MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Tanda Tanya Besar?


__ADS_3

10.00 Pagi waktu Paris..


...🌁Mansion Lambert Paris...


"Austin bagaimana dengan Nowela kamu sudah menunda rencana pernikahan kalian sejak setahun yang lalu, pihak Norton sudah menanyakan terus perihal rencana pernikahan kalian ini kepada kita Austin!"


"Mom sudah aku bilang aku akan menikah dengan perempuan Indonesia, mom aku ini nggak muda lagi jangan mengatur pernikahan pria tua sepertiku." Austin yang masih meraba-raba dengan perasaannya apakah Austin benar-benar rela ingin memiliki gadis cantik itu untuknya sendiri tanpa memperdulikan perasaan anaknya. Tidak ada yang bisa menebak isi hati Austin yang sebenarnya, apakah pilihan hatinya jatuh kepada Jelita ataukah wanita lain. Semua masih berada pada tanda tanya besar.


"Austin apa sudah lupa dengan pesan dari mendiang daddymu, menikahlah dengan keturunan keluarga Norton yang baik bibit bebet bobotnya."


"Mom tenanglah, nanti akan aku kenalkan dengan wanita yang sudah berhasil membuatku lupa akan segalanya mom."


"Jangan macam-macam Austin jangan lupa diri dan daratan gara-gara wanita."


"Yah mom, aku mau meeting dulu cup cup." Austin pun berangkat ke hotelnya dengan menaiki Limosin bersama dengan sopir pribadinya


✨✨✨


...Dua jam kemudian.....


...🏨Bougenville Hotel, Paris...


Ruang Meeting


"Jadi bagaimana apa pekan Paris Fashion week yang akan di adakan di cabang ini tidak ada yang perlu lagi di tambahkan? Atau ada yang kalian keluhkan disana?"


"Kebetulan salah satu model yang ikut serta dalam event itu adalah Nona Nowela bos, dia adalah guess star nanti disana dan dia keberatan jika boss sebagai pemilik hotel sekaligus tunangannya tidak hadir disana."


Austin pun menghela nafasnya lalu mengusap wajahnya kasar, adakah sedikit saja dirinya di beri kesempatan untuk mendinginkan kepalanya dan hatinya saat ini. Sedangkan perasaan Austin yang kini di hadapkan dalam permasalahan pelik untuk melarikan diri dari kenyataan, melarikan diri dari gadis cantik yang sedikit membuatnya lupa akan hubungannya dengan Nowella yang tidak pernah dia harapkan akan terjadi.


Austin tidak pernah menginginkan pernikahan dengan model internasional atau anak konglomerat, cukuplah ketenaran, kekayaan yang dia punya sekarang ini untuk bekalnya menjalin hubungan dengan wanita yang punya prinsip teguh dan menjaga kesuciannya hanya untuk suaminya kelak seperti seorang gadis yang membuatnya lari dari kenyataan saat ini.


"Aku tidak pernah menganggapnya sebagai tunanganku, itu adalah pernyataan sepihak, begini saja kalau dia keberatan menjadi guest star di fashion week kali ini, undang model lain saingannya itu, beres kan?"

__ADS_1


"Ba baik boss, akan kami sampaikan pada management tentang keputusan boss ini."


"Hmmm aku pergi dulu!" Austin pun berpamitan dan menutup meeting yang membuat pikirannya semakin tak karuan itu.


*****


16.00 sore


...🌁Bougenville Hotel, Indonesia...


Edelweis Restoran


"Pak CEO nihh makin keren aja gue nggak nyangka lo kalo tunangannya tuh model sekelas Nowella Norton." Ucap Berta Manager Restaurant salah satu penggemar berat Austin.


...DEG...


Suara Bertha pun menggema hingga ke telinga Jelita yang seketika membuat jantung Jelita berdetak kencang karena kesal. Jelita pun sedih dan marah karena pertanyaannya kemarin tentang apakah Austin mencintainya belum di jawab oleh Austin karena Jelita yang tersulut emosi terlebih dulu lalu menutup pintu depan Penthouse Austin dengan sangat kencang. Mungkinkah perasaannya pada jelita hanyalah permainan saja sedangkan dirinya ternyata sudah punya kekasih.


