
"Ya sayang pergilah kejarlah cintamu. Oma yakin rasa cinta mu bukanlah untuk tunanganmu melainkan untuk Austin pria matang yang baru saja kamu termui dua hari yang lalu."
Gumam Sofia yang hanya bisa di dengarnya sendiri.
Jelita yang berdandan apa adanya kini mengambil saja mobil mewahnya menstarternya lalu mengendarainya menuju ke arah Bougenvile Hotel pada jam 10.00 siang itu. Namun siapa yang akan menolak jika selama ini Jelita yang irit senyum seketika tersenyum lebar yang dia simpan hanya untuk Austin seorang.
Jelita yang tak sadar sudah diikuti oleh sebuah mobil mewah berwarna hitam yang sudah terparkir dengan jarak 10 m dari depan pagar rumahnya tadi tak melewatkan kesempatan setelah melihatnya mengendarai mobilnya dengan sedikit ngebut karena jalanan lumayan lengang di pagi menjelang siang itu.
Nampak di layar ponselnya 100 panggilan tak terjawab dari Cornel yang tidak akan pernah diangkat seumur hidup Jelita selamanya. Lalu apakah Jelita akan tetap bergabung di perusahaan milik keluarga tunangannya saat hati dan jiwa nya sudah tidak mungkin bisa menyatu lagi dengan lingkungan di sana? Lingkungan di mana penghianatan yang begitu menyakitkan dilakukan setiap harinya saat makan siang yaitu saat sibuk sibuknya Jelita melayani pesanan pelanggan restorannya.
Saat itulah waktu yang sangat tepat untuk melakukan hal yang memalukan yang sebelumnya tak pernah sedikitpun terlintas di benak Jelita jika keduanya akan menghianatinya di masa yang akan datang.
Mobil sport berwarna hitam itu pun lebih mempercepat laju mobilnya agar bisa melewati mobil milik jelita dan menghentikan mobil Jelita secara tiba-tiba untuk menepi ke arah kiri. Otomatis gadis cantik itu pun terkejut dan menekan saja bel mobilnya kencang-kencang saat tiba-tiba kencangnya laju mobilnya dipotong di tengah jalan oleh mobil yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
"Arrrgghh! Sialan! Pengendara Gila!"
Kemudian pengendara mobil sport hitam itu pun keluar dari mobilnya lalu masuk ke dalam mobil jelita yang memang tidak terkunci di kursi penumpangnya.
...BLEP...
"Sayang Booboo Jelita, maafkan aku, aku minta maaf aku khilaf sayang, tolong jangan tinggalin aku, aku bersedia memecat Melinda sayang asalkan kamu mau memaafkanku."
"Heh enak aja, gue ogah ya, gue bukan tempat sampah yang siap menampung barang bekas pakai yang kotor dan menjijikkan kayak lo! Lagi pula kalo khilaf itu sekali bang bukan berkali-kali sampai berbulan-bulan sampai setahun lamanya. Khilaf apa Doyan?"
"Boo dengar aku nggak pernah sedikit pun memiliki perasaan ma Melinda."
"Jadi elo cuma suka nikmatin tubuh *** *** itu aja begitu?! Ck ck ck sungguh malang nasibnya,"
"Boo aku nggak bisa hidup tanpamu Boo. Percayalah semua ini aku lakukan karena aku terpaksa. Kamu yang selalu dingin bahkan bibirmu yang selalu kamu simpan rapat-rapat untuk siapa boo?"
__ADS_1
...DEG...
"Hei jaga bicara lo bi bir dan kesucian gue hanyalah untuk suami gue kelak pastinya." Jelita pun tersindir kala ciuman pertamanya malah sudah di curi tanpa permisi oleh pria lain yang begitu matang garang dengan manik mata hijaunya namun macho membuat penampakannya semakin menawan.
"Jelita jelita aku tidak akan ngebiarin kamu pergi dari sisiku walau apa pun yang terjadi akan aku buat kamu kembali padaku bagaimana pun caranya."
"Heh aku akan menikah secepatnya dengan pria yang kucintai, sebentar lagi aku nggak.bisa sebebas merpati, hei memang elo aja yang bisa menggemparkan dunia dengan perselingkuhan elo. Gue anggap mulai tadi malam kita sudah berstatus sebagai mantan tunangan ngerti nggak sih?"
