MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Jelita Seorang Jelata..


__ADS_3

...Mall XXX...


"Cornel halo, kalian juga belanja?"


Jelita pun semakin mengeratkan genggaman tangannya pada om tampannya itu kala posisinya merasa tidak nyaman.


"Mel kenalin ini Daddy."


Austin pun tidak menjabat tangan Melinda karena Jelita yang menahannya dengan menggenggam erat tangan kanan om tampan itu agar tak terlepas.


"Halo, apa kalian sudah makan? kalau sudah selesai Daddy tunggu di Restoran depan ya?"


Austin pun dengan bijaksana menghadapi bocil bocil yang masih di liputi dendam dengan kepala dingin.


"Hmmm mau kan sayangnya om makan di restoran depan, atau kamu suka makan dimana kalau di mall ini?"


Austin pun memberi kecupan di pipi sebelah kiri istrinya untuk menenangkan suara hatinya yang pasti saling berisik didalam sana seolah ingin menghajar dua orang yang sudah mengkhianati kepercayaannya itu.


"Ya sudah Daddy dan Jelita duluan ya."


"Ya dad." Jawab Cornel dan Melinda bersamaan.


Melinda yang sangat kesal dengan tingkah laku Jelita seorang jelata yang tak tahu diri merebut pria paling di cari seantero negeri. Melinda pun semakin mengeratkan tangannya pula pada tangan Cornel yang tak memegang apa pun tapi Cornel dengan tiba-tiba menampik genggaman tangan itu.

__ADS_1


"Jangan pegang-pegang, jalan aja sendiri!"


"Lo mas mas Cornel tunggu iya sudah aku mau, ya sudah mas iya belikan cincin berliannya aku mau."


"Hmmm."


Cornel pun akhirnya membayar cincin berlian sepasang untuk prosesi pernikahannya yang terkesan mendadak karena kehamilan Melinda yang tak pernah di sangka sangkanya.


****


Rosemary Restoran


"Hey kenapa kok wajahnya di tekuk begitu Hmmm?"


"Oom ini! Udah tahu nanya?!"


"Sayang dengar coba pikirkan kalau Cornel dan Melinda tak selingkuh di belakangmu? Kamu yakin kita bisa menjalin hubungan seperti sekarang? Terimalah semua ini sebagai takdir yang indah buat kita? Bukankah begitu istriku?"


Austin masih saja bersabar untuk membuat istri kecilnya itu mengerti bahwa semua ini memang sudah di rencanakan oleh tuhan supaya kedua anak manusia ini punya masa lalu sebagai tolak ukur untuk jangan lagi mengulangi kesalahan di masa lalu teruslah melangkah menuju masa depan yang penuh dengan kebahagiaan tidak tara.


"Selamat malam Nona dan Tuanau pesan makanan tengah buffet untuk 4 orang?"


Lalu Austin dan Jelita pun saling menoleh kala waiter restoran tersebut menawarkan menu yang sangat menarik jadi tidak perlu lagi Jelita dan Austin repot memikirkan menu apa yang akan di pesan oleh Melinda jug Cornel. Waiter disana akan menyiapkan pesanan sesuai buffet yang sudah teemasuk dessert dan minuman untuk empat orang.

__ADS_1


"Okay itu aja mbak menu untuk ber empat."


"Baik tuan dan Nona silahkan menunggu sambil mencicipi welcome drink dari kami."


"Terima Kasih."


Ucap Austin dan Jelita serentak bersamaan.


29 menit kemudian Cornel dan Melinda pun datang dengan membawa serta belanjaannya dari Frank n Co di dalam tas tangan Melinda.


"Sudah beli cincinnya?"


Tanya Austin basa basi.


"Sudah dad."


Jawab Cornel lagi.


"Yah sambil menunggu makanan datang kenapa tidak Dady disini mengumumkan pada kalian berdua kalo stelah pernikahan kalian nanti Daddy juga akan mengadakan pesta resepsi.."


Deg!


"Apa?!"

__ADS_1


To be continued


__ADS_2