EMILY


"Haloo." Jawab Jelita dengan suara sedihnya.


"Ya tuhaaann Jeli please jangan di tutup makasih udah mau ngangkat telpon gue, Jel gue nggak mihak ama adek gue, gue malah benci dia, gue benci banget, benci berat ama adek gue karena kelakuannya yang memalukan keluarga." Emily yang tersiksa jiwa dan raga sahabatnya dari SMP ini tiba tiba memutus tali persahabatan mereka karena perselingkuhan Melinda dengan Cornel yang membuat hubungan antara Jelita dan Emily jadi terkontaminasi.


"Iya ayuk ketemuan aja MiL elo bisa kan ke Bougenville."


"What? Bougenville? maksud lo? hotel Bougenville rival Nirwana? ngapain lo disana?"


"Untuk sementara gue stay disini, elo belom tau kan ada kejadian baru-baru ini yang nyebabin gue pindah mendadak dari sana."


"Tunggu-tunggu Jel mending gue ke hotel lo aja lah, lu di room berapa ntar gue langsung samperin ke sana."


"Oke baiklah gue ada di lantai 20 kamar 12."

__ADS_1


"Oke deh, bye."


"Bye."


...Call ended...


*****


"Permisi mbak Jelita apa mbak baik-baik aja?" tanya Charles yang tiba-tiba datang ke dalam ruangan kepala chef di edelweis restoran itu. Charles pun curiga apakah Jelita murung dan menundukkan kepalanya menempel di atas meja kerjanya karena sedih akan kepergian Bos tampannya yang begitu mendadak.


"Ah mas Charles aku baik-baik aja kok ini juga mau kembali lagi ke kamarku ada apa ya mas apa ada sesuatu yang penting?"


"Oh iya mbak ini mengenai respon dan hasil survei dari pelanggan yang sudah mencoba masakan dari Mbak jelita selama 2 hari ini mayoritas dari mereka menjawab bahwa rasa dari masakan Mbak Jelita sangat enak dan mereka memberi rating 5 untuk kembali lagi kemari ke restoran kita. Mereka menunggu masakan-masakan lain yang pastinya rasanya tak kalah enak dari masakan buffet kita."


"Hiks aku sungguh terharu mas Charles terima kasih atas berita baiknya ini. Namun yang lebih membuatku bahagia mungkin mas Charles bisa menjawabnya. Apakah Om Austin di Prancis sana sudah memiliki kekasih? Apakah salah jika aku memiliki perasaan padanya?"


"Aduh mbak Jelita jangan nangis nanti cantiknya hilang loh? Bagaimana ya, ngomongnya mbak, ya tuhan maaf sekali mbak Jelita karena bos sudah memperingatkan saya untuk tidak memberitahu mbak Jelita tentang kebenaran yang disimpannya selama ini."


"Apakah memang dia sudah punya tunangan dan hanya mempermainkanku saja dengan tiba-tiba menciumi~ku? Ehek ehek ehek huaaaa. Bodohnya aku hingga terbuai dengan rayuan~nya mas bodoh dasar gadis bodoh ehek ehek. Dasar laki-laki dimana~mana sama saja, tukang selingkuh suka mempermainkan wanita. Lalu apakah aku harus resign juga dari sini mas? Biarlah aku jadi pengangguran saja."


"Hmmm apa mbak udah membuka amplop yang diberikan oleh boss sebagai salam perpisahannya mbak?"


Jelita pun menjawab pertanyaan Charles dengan hanya menggeleng~gelengkan kepalanya saja.


"Sebaiknya mbak buka saja, dari sana mungkin mbak bisa sedikit memiliki petunjuk bagaimana sebenarnya perasaan boss terhadap mbak?"


Charles pun menyuruh Jelita agar membuka sebuah amplop yang di tinggalkan oleh Austin di dalam tas tangan Jelita yang sampai sekarang belum di bukanya sama sekali. Jelita kemudian mengeluarkan sebuah amplop putih yang sepertinya amplop yang di keluarkan oleh bank. Jelita pun membuka lem perekat amplop itu dan..


DEG


"Hah?!"


To be continued..

__ADS_1


__ADS_2