima kasih sayang gadis nakal gadis pencemburu gadis pemarah yang selalu berhasil membuat hatiku terkejut terkagum-kagum dengan sifat barbarnya yang suka melawan karena dia benar terima kasih sudah hadir dalam hidupku terima kasih sudah mau sabar menghadapi pria tua ini Pria tua yang seharusnya lebih cocok menjadi pamanmu menjadi ayahmu?"
"Oh enak aja aku nggak mau ya punya ayah seperti ini Aku harus bersaing dong dengan gadis remaja lain kalau ayahku dilirik oleh mereka tidak tidak tidak aku tidak mau memiliki Ayah tampan ini aku hanya mau pria tua ini menjadi kekasihku lebih bagus lagi menjadi suamiku hahaha alhamdulillah ternyata Allah mengabulkan doaku sehingga pria tua ini sekarang sudah berhasil kumiliki berikut juga harta bendanya yang begitu banyak hahaha."
"Pffftttt hahaha ya itulah yang aku suka darimu sayang kamu selalu blak-blakan kamu tidak menyimpan apa yang kamu rasakan di dalam hatimu sehingga aku juga tidak bertanya-tanya dan penasaran sebenarnya apakah kamu benar-benar mempermainkanku tapi kalau boleh aku jujur aku sebenarnya tidak pernah berpikir untuk bisa menambatkan hatiku kepada gadis kecil secantik kamu tapi mengapa jauh di lubuk hatiku selalu terketuk untuk memikirkan kamu memikirkan gadis usil babar pemarah yang suka membuat aku kesal membuat Aku geram dengan tingkah nya yang unik."
"Sudah itu namanya bucin! Om itu sudah tergila-gila padaku terima saja Om tidak usah berkelit lagi cinta memang tidak bisa direncanakan apalagi untuk perbedaan usia seperti kita yang jauh tapi tidak terlihat Karena Om yang begitu menjaga tubuh Om dengan berolahraga dan nge-gym sepertinya sehingga mungkin kalau di jalan aku seperti berkencan dengan pria hidung belang."
"Iishh ahahahaha takut, om hati-hati ah kalo nyetir, iyalah kalau Om suka jelalatan lirik sana lirik sini pasti semua gadis akan mengira Om itu pria hidung belang sayangnya Om tidak buncit jadi tidak ada yang mengira Kalau Om itu sebenarnya sudah om-om dan memiliki anak yang seusiaku juga."
Jelita yang sampai digigit pergelangan tangannya karena sudah menyebut Austin sebagai pria hidung belang karena saking gemasnya Austin pun nekat melakukan hal yang tanpa sadar membuat kemudinya oleng.
Keduanya pun akhirnya turun di lobby hotel lalu mobil Austin pun di parkiran oleh security hotel jadi keduanya bisa melesat langsung menuju ke Penthouse Austin. Sejak Austin datang dari Prancis tempo hari keduanya pun akhirnya sepakat untuk tinggal bersama di Penthouse mewah itu.
...🏨Penthouse Bougenville Hotel...
__ADS_1
"Om aku mandi dulu ya lengket semua rasanya badanku, abis ber cinta seharian lalu juga belanja isshhh omm AA hhh, bauu ihhh."
"Hmmm nggak sayang kamu selalu wangi di mataku, nggak pernah sedikitpun bau pantry, atau bau masakan dan kompor."
Austin yang menggodanya padahal memang sekujur tubuh gadis itu sudah sukses di hinggapi bau bauan yang campur aduk.
"Ighhh males dehh, selalu lip sweet service (manis di bibir saja)."
"Heyy siapa bilang? hmmmpphhhff."
Austin yang selalu tak tahan untuk mencicipi setiap jengkal sudut tubuh Jelita dengan Li dahnya hingga tak sadar Jelita sudah di buat polos lagi dan lagi. Lalu tangan Austin dengan jari jemarinya yang kreatif kini sudah bersemayam maju mundur di antara dua kaki jenjang gadis cantik itu, lalu tanpa sadar cairan merah menempel di telapak tangannya ."
"Hmmm Om aku mens itu di tangan om."
DEG
"Hah?!"
To be continued
__ADS_1