MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Piawai Menaklukkan Wanita..


__ADS_3

...🏘️Rumah Jelita...


"Argghhh pergi kamu siapa kamu hmm hmm rasakan lepaskan cucuku, dasar bule gila!"


Sofia pun akhirnya terbangun lalu meraih saja bantalnya untuk dipukul-pukul kan ke kepala Cornel yang sudah bertumpu di atas tubuh jelita yang sudah tidak kuat lagi untuk menghalau himpitan tubuh besar milik Cornel.


"Tangkap baj ingan itu!" Tak lama kemudian Beno dan 3 anak buahnya pun berhasil masuk ke dalam rumah sederhana milik gadis cantik itu lalu segera menaiki tangga ke lantai 2 untuk masuk ke dalam kamar jelita yang pintunya sudah runtuh akibat dobrakan kuat pria mabuk tak lain tak bukan adalah mantan tunangannya.


Beno yang badannya 2x lipat dari Cornel yang hanya setinggi telinganya mengangkat tubuh Cornel dengan tangan kanannya saja lalu mengikatnya dan menaruhnya di atas kursi lalu membungkam mulut pria mabuk itu agar tidak berisik dan mengganggu kenyamanan tetangga Jelita.


"Siram kepalanya dengan air dingin didalam kamar mandi agar bedebah ini sadar!"


"Baik Boss!" ketiga anak buah beno itu pun menyeret Cornel dengan paksa ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar itu. Lalu..


Byurrr!


Suara siraman air ke kepala Cornel yang di bekap mulutnya dengan posisi kepala yang di tundukkan ke bawah agar air itu tidak mengenai tubuhnya.


"Eehhh empenn henteken."


(A h ampun hentikan)


Karena mulutnya terbungkam oleh kain maka suara Kornel yang berteriak pun tertahan oleh bungkaman kain itu.


"Stop! Bawa dia ke kantor polisi, Jebloskan dia ke penjara selama-lamanya." Seru Austin yang datang dengan menggunakan motor sport nya dengan mengebut berpacu dengan waktu agar sampai di rumah gadis kecil kekasih cantiknya yang sedang mengalami percobaan perkosaan oleh mantan tunangannya.


"Baik Bos! Kami permisi!"


"Austin hiks hiks, uhuk uhuk huaaaaaa, aku nggak mau tinggal disini Omaaaa, kita harus pergi dari sini kita pindah Omaa." Austin pun segera menenangkan gadis cantik itu dengan memberinya selimut lalu memeluknya erat di dalam dekapannya dan mengusap-usap puncak rambutnya lalu menenangkannya agar jiwanya tidak terguncang lagi.

__ADS_1


"Oma tinggalkan kalian berdua, Oma menutup pintu depan dulu."


Austin pun kemudian menganggukkan kepalanya mempersilahkan Oma untuk turun dan memberikan waktu kepada Austin dan Jelita agar saling mencurahkan isi hati satu sama lain.


"Hiks hiks om hiks hiks."


"Kita pindah ya? tinggalah di Penthouseku hmm?"


Austin pun segera menawarinya tempat tinggal untuk jelita hidup di sana sementara sampai keadaan aman kembali.


Jelita pun kemudian menggelengkan kepalanya seraya menolak tawaran Austin karena tidak mau semakin merepotkan Austin untuk kesekian kalinya. Jelita tidak mau dicap sebagai kekasih yang hanya memanfaatkan kekasih kaya rayanya untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas super mewah yang tidak pernah Jelita dapatkan sebelumnya.


"Nggak mau nanti om salah kamar?!"


"Apa kamu sebegitu takutnya jika kita sampai tidur satu kamar berdua?"


"Apa kamu takut nanti akan muncul Cornel kedua yang akan mendobrak pintu kamarmu lagi seperti tadi?"


"Uhuk . . uhuk . . hentikan Jangan sebut namanya lagi di dekatku, karena aku jijik melihatnya jijik melihat tingkah lakunya."


"Sebaiknya kamu dan Oma pindah dari rumah ini untuk sementara waktu. Aku akan membukakanmu kamar di hotelku untuk sementara waktu. Lalu aku akan membantu merenovasi rumah ini agar lebih aman dan tidak mudah dibobol oleh maling atau penjahat lainnya serta aku akan memberi dua bodyguard untuk berjaga-jaga di depan agar kamu juga tenang dan aku juga tenang jika jauh darimu Oke sayang? bagaimana dengan tawaranku kali ini Apa kamu setuju atau masih tidak ingin merepotkanku?"


lalu Jelita pun menganggukkan kepalanya seraya setuju dengan tawaran Austin yang kedua ini. Agaknya tawaran yang kedua ini lebih membuat Jelita nyaman.


