
...🏨 Bougenville Hotel...
"Ehem ehem jadi masih di bukakah lamaran Chef untukku?"
Tanya Jelita pada Austin yang sedang bingung karena tidak ada satu pun kandidat Chef yang bisa memenuhi seleranya.
"Ow ada mbak Jelita ya? kepala Chef Nirwana Hotel?" tanya Charles memastikan apakah benar tebakannya tersebut.
"Ya anda benar sekali, halo aku Jelita."
🤝
"Yah saya Charles mbak."
...Aduh ada apa ya ma muka boss kok langsung memicingkan matanya. Apa bos nggak berkenan menerima lamaran gadis cantik ini. Atau boss marah padaku? Aduh jadi serba salah aku....
"Charles tinggalkan kami berdua."
...Oh jadi mereka berdua saling mengenal toh? Aduuh salah lagi aku, apa bos marah padaku karena berjabat tangan dengan gadis incaranya. Ya tuhan ampuni nyawa saya. Saya masih ingin hidup seribu tahun lagi tuhaaan....
"Baik Boss." Charles pun pergi meninggalkan kamar penjurian tempat Austin mencicipi masakan para kandidat Chef tadi dengan terbirit birit.
"Bon après-midi, As-tu quelque chose à me dire?"
(Selamat siang, apa ada yang ingin kamu katakan padaku?)
Tanya Jelita pada pria tampan yang pantas menjadi omnya itu.
"Avez-vous réalisé? ou encore à moitié ivre?"
(Apa kamu sudah sadar? atau masih setengah mabuk?)
Tanya Austin yang sedikit ragu dengan keramah tamahan Jelita saat Jelita berkata dan memperlakukannya dengan lembut.
"Désolé de t'avoir dérangé hier soir."
(Maafin gue udah ngerepotin elo tadi malam.)
Ucap gadis cantik itu sambil menundukkan kepalanya dan memainkan ujung roknya yang setinggi betisnya sehingga terlihat kaki jenjang nan mulusnya.
"Oh ya? apa kamu sudah ingat kejadian tadi malam?" tanya Austin yang masih duduk di singgasananya dengan kekecewaan yang sudah menggunung ingin sekali memakan gadis cantik itu hidup-hidup tapi dia tak sampai hati melakukannya.
Lalu dengan memberanikan diri Jelita pun berjalan perlahan ke arah singgasana Austin mencoba untuk menjinakkan singa yang sewaktu-waktu bisa menelannya hidup-hidup.
"Gue sadar gue udah nyakitin seseorang."
"Oh ya siapa dia aku ingin tahu, huh aku ingin menghukum gadis yang susah sekali di taklukan ini!" Lalu dengan cepat dan tanggap Austin yang geregetan diraihlah tubuh mungil itu untuk duduk di pangkuannya di lu matnya bibir gadis cantik itu yang sudah berhasil membuat hari harinya jungkir balik tak karuan.
Austin yang sudah gelap mata sudah tak tahan melihat gadis cantik yang sudah berhasil membuatnya kesulitan untuk memejamkan mata untuk mengistirahatkan hatinya yang sudah patah menjadi dua bagian.
__ADS_1
"Hmmppffhh tunggu Austin, gue udah punya tunangan lo."
"Je m'en fiche chérie, tunjukan perbuatanku ini pada tunanganmu, akan ku tantang dia."
(Aku nggak perduli sayang.)
...*Perasaan apa ini mengapa saat bibir se xy nya menempel erat di bibir gue lalu diobrak abriklah dengan lidahnya menusuk hingga kedalam rongga mulut gue. Mungkinkah ini yang di katakan Oma has rat gai rah muda ini apa benar seperti ini**kah rasanya*?...
Jelita pun sampai memejamkan matanya dan melingkarkan kedua tangannya ke leher bidang pria matang nan tampan itu. Jelita yang masih mempelajari cara men ci um yang baik dan benar pun seakan akan mempersilahkan Austin untuk mengeksplor setiap jengkal bibirnya yang tipis dan mungil namun sangat menggemaskan.
