
Kantor Polisi
Ruang Interogasi..
"Apa?! Apa maksud ayah, ja jadi jadi Cornel yang sudah selingkuh dari Jelita dan juga yang adalah mantan tunangan Jelita adalah anakku? Charles apa benar yang mereka katakan mengapa kamu sampai sekarang tidak juga melaporkan kepadaku tentang hal ini Charles?"
"Maafkan saya bos setiap kali saya akan menceritakan tentang hal ini kepada bos Mbak cerita selalu muncul kadang ditelepon kadang bertemu jadi saya tidak enak hati untuk mengungkapkannya sendiri kepada bos mengingat Pak Kornel adalah juga mantan tunangannya."
Charles pun mengungkapkan kebenaran juga pada saat itu dengan berbisik kepada Austin.
...Breng sek! sialan Ya Tuhan takdir apa ini, Apakah ini juga karma untukku sehingga memiliki anak yang tidak pantas untuk menjadi laki-laki sejati seperti itu perselingkuh pemerkosa apa-apaan ini lalu sekarang malah aku sudah jatuh cinta kepada gadis kecil mantan tunangan anak kandungku sendiri ya Tuhan dosa apa yang sudah aku lakukan selama bertahun-tahun hingga harus menerima karma berat ini sekarang....
Gerutu Austin dalam hatinya seakan ingin berteriak kepada seluruh dunia bahwa Austin ingin meninggalkan dunia yang fana ini detik ini juga, jika ada kesempatan. Austin seketika merubah raut wajahnya dan terduduk di sofa ruang interogasi kantor polisi itu. Serasa tidak ada darah lagi untuknya berdiri berpijak diatas lantai kantor polisi itu lagi sekarang.
Tidak ada lagi daya serta upaya untuknya kini ketika gadis kecil yang sudah berhasil membangkitkan lagi has rat terpendamnya setelah sekian lama tak merasakan artinya cinta, setelah sekian lama selalu bermain-main dengan kesendiriannya. Mengapa Austin masih bertahan dengan kesendiriannya sekian lama? Apakah rasa cintanya pada Ratih? ataukah karena tidak ada satu pun wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta lagi? Iya itulah yang dirasakan Austin selama 25 tahun masa lajangnya. Namun tak menutup kemungkinan Austin sempat menjalin hubungan dengan berbagai wanita yang berbeda untuk beberapa periode.
*****
Edelweis Restoran
__ADS_1
"Untuk sementara saya akan melanjutkan menu buffet yang sudah berjalan tapi dengan resep yang saya punya, kita lihat nanti reaksi pengunjung seperti apa karena saya ada link survey untuk kepuasan pelanggan atas menu yang sama dengan rasa berbeda hari ini. Nanti untuk waiter yang bertugas harap satu persatu memberikan link survey kepuasan pelanggan ini pada tiap meja, okay? apa ada yang keberatan?" Ucap Jelita yang memimpin meeting di dalam ruangannya yang di rancang terdapat meja meeting oval untuk melakukan meeting harian atau briefing saja.
"Baik saya Danu bu," ucap waiter yang akan mengumpulkan respon dari pelanggan siang ini.
"Iya Danu rata-rata pengunjung di saat makan siang yang datang kemari, sekitar berapa banyak ya?"
"Wah biasanya hanya 50 persen dari target si bu."
"Ow aku yakin setelah hari ini 50 persen itu akan menjadi 100 persen keesokan harinya, bismiilah kita semua optimis ya? oh ya mulai hari ini panggil aja dengan nama Jelita saja, atau mbak Jelita, aku masih baru mohon bimbingan kalian semua, aku ingin sebutanku sebagai mbak ini tidak membuat kita segan dan sama-sama berjuang bekerja sama untuk memajukan restoran edelweis okey guys yuk semangat.
"Amin makasih mbak Jelita, sudah orangnya masih muda, cantik, bertalenta, membuat kita semangatlah pokoknya." Ucap Rani chef junior yang usianya jauh lebih tua dan sudah berkeluarga. Kebetulan usia Jelita yang paling muda dari bawahannya yang berjumlah 20 orang disana. Sehingga tak sedikit pula yang menyangsikan kemampuan memasaknya walau sudah jelas-jelas kesemuanya sudah mengetahui sepak terjang Jelita dari sejak tiga tahun lalu masuk sebagai chef kepala di salah satu Restoran yang tentu saja lebih dikenal akan rasanya yang bikin candu yakni Serenade Restoran.