"Kalau begitu ayo kita harus pindah dari rumah ini karena aku khawatir penjahat 1 sudah dibekuk tapi kita tidak tahu mungkin akan ada penjahat dua atau penjahat 3 yang akan dengan mudah membobol lagi rumah kamu yang tidak ada sama sekali penjagaan di dalamnya. Apalagi penghuninya adalah gadis cantik sepertimu dan juga Oma yang sudah manula yang tidak mungkin bisa melindungimu."


"Iya Om, bawel amat sih!" ujar jelita yang tiba-tiba mengumbar lagi mulut pedasnya kepada sang kekasih. lalu Austin yang sangat kesal dengan tingkahnya menghadiahi Jelita dengan gelitikan-gelitikan di sekujur pinggang kiri kanannya.


"Hei dasar gadis nakal hmm hmmm rasakan, tolong jangan bercanda sayang, semakin lama kamu semakin menggemaskan dan pintar sekali membuatku kesal ini rasakan sekali lagi hmmm hmmmmm !"

__ADS_1


"Ahahaha ampun ahahaha geli!"


Austin pun tak henti-hentinya untuk menggelitik sekujur tubuh gadis cantik yang akhirnya tersingkaplah selimutnya hingga mempertontonkan penampakan mulus kaki jenjangnya yang hanya memakai hot pants yang sedari tadi juga sudah membuat Cornel tergoda. Lalu Austin pun yang masih normal seketika menelan ludahnya kasar.


...GLEG...


Kaos atasan crop topnya yang menampakkan perut dan pusarnya yang mulus itu pun semakin membuat penampakan gadis itu seakan siap untuk ditelan hidup-hidup oleh Austin.


Austin pun kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah gadis cantik yang sekarang berada dibawah kungkungannya itu dan segera menyerang bibir mungil merah alami yang sudah menggoda imannya sejak tadi.


"Hmmppffhh." Austin yang nekat menc ium jelita dengan sedikit memberikan se sapan di sana dan gigitan kecil agar lid ah Austin bisa melesat masuk ke dalam rongga mulut Jelita dan mengobrak-abriknya. Austin pun siap menyusul Cornel untuk dijebloskan ke dalam penjara jika Jelita menolak serangan cium annya.


Namun ternyata Jelita malah menyambut hujan ciuman mesra nan lembut dari Austin dengan semakin melingkarkan kedua tangannya di leher bidangnya hingga ciuman Austin pun kini sudah merambah ke area lain di luar bibir Jelita yakni di d ada Jelita yang tidak sampai seukuran kepalan tangan Austin itu.


"Boleh?" Austin pun meminta izin terlebih dahulu untuk membuka kaitan Bra gadis cantik itu agar bisa leluasa memberi tanda kepemilikan di sekeliling pucuk Cherry pink mungil yang sekarang sudah menegang ingin mendapatkan perlakuan yang sama seperti bibir jelita tadi.


Jelita lagi-lagi menganggukkan kepalanya seraya memberi izin untuk langkah terlarang kedua Austin untuk menikmatinya.


Tanda merah kebiruan yang kemarin di berikannya di sekitar da da Jelita pun masih terlihat sedikit pudar kini sudah dilukisnya lagi di sebelahnya seolah-olah stempel merah kebiruan itu rutin mengunjungi da da Jelita tiap harinya.


Sambil menggigit bibir bawahnya sendiri Jelita pun semakin menjambak rambut tebal si om tampan dan semakin membenamkanya ke area da danya sampai kepala Jelita pun menengadah ke langit-langit plafon kamarnya saking nikmatnya se sapan yang di berikan oleh pria matang yang pengalaman menaklukkan wanitanya sudah tidak perlu di ragukan lagi kepiawaiannya.


"Sayang, mau aku melanjutkannya?" Austin pun menyudahi ken yotan nakalnya di pucuk kismis pink milik Jelita kala mata jelita yang sudah sayu seakan ingin di perlakukan lebih lagi oleh Austin.


"Ehem ehem boss nenek Sofia sudah menunggu dari tadi dibawah."


DEG


To be continued

__ADS_1


__ADS_2