MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Om Nikah Yuk?


__ADS_3

...🏨Bougenville Hotel Paris...


"Sayang om sudah nggak tahan, kita ke kamar om ya, kamu sudah berhasil membangunkan sosis jumbo om yang tertidur sekian lama sayang?"


"Sshhh om sayang tau nggak kenapa om nggak boleh melebihi area ini kalo udah masuk, om harus nikahin aku dulu?" Jelita pun menunjuk titik sensitifnya yang ada di antara kedua kakinya yang sekarang ditindih oleh Austin diatas jok mobil mewahnya setelah keduanya tidak bisa menahan untuk menuntaskan kerinduan yang selama satu Minggu terpendam. Jelita yang kini menutupi area dadanya yang sudah terkoyak akibat serangan membabi buta pria matang yang sudah lama tidak menja mah tubuh wanita mana pun mengukir lagi tanda cinta di sekujur dada menggemaskan gadis cantik itu.


"Hmmm Om bingung takut kamu keberatan kalau om nggak melamar kamu secara resmi, ini kan pernikahan pertama kamu sayang hmmppffhh." Austin pun mencium lagi bibir mungil yang tadinya penuh lipstik merah sekarang belepotan kemana-mana menempel ke sekeliling wajah pria matang ann tampan itu yang sudah ditumbuhi lagi bulu-bulu geli yang membuat Jelita makin ingin mencumbu inya lagi dan lagi.


"Bisa tahan nggak sampai besok?" tanya Jelita memastikan bagaimana naf su sang calon suami yang tak bisa di tahan itu pun di uji lagi oleh keinginan Jelita untuk mengesahkan hubungan mereka sesegera mungkin.


"Nggak tahan sayang om nggak kuat." Sambil masih menyusup di ceruk leher jenjang nan mulus Jelita Austin sambil memejamkan matanya.


"Hmm ya udah ayo cari masjid?" sambil memainkan rambut ikal om tampan yang menempel di dadanya yang akhirnya membuat Austin terkaget-kaget dan bangkit dari tubuh mungil gadis cantiknya.


"Masjid?" Austin pun memastikan kalau pendengarannya masih normal.


"Pfftt hahaha kok wajahmu begitu sih! Udah ayo kita cari masjid terdekat, kita nikah secara secara agama dulu, apa om keberatan?"


"Hmmm noo? cuma om tuh nggak nyangka, ini pernikahanmu yang pertama sayang, apa cuma sesederhana itu?"


"Heh enak aja! Nggak ya? Aku mau kita nikah siri dulu biar om bisa hmmm bisa minta itu ke aku?"


"Hmm itu apa?"


"Ya ber begitu begitu.. ishh tutup mata om?!" Ucap Jelita sambil kedua tangannya menutup saja wajah tampan Om tampan itu saat Austin membantu memakaikan bra Jelita dan dress mininya.


Lalu Austin pun menjulurkan lidahnya ke telapak tangan mungil nan lentik yang menutupi wajahnya itu agar gadis itu segera menarik lagi telapak tangannya yang menghalangi penglihatannya saat membenarkan resleting mini dress dan yang lainnya

__ADS_1


"Terus bagaimana cara om memasangkan dress kamu kalo mata om aja ditutup begini?"


"Om tuh? aku kan nggak kuat di tatap begitu?" Jelita mengungkapkan rasa nervousnya kala Austin melihat setiap jengkal tubuh molek gadis cantik itu tak berkedip.


"Nah sudah kan pakai kemeja om aja sayang. kita masuk lagi ke kamar kamu ganti baju yang layak buat kita ke masjid?" Ucapnya sambil masih sedikit ragu bagaimana jika sesuatu terjadi saat mereka akan menikah secara siri nanti? Austin berharap agar tidak ada lagi alasan baginya untuk mengurungkan niatnya menikahi gadis cantik pembolak balik hatinya ini.


"Jadi yakin sudah mantap nikahin aku yang suka bikin kamu marah, suka bikin kamu kesel, suka bikin kamu mengumpat kasar di belakangku? Karena setelah kamu menikahiku awas ya? Nggak ada jalan kembali ke masa~masa nakal om lo?!"


Jelita pun memberi sejumlah pertanyaan yang seharusnya di lontarkan oleh Austin sang calon mempelai pria dan bukan darinya sang mempelai wanita.


