
"Ssshh Om kita di jalan."
Jelita pun merasakan kenikmatan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata lagi. Betapa tidak posisi Jelita sekarang yang sudah halal untuk dija mah oleh Austin sebagai suaminya yang betah membenamkan seluruh wajahnya untuk melu mat menye sap ranum belahan daging berwarna pink kemerahan yang begitu menggemaskan hingga si empunya daging pun sampai menjambak rambut suaminya lalu menengadahkan kepalanya saking bernaf sunya Jelita saat ini.
"Ssshh om, aku aku mau pi pis a hhh." Jelita yang sedari tadi sangat menikmati hi sapan demi hi sapan, ji la tan di va gi na dan kli to risnya pun kini di buatnya tak berdaya kala sudah di rasakannya kli maks puncak kenikmatan yang di dambakan setiap wanita di dunia ini.
"Ya keluarkanlah sayang, gimana enak?" Austin pun bangkit dari duduknya yang bersimpuh di depan hidangan utamanya. Setelah dilihatnya sang istri sudah lemas dengan matanya yang sudah sayu tak berdaya yang kini malah menginginkan pelayanan yang lebih dari sekedar lid ah Austin yang masuk dalam lembah basahnya.
Jelita pun menganggukkan kepalanya seraya mengiyakan pertanyaan Austin tadi. Bagaimanakah rasa se sapan bi bir berikut lid ah Austin yang gemar sekali berlama lama di lubangnya hingga kini sensasi kli makanya pun di rasa Jelita begitu sedapnya hingga tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
"Om.."
"Hmmm kita ke hotel ya?"
"Om.. lihat aku, om tega ya membiarkannya seperti ini?"
"Hey maaf aku lupa tidak menutupnya kembali, sekarang tutup sayang pakai dulu celan a dal am kamu jangan sampai nanti kamu masuk angin loh?!"
"Ugh bukan itu, om jahat?"
"Loh kok jahat apa sakit ya, apa aku terlalu keras meng hisap nya hmm, coba lihat?"
"Om, terusin?!"
"Apa? apa nggak salah denger?!"
"Oooommm terusin?"
Pinta manja Jelita saat setelah kli maks tadi perasaan haus dahaga dan ingin di perlakukan lebih lagi oleh Austin pun akhirnya di ungkapkannya dengan jujur tanpa malu-malu dan gengsi lagi.
"Tuh kan apa aku bilang, kamu akan memohon padaku kalau kamu sudah merasakan enaknya ya nggak?"
"Iya aku nggak tahu tapi bisakah pakai tangan kirimu saja please aku udh nggak tahan?!"
Austin pun menurut dengan memasukkan jari tengahnya ke dalam lembah lembab tempat terfavorit laki-laki di seluruh dunia itu hingga membuat sang istri mendesah hebat saat ditarik ulurnya jari tengahnya itu sampai Jelita pun menggigit saja bibir bawahnya sendiri sambil matanya yang sudah sayu menginginkan di bua hi oleh pria tampan itu saat ini juga.
__ADS_1
"Sabar ya habis ini sampai hmm lu bang kamu sudah basah kuyup sayang, aku tidak akan membuatmu bangun besok. Lihat saja nanti tubuhmu akan aku hujam dengan tongkat sakti berukuran diatas rata-rata ini di pengalaman kamu yang pertama kali."
Austin masih dengan sabar memaju mundurkan jari tengahnya kala istri cantiknya sudah tak kuasa lagi ingin segera ber cinta dengannya sekarang juga bahkan di pinggir jalan pun Jelita rela di bua hi asal bersama Austin.
...1 jam kemudian mereka pun sampai....
Kembali ke Bougenville Hotel
Setelah sampai di kamar bertabur bunga, dengan bulan madu itu pun membuat kedua pasangan suami istri baru itu pun segera melucuti pakaian masing-masing saling membantu untuk segera dapat menuntaskan has rat mereka berdua. Sambil meminum segelas wine yang di sediakan di sana. Jelita yang sudah ingin menempel terus pada suaminya pun mau tak mau membuat Austin menyudahi kegiatan minumnya dan segera melakukan kewajibannya sebagai suami seseger mungkin.
