
Dua jam sebelumnya..
...🏣Kantor Polisi...
"Opa opaa, maafkan aku opa hiks, aku nggak mau lagi masuk kesana opa." Cornel yang belum satu hari masuk ke dalam sel penjara bersama para tahanan lain yang tak tahan untuk membullynya yang terlihat begitu ketakutan yang belum mereka ketahui apa penyebab dari masuknya Cornel ke dalam sel pesakitan disana. kalau sampai mereka mengetahui penyebab masuknya corner ke dalam sel kesakitan itu ternyata karena percobaan perkosaan tentu saja hal yang sama akan diberikan oleh para penghuni jeruji besi itu kepada Kornel sebagai hadiah tentunya.
Beruntung belum 24 jam Cornel mendekam di dalam sel paling menakutkan di seluruh dunia itu jiwanya sudah terselamatkan oleh kenyataan yang masih berpihak kepadanya yang tak lain dan tak bukan perihal terkuaknya fakta bahwa dirinya adalah anak kandung dari rival kakeknya yakni Austin Lambert.
"Dengar! opa sudah habis-habisan membayar wartawan agar berita tentang aib keluarga kita ini tidak keluar ke publik, dasar cucu tak tahu di untung kamu! Mulai hari ini kepemimpinan hotel aku limpahkan ke sepupumu David dan kamu berhenti berulah dan pimpin hotel yang David pimpin di kota B!"
"Ta ta pi Opa!"
"Diam Cornel tidak pake tapi! Atau akan aku panggil lagi pelapormu supaya kembali lagi melaporkanmu dasar bodoh! Aku juga baru tahu kalo gadis bodoh itu sekarang sudah pindah ke restoran saingan terberat kita. Kamu itu ya sudah tahu gadis itu adalah aset besar hotel kita lewat masakannya yang sangat diminati, eh malah di selingkuhi dikhianati sekarang malah kamu per kosa! Ya tuhan Cornel aku tidak menyangka bisa memiliki cucu se liat kamu."
"Sia-sia aku menyekolahkanmu sampai S2 bisnis management yang masih juga belum kamu tuntaskan sampai sekarang! Aku sudah muak akan semua ini, tapi ingat setiap 3 hari sekali kamu harus kembali ke kantor polisi untuk wajib lapor mengerti kamu Cornel!"
"Opa apakah boss besar pemilik Bougenville hotel yang telah mencabut laporannya?"
"Hemm kamu tidak usah ikut campur Cornel itu urusan opa dengannya!"
"Tapi Opa kalo dia sangat mencintai Jelita pasti aku tidak akan di bebaskannya?!"
"Apa? apa maksudmu Cornel?"
"Opa Jelita dan Pria itu adalah pas..
Lalu belum sempat Cornel melanjutkan bicaranya, sang kekasih yang tak pernah diakui Cornel datang dengan membawa kabar yang menurutnya sangat membahagiakan.
__ADS_1
"Mas sayang apa kamu baik-baik saja ya ampun calon bapak dari anakku, akhirnya doaku di kabulkan, aku berdoa agar kita segera dinikahkan mas. lihat ini test pack nya aku aku hamil mas."
Semua orang yang ada di sana pun terkejut tak luput jantung Cornel sang calon bapak dari janin di dalam perut Melinda pun berdetak cukup kencang hingga menembus ke jantung Mahardika yang kini harus kambuh karena aib yang menumpuk berkat kenakalan cucu yang dulu sangat dibangga-banggakannya kini harus menerima kenyataan pahit, di tiap hari tiap waktu malah semakin menambah aib keluarganya.
Mahardika pun pingsan tak sadarkan diri dengan memegangi dadanya sebelah kiri.
"Ahhhh cepat bantu pak, dan kamu Cornel, Melinda sebaiknya kalian berdua pergi dari hadapan Oma dan opa, agar opa bisa menenangkan diri dulu! punya cucu yang tak tau terimakasih begini mana bisa kita berdua hidup lama di dunia ini!"
