
"Trus mbak Can mau naik apa?" tanya Tina Dona dan Dewi bersamaan.
"Hey naik dia tuh, udah nungguin gue dari tadi."
"Ohh my God mbak Can hebaaattt!!"
Cek . . krek . .Cek . . krek . .📸📸📸
"Aduuhhh gue mau ikutan kesanah guys tunggu mbak Can jangan pergi dulu, gue pengen ngabadiin penampakan tampan dari dekat juga mbak."
...Call Ended...
Dewi pun berlari sekencang-kencangnya agar Jelita tidak keburu menghilang dan pergi dari Serenade Restaurant.
Outfit Austin hanya memakai kaos dengan kaca mata hitam yang tadi di lepaskannya hingga mata kucing biru kehijauannya pun semakin menyempurnakan ketampanannya. Lalu Jelita pun menghampirinya dengan menyuguhkan minuman dingin coketail segar non alkohol buatannya.
"Hmmm cobalah ini salah satu minuman buatan gue, gimana rasanya?"
"Seperti biasa semanis bibir kamu."
"Serius di kritik dong yang pedes juga gue siap nerima?"
"Hmmm dari teksturnya lembut, dari perpaduan rasa buahnya sempurna, apalagi ya? hmm kenyal dan menggemaskan." Austin pun tersenyum menggodanya sambil mengedipkan sebelah matanya padahal yang di gambarkan Austin tadi adalah karakteristik bi bir Jelita yang manis semanis minuman yang di raciknya tadi.
"Hmm selalu deh masih ngebahas tekstur bibir gue ya?"
"Pfftt hahaha iyaa."
"Eh elo baru aja ketawa sumpah manis banget."
"Oh ya? cuma kamu yang bisa buat aku tertawa sayang." Austin pun lagi-lagi menunjukkan kemesraannya dengan membelai lama pipi mulus Jelita sampai Jelita seakan terhanyut lalu memejamkan matanya dan memegang juga tangan Austin yang saat ini bertengger di pipi mulusnya.
Kejadian itu pun sontak di abadikan lagi oleh Lukman untuk dilaporkannya lagi ke sang Majikan.
...Outgoing Video Call...
__ADS_1
...To : Mbak Mel...
"Tuh kalo mbak nggak percaya, mbak Jelita pamit mengundurkan diri sambil ditunggu oleh sang kekasih."
"Jadi itu pemilik Bougenville hotel internasional."
"Kenapa usia 45 tahun tapi muda banget ya dia anaknya Austin Lambert kali Man?"
"Yah beruntung sih mbak Can buang sampah dapat permata."
"Heh apa Lo bilang keterlaluan ya? mulai sekarang lo gue pecat!"
Call Ended..
"Ya ampun Alhamdulillah akhirnya gue dipecat juga ah bersyukur gue ngomong kayak gitu tadi." gumam Lukman pelan di dalam hatinya saat keinginannya yang telah lama ingin berhenti menjadi mata-mata si Melinda pun akhirnya terkabul juga. Baru kali ini orang dipecat tapi bahagia.
*****
"Mbak Can kenalin gue mbak, hai mister kenalkan nama saya Dewi Semilikity Bala Bala."
"Hahaha bisa aja sampean, sekarang gantian kalo saya Dona mister, Dona Susilowati."
"Sudah dong kenalannya tar cowok gue lecet guys, ahahaha baik-baik ya kalian gue pasti kangen Ama lo lo pada." Jelita pun memeluk erat bersama-sama Dewi Tina dan juga Dona di sana dengan sangat erat lalu juga tidak ketinggalan Christine si Manager yang ikut juga memeluknya sambil tak terasa air mata pun mengalir berlinang di sudut mata masing-masing.
Mereka pun bersama-sama mengusap linangan air mata di mata masing-masing sambil menundukkan kepala seraya tidak rela untuk melepas kepergian sang kepala chef yang sangat berbakat dan juga sangat cantik itu yang selalu memiliki inovasi-inovasi tentang menu makanan baru yang membuat lidah para pengunjung di sana tidak pernah bosan untuk datang.
"Mbak Can mbak Can tunggu mbak Can jangan mengundurkan diri mbak Can hiks Lalu siapa lagi yang aku cintai di sini tidak ada selain Mbak Can." Rendy yang waktu itu giliran shift malam berlari sekencang-kencangnya ke arah para gadis yang mengerubungi tubuh jelita hendak memeluk Jelita juga dari belakang.
