MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Saran Charles..


__ADS_3

...🏨***Bougenville Hotel***...


"Hah?! apa-apaan ini mas black card atas namaku?! Apa artinya ini? hah aku tahu kenapa dia memberikan ini semua supaya dia bisa ninggalin aku seenaknya kan? aku nggak butuh semua ini mas! kembalikan saja pada bosmu itu karena aku bukan wanita mata duitan yang bisa dibeli dengan semua ini!"


"Mbak tunggu Mbak bukan seperti itu mbak maksudnya? Mbak bisa membalas Bos dengan menggunakan kartu ini?"


"Gimana sih maksudnya Mas aku nggak ngerti!"


"Sebenarnya dia bakalan kembali lagi ke Indonesia nggak sih?"


"Maka dari itu Mbak mbak seharusnya mencari tahu sendiri menggunakan kartu ini dan menyusulnya ke negaranya?"


"Apa menyusulnya?! Mas Charles mau saya jual rumah saya dulu buat biaya berangkat ke saya pulang pergi Paris~Indonesia begitu maksudnya?"


"Maka dari itu mbak dengerin dulu saya ngomong, saran saya lebih baik mbak menggunakan kartu ini untuk membeli tiket pulang pergi berikut mencairkan secara cash untuk mengisi saldo rekening bank agar bisa lolos survei pengurusan Visa mbak nanti, toh kartu kredit ini dibuat khusus dengan nama Mbak Jelita sendiri setelah Bos melihat KTP Mbak saat lamaran kerja mbak saya kumpulkan di mejanya. saya juga nggak tahu apa sebenarnya maksud Bos menguruskan Mbak black card."


"Blackcard ini adalah kloning dari black card nya yang di atas namakan kepada ahli waris yang tentunya adalah seseorang yang sangat penting di hidup boss mbak. Jangan terlebih dahulu berasumsi yang tidak tidak mbak. Siapa tahu bos memang menganggap Mbak Jelita lebih dari sekedar kekasih melainkan ingin sekali membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius."


"Kalau dia marah gimana terus dia menuntut ku supaya aku mengembalikan biaya ku berangkat ke Paris pulang pergi? Lalu apa yang harus ku bayarkan padanya? Aku hanya anak yatim piatu yang tidak mempunyai kekayaan apapun mas, aku juga tidak mau merepotkan nenekku yang baru kutemui belum sebulan ini."


"Mungkin saja nenekku kaya di sana, tapi apakah tiba-tiba aku harus menodong nenekku untuk membayarkan semua pengeluaranku untuk mengejar cinta yang bertepuk sebelah tangan, cinta tak berbalas."


"Coba mbak Jelita pikirkan kembali baik-baik jangan sampai mbak Jelita tiba-tiba resign dari hotel kami karena kesalahpahaman. Saya tidak mau membuka rahasia Bos karena pastinya lebih baik bos sendiri yang menceritakan rahasianya kepada mbak."


"Hiks, hiks ya sudah mas kalau begitu kartunya aku bawa dulu aku akan meminta pendapat pada nenekku dan juga pada sahabat-sahabatku bagaimana sebaiknya?Apakah lebih baik aku berangkat ataukah aku harus melepaskan semuanya sampai di sini!"

__ADS_1


"Baiklah mbak semoga keputusan mbak nanti adalah keputusan yang tepat bukan keputusan yang didasarkan atas emosi sesaat saya tidak mau mengungkapkan rahasia Bos kepada mbak sekarang karena memang bukan hak saya untuk mencampuri urusan kalian berdua."


"Baik terima kasih mas Charles aku mau kembali dulu ke kamarku."


Tanpa disadari oleh Charles dan juga Jelita dari balik ruangan kepala chef itu Berta dan juga para bawahannya yang suka sekali menggunjingkan orang lain pun mencuri dengar atas semua percakapan yang terjadi antara Jelita dan Charles tadi.


Mereka adalah Berta, Fania dan juga Tantri ketiganya nampak membelalakkan matanya lalu menutup mulut mereka yang menganga dengan kedua tangan mereka masing-masing.


"Omo apa yang kita dengar barusan guys?" tanya Fania yang terkejut setengah mati atas gosip yang baru saja mereka perdengarkan.


"Wah ternyata sepak terjang anak baru patut diacungi jempol juga?" ucap Berta yang kedudukannya sama dengan Jelita.


"Bodo! lebih baik kita demo aja dia biar segera dipecat dari sini masa sih baru juga jadi karyawan dua hari udah ngegoda aja CEO kita ye nggak?" ucap Tantri yang tak kalah kesal dengan keberuntungan yang dialami oleh Jelita saat Austin ternyata sudah sedekat Itu dengan kepala Chef mereka itu.


"Heh ada apa ini? Bubar bubar, Berta


"Me mengerti pak Charles yuk kabur guys!" Seru Berta yang langsung saja menyeret kedua anak buahnya untuk segera pergi dari ruangan kepala chef itu agar tidak berlarut-larut membuat Charles panas sehingga ketiganya akan tercatat di buku merah sang pemilik perusahaan yang pastinya akan berakibat fatal dengan hukuman pemecatan.


...1 jam kemudian...


Room 2012


Tok .. tok .. tok ..


Cek klek

__ADS_1


"Jeli maafin gue sekali lagi maafin gue kalo gue tahu adek gue seliar itu nggak bakalan gue ijinin dia kerja di tempat tunangan lo?!"


"Sudahlah Mel yang lalu biarlah berlalu kalau kita terus menoleh ke belakang kita tidak akan pernah maju dan move on ya nggak sih? Yuk masuk tuh udah ada Oma gue lo belum kenal kan sama Oma gue, yang datang gue import khusus dari Perancis."


"Ahahaha bisa aja Lo, Bonjour Oma saya Emily."


"Bonjour Emily namaku Sofia."


"Hai Oma Sofia aku sahabat Jelita sejak SMP Oma." Emily pun kemudian memberikan pelukan hangat kepada Sofia saat wanita tua itu menyambutnya dengan tangan terbuka dan penuh kehangatan.


"Ayo ke sana mungkin kalian ingin bicara di balkon hotel ini agar lebih private, Jelita sebaiknya kamu beri Emily dessert yang sudah kamu bawa tadi dari restoranmu dan juga sedikit cocktail buatanmu yang tadi sudah Oma coba dan rasanya enak ada sedikit alkohol tapi tidak terlalu keras sih enak untuk menghangatkan tubuh kita."


"Iyaa iya Oma bawel ah!"


Sofia pun kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya kala cucu cantiknya itu tiba-tiba mengatakan bahwa Sofia suka cerewet dan banyak bicara.


"Sekarang ceritain ke gue gimana bisa lo tinggal di paviliun semewah ini, sedangkan yang gue tahu tunangan lo tuh nggak pernah memfasilitasi lo apapun selama kalian bersama."


"Ye kalau itu mah gue mah nggak mau, dari dulu Gue punya prinsip bahwa gue nggak akan pernah mau menerima pemberiannya kecuali kita bertukar hadiah atau apapun juga karena gue nggak mau dibilang cewek matre Mil!"


"Lo tau apa yang dilakuin Cornel saat gue mutusin dia dan membatalkan pertunangan kita setelah gue memergoki keduanya sedang begituan di dalam kamar pasien Opa Dika."


Emily pun mendengarkan dengan seksama dan menggeleng-gelengkan kepalanya bahwa Emily tidak tahu menahu tentang perkembangan hubungan antara Jelita dan Cornel pasca batalnya pertunangan mereka berdua.


”Gue di per kosa Mil!".

__ADS_1


...DEG...


To be continued


__ADS_2