Farah yang sangat penyabar dan penyayang pun akhirnya marah karena saking keterlaluannya cobaan yang datang yang ditimbulkan oleh cucu kesayangan keduanya yang ternyata malah seringkali mengumbar aibnya sendiri dengan bercocok tanam di tempat tempat yang bahkan asisten sang wakil CEO pun akhirnya dengan senang hati mengumbar aib pasangan selingkuh itu kepada para karyawan Nirwana hotel yang lain, kala telah di saksikan dengan mata dan kepala Dewi sendiri adegan plus plus yang tak perlu bersusah payah untuk mendownloadnya dari internet karena siarannya bisa di lihat secara langsung oleh pemain film amatir yakni sang CEO dan sekertarisnya.
✨✨✨✨
...🏨Bougenville Hotel...
"Charles siapkan private jet untuk ku kembali ke prancis detik ini juga."
DEG
"Lalu bagaimana dengan Cornel? Apa seorang ayah tega jika gadis yang dicintai oleh anaknya malah di rebut oleh ayah kandungnya?"
"Boss anak bos itu bukan sosok yang baik untuk mbak Jelita bos, Dia selingkuh dengan sekertarisnya sendiri dan sudah berjalan setahun lamanya. Anak bos sudah menyakiti mbak Jelita sekian lamanya dan usut punya usut pak Mahardika hanya memperalat mbak Jelita untuk meningkatkan kualitas restorannya saja selama ini."
"Sepasang kakek nenek itu tidak pernah menyetujui hubungan mbak Jelita dengan anak bos selama ini bos, bukalah mata hati bos, mengapa bos harus membela anak boss yang dari kecil sudah tidak pernah mempunyai kesempatan untuk bos berikan kasih sayang selayaknya ayah dan anak karena kasus deportasi selama 20 tahun kan?"
"Ini semua bukan salah bos sama sekali, kalau mereka berdua berpisah dan saya yakin mbak Jelita juga tidak akan mau kembali lagi berhubungan dengan anak bos. Lalu apa bos rela melihat mbak Jelita di lece hkan lagi seperti tadi malam?"
"Lebih baik Boss mengiklaskan mbak Jelita untuk saya saja boss, karena saya sudah lebam mengagumi gadis muda yang penuh talenta seperti dia. Relakan dia untuk saya bos."
__ADS_1
"Cukup! diamlah Charles."
...BLAM...
Austin pun berlari kearah lift sambil mengusap kasar rambut ikalnya kala Charles mencoba untuk mengetes rasa posesifnya pada Jelita dengan mengancam Austin, jika Austin masih juga ingin mengalah untuk anaknya yang tidak pantas di belanya sama sekali.
Lift itu pun bergerak ke arah penthousenya. Austin ingin mendinginkan otaknya sejenak. Kalau boleh memilih Austin akan memilih Ratih agar bisa hidup di dunia bersamanya namun takdir berkata lain Austin yang ingin menutup rapat-rapat kebenaran dari kejadian itu sampai sekarang. Andai Austin bisa meramalkan bahwa anaknya akan tumbuh menjadi buang keonaran seperti sekarang, Austin akan memperjuangkan nyawa Ratih saat itu.
...🌁 Penthouse Bougenville Hotel...
Austin mengepak satu per satu baju di dalam lemarinya untuk masuk kedalam kopernya demi melanjutkan niatnya untuk mendinginkan otaknya dengan sekembalinya ke tanah airnya nanti.
Dua puluh menit kemudian..
Tit .. tit .. tit ..
Cek .. klek..
Seseorang yang dihindarinya sekembalinya dari kantor polisi tadi itu pun, kini muncul di kediaman mewahnya. Terdengar langkah kaki yang sepertinya mencari keberadaan pria matang nan tampan menyusuri tiap sudut ruangan dengan kepalanya sampai memutar dan menoleh ke kanan dan juga kiri.
Lalu..
"Sayang.." Jelita yang kegirangan yang sepertinya membawa berita baik kepada sang boss yang juga merangkap sebagai kekasihnya itu pun lantas melompat saja ala bayi koala dan menyerang terlebih dahulu pertahanan Austin.
"Cup! Hmmmpphhhff."
DEG
__ADS_1
To be continued