Prokk . . prok . . prok . .
Para bawahannya pun semakin semangat dengan sebelumnya mencicipi masakan yang di buatkan oleh Jelita sebagai hidangan salam kenal darinya sebagai kepala Chef yang baru.
Suasana baru dengan kehadiran Jelita di Restoran mewah yang sayangnya tanpa ada nyawa yang membuat restoran itu menjadi di sukai oleh pelanggan. Kebanyakan dari mereka yang datang dan makan di Edelweis bukanlah karena tujuan utama mereka untuk makan di Edelweis melainkan karena mereka adalah tamu hotel disana atau orang-orang yang sebenarnya berkunjung ke hotel jadi mau tidak mau saat siang tiba mereka akan otomatis mampir ke Edelweis karena lapar bukan karena rasa unik masakan dari Edelweis yang membuat mereka datang dengan niat suka dengan masakan restoran itu.
Niat Jelita adalah merubah pandangan para pelanggan agar datang karena ketagihan dengan rasa bukan karena terpaksa. Lalu seseorang yang sangat di rindukannya seharian karena seingatnya tadi malam Austinlah yan menina bobo kannya sudah tidak ada di sisinya ketika Jelita membuka matanya. Setelahnya Jelita pun sadar di sana ada oma yang mengawasinya dan juga pastinya oma juga memantau jangan sampai ada Cornel Cornel baru yang akan menyakiti cucu semata wayangnya yang kecantikannya paripurna dan tiada duanya.
__ADS_1
Jelita pun melihat sang kekasih melewati Edelweis restoran tanpa berhenti untuk hanya sekedar menyapanya. Jelita pun melihat nyalang dari belakang hingga nampaklah punggung om tampan yang bidang dan tinggi menjulang yang menghilang untuk masuk ke lift direksi menuju ke ruangannya di lantai 25 dengan didampingi oleh Charles sang sekertaris.
"Ah aku sudah tak sabar menceritakan padanya bagaimana hasil dari survey kepuasan pelanggan, semoga hasilnya bagus." Ucapnya pada diri sendiri kala om tampan itu hanya melewati restoran tempatnya bekerja yang memang terletak di lobby yang bisa melihat om tampan itu keluar masuk dari depan matanya dari jarak yang tak terlalu jauh. Tapi walau hasilnya tidak memuaskan Jelita akan tetap bertanggungjawab untuk membuat para pelanggan menyukai masakannya dan membuat mereka mau tak mau kembali ke Restoran itu bukan karena keterpaksaan karena ketagihan dengan rasa yang Jelita suguhkan.
*****
Ruang CEO
Rasa terkejut, syok, marah, kesal, sesal, bercampur menjadi satu setelah dengan berat hati Austin harus membebaskan Cornel yang sudah berkali-kali menyakiti gadis yang menjadi penghuni hatinya kini. Austin masih belum siap untuk menerima kenyataan yang begitu pahit yang menyerang hingga relung jiwanya. Tidak ada sama sekali keinginannya untuk merengkuh putra semata wayangnya yang telah seumur hidupnya di tinggalkannya.
Mahardika yang sudah tega menyebut Austin sebagai pembunuh mendiang ibu kandung Cornellah yang membuatnya terhalang untuk memasuki negara indonesia lagi karena tercorengnya namanya sebagai tahanan imigrasi sampai di 5 tahun yang lalu barulah Austin bisa mengajukan banding dan membersihkan namanya hinnga tahun ini barulah dia bisa kembali ke negera tempatnya bertemu dengan cinta pertamanya dan hendak berdamai dengan keadaan.
Maka dari itu...
"Charles siapkan private jet untuk ku kembali ke prancis detik ini juga."
"Tapi bos bagaimana dengan mbak Jelita. kasihan mbak Jelita boss kalo boss meninggalkannya."
DEG
__ADS_1
To be continued..