Tanpa menghiraukan hiasan indah kamar hotel mewah yang dihiasi sedemikian rupa menyerupai kamar bulan madu dengan begitu romantis,
"Pe laaan pelaan om."
"Iya aku akan pelan-pelan sayang, bismillahirrahmanirrahim."
Masuklah tongkat jumbo panjang tegak ke dalam lubang ba sah milik Jelita yang masih sangat sempit hingga membuat Jelita menangis saking nyerinya lubang va gi nanya yang di jaganya hingga dihadiahkan dengan sangat istimewa untuk sang om tampan Austin Lambert suaminya kini.
"Sssh apakah rasanya sesakit ini jika pertama kali om?"
"Iya sayang tapi bila ku memaju mundurkannya seperti ini maka aku yakin yang kamu rasakan tidak akan sesakit tadi malah rasanya akan semakin nikmat, ugh bagaimana sekarang?"
"Aaaa hhhh ya, ssshhh hmmm." Jelita pun semakin merdu mengeluarkan desa hannya hingga membuat seisi kamar itu seakan ikut melakukan pendakian kenikmatan yang tak ternilai dan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi.
"Ahahaha i love you gadis kecilku sayang." ucap Austin sambil masih memaju mundurkan pinggulnya
"Apa wajahku sekarang memalukan om? Aku baru sadar sedari tadi aku belum mandi tapi kamu sudah membolak-balikkan tubuhku seperti ini om, apa aku nggak bau?"
"Aku suka bau istriku, aku suka aromamu di tiap sudut tersempit, tiap jengkal tubuh mulusmu ini sayang, membuatku terus menerus haus dan tak tahan untuk me nyesap sarinya."
Jelita masih membuka lebar-lebar kedua kaki jenjangnya sedangkan sang suami masih memompa lubang kenikmatan di antara kami jenjangnya hingga terengah-engah sampai peluh keringat pun jatuh membasahi kening Austin kala telah sekian lama tak dirasakannya lagi bagaimana nikmatnya ber cinta dengan seseorang karena cinta dan bukan karena naf su belaka seperti yang di rasakannya pada Ratri mendiang ibu kandung Cornel.
__ADS_1
"Sayang aku tidak memakai pelindung, yah helm pelindung itu, sepertinya tongkatku sudah mau memuntahkan lava pijarnya ke dalam rahimmu sayang Hmmm?"
"Iya muntahkan saja."
"Apa kamu sudah siap jadi ibu?"
Jelita pun mantap dengan mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum penuh arti.
"Kamu yakin? tidak ingin pacaran dulu denganku?"
"Iyaa aku ingin mencoba segala hal denganmu om, tapi kalau memang takdir kita harus memiliki anak sekarang aku tidak keberadaan malah aku sangat senang."
"Baiklah huft."
"Arghhhhh."
Lalu keduanya pun mendapatkan ******* bersama-sama. Hentakkan keras pun di hujamkan ke dalam lubang surgawi Jelita kala Austin sudah sampai di puncak kenikmatan tak terhingganya lalu semburan lava pijar pun masuk sempurna kedalam lubang itu hingga cairannya sedikit tumpah membasahi sprei putih bercampur noda kepera wanan yang juga tertoreh di sekeliling sprei putih itu.
"Trimakasih sayang, Trimakasih sudah mau menjadi istri sholehah ku?"
"Sama-sama om, ini sudah jadi kewajibanku untuk melayanimu kapanpun dimanapun itu sekarang."
"Hmm aku akan membantumu membersihkan noda darah yang bercampur lava pijarku ini di bathup kamar mandi ya?Hap?!"
"Aww om aku mau dibawa kemana?"
"Melanjutkan ke ronde berikutnya."
...DEG...
"Oh noooo!"
"Ahahahhaaha."
To be continued..
__ADS_1