
"Isshh om ini? om pacaran ya ma wanita itu? Ighh aku nggak suka ya? Nggak suka kalo om pacaran ama dia!!!"
"Sayang dengerin om? Keluarga Lambert dan Norton memang punya ikatan janji sedari om muda waktu itu setelah menikah dengan gadis Indonesia perjanjian pernikahan itupun batal padahal aku masih mempunyai adik wanita dan juga keturunan Norton yang lain yang lelaki tetapi mereka menginginkan anak dari keluarga Lambert yang laki-laki untuk menikah dengan anak dari atau keturunan dari Norton yang wanita jadi terlalu seringnya kita mengadakan pesta dan menghadiri kediaman masing-masing sehingga jalanan ke kediaman keluarga Norton pun seringkali aku lewati aku sampai hafal untuk datang kemari walaupun tidak bersama keluargaku."
"Alasan kan? Lalu kenapa om ngga mau nikah ama dia?"
"Nggak tahu sayang om ngga punya perasaan Ama Nowella, om hanya tergetar oleh gadis dari negeri Indonesia walaupun masih berdarah campuran asalkan itu gadis ini maka aku akan menerimanya dengan lapang dada."
"Oh iya?" Jelita pun tersenyum sambil melirik ke arah lain mencoba memalingkan wajahnya yang tersipu malu karena Austin sudah menjelaskan secara gamblang bagaimana perasaan Austin yang sebenarnya bahkan jauh sebelum Jelita merasakan hal yang sama padanya.
"Sini mendekatlah jangan berjauhan aku ingin menggenggam tangan lentikmu seperti orang yang sedang kencan."
"Hmm om menurut om mengapa Oma menuju ke kediaman Norton? Kalo sering berkunjung kemari seharusnya om dan Oma sering bertemu bukan?"
"Belum tentu sayang keluarga Norton dan Mansionnya yang begitu luas tidak akan sanggup untuk mencari orang hilang disana. hmm ayo kita turun dan mengikuti Oma."
__ADS_1
...Cek.. klek.....
"Duduklah Austin dan sayang jelita inilah kediaman Oma Oma adalah Sofia Norton Oma adalah Sofia Norton istri dari Norman Norton yang tidak pernah menampakkan dirinya kepada dunia."
...DEG...
Detak jantung Austin pun terasa sampai ke telinga Jelita saat kebenaran tentang nenek Sofia yang ternyata adalah nyonya Norton yang selama ini tidak pernah diketahui oleh khalayak ramai.
"Jadi Oma dan Jelita bagaimana hal ini bisa begitu kebetulan Oma itu artinya aku tidak melanggar apapun dari surat perjanjian itu bukan begitu Oma? kalau memang jelitalah cucu asli dari Norton lalu siapakah Nowela oma?"
"Ya Austin kamu benar dan kamu sangat beruntung bisa menaklukan gadis cantik ini karena dialah cucu asli yang lahir dari anak yang ku kandung bukanlah yang lahir dari neneknya yang sudah selingkuh dengan suamiku yang jelas-jelas tidak pernah aku restui kehadirannya di keluarga Norton sampai kapanpun juga."
"Kalau soal itu bukankah sangat mudah untuk gadis cantik cucuku yang sangat bar~bar ini kehilangan kesaktiannya saat bertemu dengan cintanya? sungguh Oma tidak pernah menyangka jika gadis yang liar buas dan sadis ini bisa nemplok pada musuhnya pasti Austin yang kemarin-kemarin masih saja dibuat bulan-bulanan oleh cucuku ini bukankah begitu Austin kamu menyangka tidak kalau gadis ini bisa jatuh cinta kepadamu?"
"Benar sekali oma, aku juga selalu menyangka kalau dia itu mabuk saat tiba-tiba dia bisa berbicara halus kepadaku. Aku kira dia tidur sambil berbicara lagi lalu mengira aku sebagai orang lain lagi jadi aku pun masih ragu kepadanya aku takut tiba-tiba keesokan harinya dia bisa berubah menjadi Jelita yang sadis lagi kepadaku yang benci sekali kepadaku hahahaha."
__ADS_1
"Tuh suamimu saja takut kepadamu sayang bagaimana dengan Opa.Taklukan Opa kamu tunjukkan kepada Oma bahwa kamu bisa menaklukkannya juga Bukankah begitu sayang Jelita mana jelita yang pemberani yang kemarin bisa menaklukkan singa dingin beruang kutub pria dengan sifat sedingin es hingga wanita manapun tidak bisa mendekatinya bisa luluh lunglai di depanmu gadis kecil yang sangat sadis kejam tapi bisa membuatnya linglung jungkir balik dan sedikit sakit jiwa bukan begitu Austin?"
"Iya oma aku juga sukses dibuatnya mendadak tidak normal, gemas dengan kesal melihat tingkahnya yang bar~bar itu, ternyata ada juga gadis unik yang tidak tertarik padaku saat pertama kali bertemu denganku oma. Karenanya aku jatuh hati padanya." Austin pun tak henti-hentinya tersenyum sambil membelai wajah mungil istri kecilnya yang akhirnya takluk juga dalam kungkungannya walau dia harus bersaing dengan anak kandungnya sendiri namun takdir sepertinya bepihak kepadanya saat anaknya yang sudah menyalahi aturan dengan menghamili gadis lain di belakang Jelita.
"A hh aku tetap takut oma." Jelita masih betah bermanja dengan memeluk tubuh tegap suami tampannya dan membenamkan kepalanya ke dada pria matang nan tampan itu sampai Sofia pun hanya bisa menggeleng~gelengkan kepalanya saja melihat cucunya bertekuk lutut pada Austin.
"Baiklah sekarang lebih baik kalian berdua tinggal di sini Torres siapkan kamar untuk mereka berdua sayang kamu istirahat lah Jangan terlalu dipikirkan soal Norman nanti Oma akan mengatasinya pelan-pelan oke?"
"Baik nyonya besar mari nona dan tuan, Torres antarkan ke kamar Nona di lantai 2." ketiganya pun kemudian berjalan beriringan untuk masuk ke dalam lift menuju ke lantai 2 mention yang begitu mewah dan besar itu. jelita yang belum pernah sama sekali menempati sebuah mention apa lagi rumah besar saja Jelita belum pernah memilikinya bahkan kamarnya kini kurang lebih adalah seluas rumah Jelita yang Jelita tempati selama ini.
"Di dalam walk in closet sudah disiapkan baju nona dan juga tuan, silakan berganti pakaian yang nyaman tuan dan nona. "
"Baik terima kasih Torres nanti aku akan memanggilmu jika Butuh sesuatu. " ucap Austin pada Torres sambil melihat betapa takjubnya istri kecilnya melihat sekeliling kamarnya yang begitu mewah bagai hidup di negeri dongeng. Mimpi apa Jelita seminggu yang lalu saat kehidupannya di penuhi begitu banyak cobaan? hingga dalam seminggu ini begitu banyak mukjizat yang terjadi.
"Sayang, benar sekali kata oma tadi, aku tidak pernah menyangka kalau kamu bakal jatuh cinta padaku, pada pria tua ini." Jelita yang berada di walk in closet nya sedang memilih baju nyaman yang akan di kenakannya kini. Tiba-tiba mendapatkan pelukan hangat dari belakang ke pinggang rampingnya.
__ADS_1
"Ssshhh om jangan kita di kediaman oma?"
To be continued..