"Pffttt hahahaha om takut, sepertinya pertanyaan seperti itu harusnya om yang bilang, ehem ehem coba ya, Jelita lebih baik kamu pikirkan sekali lagi, karena setelah kita menikah nanti maka tidak akan ada kesempatan untuk kembali sebebas merpati, kamu tidak bisa mundur lagi saat perbedaan usia kita yang terlampau jauh hingga 25 tahun pasti akan sangat berbeda saat aku berusia sangat tua sedangkan kamu tetap masih muda dan menggairahkan, apa kamu tetap akan setia padaku sayang?"


"Piihanku yaitu pria tua ini yang tidak akan berubah walau kamu menua keriput nggak tampan lagi, aku akan tetap menjaga hati berdoa agar kita bisa hidup bersama sampai dunia akhirat bersamamu, om tampanku."


"Amiinnn, ya sudah kita langsung berangkat ya, bismillahirrahmanirrahim." ucap Austin mantap dengan menghidupkan mesin mobil sport Bugati La Votuire Noire hitamnya dengan kaca film full black yang tidak akan terlihat oleh wartawan walau dalam jarak dekat sekalipun.



Setelah berkendara sekitar 1 jam 30 menit lamanya akhirnya Jelita dan Austin pun menemukan bangunan masjid yang terletak di dekat Paris square yaitu masjid Grande Mosquée de Paris, Prancis.


Grande Mosquée de Paris adalah sebuah masjid yang terletak di arondisemen Ve. Masjid ini didirikan setelah Perang Dunia I sebagai tanda terima kasih Prancis kepada tirailleurs Muslim dari koloni yang turut berperang melawan pasukan Jerman. Masjid ini dibangun mengikuti gaya mudéjar. Menaranya memiliki tinggi 33 meter.



Keduanya pun turun dengan terlebih dulu Jelita masuk untuk berwudhu dan memakai mukenah yang ada di bilik jemaat wanita sehingga saat Austin mencari keberadaan kyai dan juga santri yang berada di dalam masjid tersebut untuk membantu menikahkan keduanya pun, lancar dan tidak terhalang satu apapun.


Prosesi pernikahan siri antara Austin Lambert dan Jelita Asyafani Suroso binti Bagas Suroso pun di laksanakan dengan lancar dan khidmat tanpa kurang satu apapun. Keduanya pun resmi menjadi suami istri di hari tepat di pukul 7 pagi sebelum shubuh dilaksanakan di masjid itu.

__ADS_1


Keduanya pun melaksanakan sholat shubuh berjamaah bersama pertama kali di masjid sebagai suami istri secara agama.


Setelahnya Jelita dan Austin pun langsung kembali ke hotel yang rencananya mereka akan memberi tahu Oma Sofia terlebih dahulu perihal pernikahan siri keduanya.


Selanjutnya keduanya pun berkendara kembali ke arah Bougenvile Hotel setelah menyelesaikan semua kewajiban keduanya sebagai umat muslim. Austin pun memesan kamar president suite dengan hiasan honeymoon untuknya dan Jelita agar lebih terasa moment malam pertama untuk istri kecilnya yang sudah berhasil menjaga kesuciannya dan dipersembahkannya dengan sangat istimewa untuk sang suami tercinta.


"Hai kok diem aja nervous ya?" Ucap Austin saat menyapa Jelita yang kini sudah berganti status menjadi istrinya.


"Ah nggak?!"


Jelita pun mengingkari perasaan nervousnya yang memuncak kala hari ini adalah moment sakralnya sebagai seorang istri untuk melakukan kewajibannya sebentar lagi.


"Hei, tunggu dulu, aku parkiran mobilku sebentar sayang, aku akan melemaskanmu hingga bukan aku lagi yang meminta untuk memulai sesi ber cinta kita nanti saat malam pertama, tapi kamu?"


"Hah? bagaimana bisa nggak mungkinlah aku yang minta? Begituan aja nggak pernah?!"


"Diam dan rasakan betapa dahsyatnya cumb uanku hingga kamu akan memohon untuk itu sayang?"


"Oh ya? Mashmmmfhh."


Saat akan berkata Austin sudah menyerangnya untuk membuat Jelita ber naf su dan ber ga irah sehingga bukan lagi Austin nanti yang meminta jatah padanya melainkan sebaliknya. Ciu man panas pun berlangsung begitu lama hingga ce la na dalam Jelita tempat favorit Austin pun perlahan-lahan diturunkannya dari mini dressnya hingga turun melingkar di salah satu kakinya.


Austin pun membuka lebar-lebar tempat favoritnya tadi hingga tampaklah belahan daging pink kemerahan yang begitu cantik hingga membuat Austin serasa menjadi pria paling beruntung di dunia.


"Hmmm sayang aku malu jangan dilihat begitu, aku tutup nih?!"


...To be continued...

__ADS_1


__ADS_2