Lalu Austin pun semakin menenggelamkan kepalanya ke da da gadis cantik itu dan membuka resleting cardigan Jelita dengan menggigit pengait resleting itu selanjutnya menurunkan resleting itu pelan sampai terlihat penampakan da da mulus mungil nan menggemaskan disana.
Tanpa meminta ijin terlebih dahulu pada gadis cantik itu segera Austin memberi tanda cinta di sekujur da da mulus Jelita sambil jelita menggigit sendiri bi bir bawahnya dan menahan untuk tidak mengeluarkan suara de sahan khas orang bercinta karena pintu ruangan penjurian itu belum terkunci dari tadi.
Setelah puas berputar-putar di area dada Jelita Austin pun menutup kembali resleting cardigan Jelita. Lalu mendekap lagi tubuh gadis cantik itu erat-erat.
"Jadi pak CEO yang terhormat bolehkah gue melamar pekerjaan sebagai Chef disini?
Austin tidak menjawab pertanyaan itu melainkan balik bertanya..
"Sayang dengar aku nggak suka bercanda."
"No Im not, gue nggak sedang bercanda sekarang. Gue resign dari Nirwana hotel mulai hari ini."
"Kamu serius?"
"Ya serius sekali."
"Hah apa? Semudah itu?"
"Yah, kalo memang bisa diterima dengan mudah kenapa cari yang susah?"
"Ahahahaha thank you cup cup cup." Jelita pun sangat antusias dan memberi kecupan basah di sekeliling wajah pria tampan itu lalu yang terakhir menempelkan kecupan lama di keningnya sampai lama.
"Hmm your welcome."
30 menit yang lalu
Kemudian tanpa di sadari oleh keduanya Charles dan Catty yang berada di luar ruang penjurian itu pun penasaran dan saling mengintip apa yang sebenarnya dilakukan bos nya didalam sana sampai lama sekali.
Ternyata Jelita yang sudah berada diatas pangkuan Austin dan dari belakang terlihat memutar-mutar kepalanya sambil mendekap kepala Austin erat-erat. Kemudian Charles dan Catty pun saling menoleh dan tersenyum penuh arti.
"Ohh pak banyak sekali pertanyaan yang saya terima melalui pesan yang terdapat di media sosial hotel dan juga hotline tentang status pak CEO. Sepertinya ini jawabannya pak. Tapi kok pak CEO bisa menyabotase kepala chef dari Hotel tetangga sih pak?"
"Iya padahal baru kemaren kita membicarakan tentang keahlian chef kepala disana dengan menu-menu masakannya yang selalu diminati oleh pengunjung sampai viral. Eh hari ini sudah nemplok aja orangnya ke pelukan pria tampan berduit itu."
"Aduh mending kita tutup pintunya, awas ada paparazzi untung yang mergokin kita berdua pak."
"Ya tutuplah gawat kalau sampai ketahuan yang lain."
__ADS_1
✨
✨
✨
...🏨Nirwana Hotel...
"Jadi mbak Mel udah sukses dong sekarang, menghancurkan pertunangan si bos dengan mbak Can?"
"Mbak Can siapa yang lo maksud hah?"
"Mbak Jelita kan panggilannya mbak Can."
"Heh nggak cocok banget sih, sekarang apa modalnya selain wajahnya, udah cowoknya sekarang jadi milik gue. Ahahhaha pria tampan kaya muda dan berga irah, gue yakin Jelita tidak akan pernah bisa ngedapetin cowok yang lebih sukses dan lebih tampan dari Cornel ahahahaha gue puas banget Dew."
...Tit.. tit.. tit.....
New Message Just Now
Lukman
Mbak, ini bukti kalo mbak Can udah punya cowok lagi.
DEG
Breng sek cepat sekali dia dapat pengganti Cornel?
Kembali ke pesan
Me
Memangnya siapa laki-lakinya Man? Pasti bukan siapa-siapa?
Lukman
Maaf mbak cowoknya Itu Tuan Austin Lambert pemilik Bougenville Hotel
Me
Apa?! Hahahaha kamu bercanda kan?
Lukman
Nggak mbak, malah manager Restauran yang mengenalkannya pada kita semua disini saat beliau ingin mencicipi menu makanan favoritnya yang di masakkan khusus oleh mbak Can
DEG
__ADS_1
To be continued