Lalu sang kekasih yang melihat kejadian itu pun berjaga-jaga di dekat Jelita agar tidak ada lelaki lain yang menghampiri kekasihnya di saat terakhir jelita memadu tali kasih dengan para sahabat untuk terakhir kalinya.
"Heh yang kira-kira deh lo tuh ada cowok baru Mbak Can udah berdiri segede itu eh lu malah petakilan ingin memeluk tubuh mbak Can dari belakang." seru Lukman yang dari tadi memang sudah memperhatikan gerak-gerik Jelita karena tugas mata-matanya yang sangat membelenggunya.
"Eh sumpeh Lo Man! ya jangan ngadi-ngadi gitu lah?"
"Heh siapa yang ngadi-ngadi mbak Can tunjukkan kalau memang mister Austin adalah kekasih Mbak Can, tunjukkan ke mata Rendy agar meleng lebar dan nggak menggoda mbak Can lagi ke depannya.
"Terus gue harus ngebuktiin gimana dengan cara apa guys?
__ADS_1
"Cium cium cium cium!"
"Austin Puis-je l'embrasser devant eu?"
(Austin bolehkah aku menciummu di depan mereka)
"Vous avez besoin d'une autorisation?"
(Memangnya harus izin dulu ya)
"Aduh guys ngomong apa itu guys mbak Can sama mister, kita mah yang nggak bisa sama sekali bahasa asing, makin seperti remahan rengginang guys." ucap Dewi yang tak henti-hentinya melucu.
Kemudian keduanya pun berciuman mesra di depan seluruh teman-teman jelita yang tadinya adalah bawahannya dan sekarang memiliki kedudukan yang sama dengannya karena Jelita sudah bukan lagi atasan mereka.
...Cekrek cekrek cekrek📸📸📸...
Dari kejadian itu sontak foto Jelita dengan Austin yang berciuman dibagikan ke grup chat ponsel masing-masing orang yang ada di sana sehingga sampailah adegan itu ke seseorang yang memang dengan sengaja ingin Jelita lukai hatinya seperti luka hati jelita yang begitu tercabik-cabik saat penghianatan yang dilakukan seseorang itu terjadi di depan matanya sendiri.
"Breng sek! jadi dia laki-laki yang akan dinikahi Jelita!"
"Mas ada apa sih kok tiba-tiba marah-marah nggak jelas."
Cornel dan Melinda yang sama-sama tertidur di dalam private room milik Cornel di dalam ruang CEO mewahnya yang sejak putusnya hubungannya dengan Jelita, Cornel pun semakin menjadi-jadi untuk meminta jatah berc intanya kepada Melinda guna melampiaskan kemarahannya atas pertunangannya yang dibatalkan secara sepihak oleh Jelita.
"Apa kamu tahu Mel kalau Melinda mengundurkan diri? Apakah kamu sudah mendengarnya sebelumnya?"
"Ah enggak mas aku enggak mendengar apa-apa itu mas, baguslah kalau dia pergi dari sini aku nggak akan merasa berbahaya lagi untuk melepasmu keluar tanpa ada aku di sisimu."
"Lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas permintaan pesanan yang begitu banyak di restoran yang sudah ketagihan masakan dari jelita kamu mau bertanggung jawab jika suatu saat nanti restoran Kita ditinggalkan pelanggan satu persatu?
"Kenapa sih gitu aja jadi masalah besar toh banyak Chef yang berkualitas yang dengan mudah bisa mas dapatkan tidak melulu Chef baru seperti dia yang hanya lulusan Universitas kuliner kemarin sore aja udah belagunya minta ampun. aku tahu penyesalan Mas bukan karena itu kan karena Jelita dari dulu tidak pernah memberikan apa yang Mas mau Jelita tidak pernah memberikan bibirnya untuk Mas tubuhnya untuk Mas melainkan sekarang dia memberikannya cuma-cuma hanya untuk lelaki baru yang lebih kaya dan lebih tampan dari Mas. sekarang Mas tahu kan siapa yang lebih busuk di sini jelitalah yang lebih busuk Mas!"
PLAKK
"Aww."
To be continued..
__ADS_1
To be continued