"Oh ya? emang bisa secepat itu kamu jatuh cinta pada pria lain? sedangkan yang muda yang tampan yang kaya semua ada padaku?"
"Pffttt hahahhaha, gue emang suka pria tampan, tinggi gagah penampilan sempurna, asal Lo tahu gue nggak suka pria muda. Gue suka yang matang yang jauh lebih tua. dari gue."
"Emang sih kalo kesuksesan itu relatif, gue nggak butuh pria sukses berada di sisi gue. Gue hanya butuh pria yang selalu ada untuk gue saat gue ngebutuhin dia. Jikalau pria yang gue suka ternyata sukses yah itu bonus." Jelita pun semakin salah tingkah saat di pikirannya sekarang mulai terganggu dengan keberadaan Austin yang berada jauh dalam jangkauannya. Austin sungguh sukses bahkan kepergiannya ke negara mana pun bisa semudah menjentikkan jari jemarinya di kala private jetnya sudah nangkring di bandara untuk mengantarkannya kemana pun Austin pergi.
"Eh awalnya aku nggak percaya dengan segala caranya Melinda ingin misahin hubungan kita."
"Ya jelaslah wanita mana yang mau di buat selingan, wanita mana yang mau di duakan. sekarang pergilah gue muak lihat muka Lo!"
Geram Cornel di dalam hatinya yang sebenarnya sudah berniat untuk memperko sa Jelita di sana tapi karena kondisi tempat dan situasi yang tidak memungkinkan karena siang hari sehingga diurungkanlah niatnya untuk menjamah tubuh gadis itu saat ini. namun tidak menutup kemungkinan jikalau suatu saat nanti jelita pergi sendirian di tengah malam maka saat itulah Jelita tidak akan selamat karena keinginan Kornel adalah menanamkan bibitnya agar Jelita hamil dan mau tidak mau menjadi milik Cornel selamanya.
"Oke oke baiklah sayang aku akan pergi tapi aku pastikan aku akan menjadi pria pertama yang mencicpi ranum tubuhmu Jelita kamu bisa menantikannya sayang hahaha."
"Cuih jijik gue ngedenger bacot Lo!"
Blam!
✨
✨
✨
__ADS_1
...🏨 Bougenville Hotel...
Walk In Interview..
"Pelamar Pertama Silahkan anda membuat menu makanan Prancis "Langue de Boeuf" Seru Catty staf sekretaris yang bertugas untuk menjadi moderator dalam acara walk in interview plus praktek memasak di ballroom hotel bintang 5 tersebut.
Pantry untuk ajang memasak yang terbuka disediakan resep serta cara mengolah menu yang juga jarang dijual di setiap restoran ala Perancis yang ada di negeri ini sehingga chef yang memang tidak terbiasa dengan makanan dari negara Perancis pun akan sangat kesulitan dengan tantangan berat tersebut.
Siang itu sudah di data 10 chef yang siap untuk bertanding membuat hidangan sesuai permintaan Austin yakni "Langue de Boeuf"
2 jam kemudian selesailah sudah hidangan "Langue de Boeuf" dari kesepuluh kontestan itu untuk dicicipi oleh Austin sendiri di ballroom hotel mewahnya itu.
Para kontestan pun menunggu dengan harap-harap cemas siapakah dan masakan siapakah yang akan dipilih oleh sang CEO yang paling sesuai dengan seleranya yang sangat perfeksionis dan tidak mudah mengakui kalau hidangan itu enak jikalau tidak sesuai dengan seleranya.
"Bagaimana bos apa dari ke-10 masakan itu ada yang sesuai dengan selera Bos?"
"Sampai jam berapa waktu interviewnya?"
"Kita membuka walk in interview hanya di hari ini saja bos karena ballroom ini sudah full booked."
"Jadi sudah tidak ada lagi acara pencarian chef untuk besok?"
"Tidak ada boss kalau tidak ada yang bisa memuaskan boss maka kita buka lagi di bulan depan."
"Sayang sekali tapi dari kesepuluhnya tidak ada yang bisa menggugah seleraku. Baiklah terserah kamu tolak saja semua kita akan melakukan pencarian lagi di bulan depan."
"Ehem ehem Apakah masih ada lamaran chef untukku?"
Lalu seseorang yang sudah membuatnya kalang kabut tak karuan akhirnya muncul di hadapannya untuk melamar juga sebagai chef di sana.
DEG
__ADS_1
To be continued..