
...🏘️Rumah Jelita...
"Okay aku nggak akan pergi kalau kamu bisa menjawab benar siapa aku?"
"Kamu, kamu Cornell kan? Cornellio Abraham Darsono tunanganku." ucap Jelita dengan masih memejamkan matanya karena rasa mabuk yang tidak pernah dia rasakan seumur hidupnya.
DEG
Rasa kecewa karena ternyata sedari tadi Jelita tidak menyadari jika Austin lah yang menjemputnya dari klub malam itu karena di matanya hanya ada tunangannya yang sudah menyakiti hatinya dengan berselingkuh dengan adik sahabatnya sendiri.
"Yah bagus bagus sekali baiklah aku harus pergi." Sungguh malang nasib pria matang dan mapan serta tampan ini saat mendengar gadis cantik si perebut sedikit simpatinya ternyata tidak memiliki perasaan yang sama dengannya. hal itu sangat jarang sekali terjadi karena selama ini Austin selalu kewalahan untuk menolak ungkapan cinta dari berbagai wanita saat berada di Prancis di negara asalnya.
"Nooo! Please don't go!"
Sofia yang menguping di depan kamar cucu cantiknya pun sedikit curiga sebenarnya apa yang terjadi dengan Austin dan Jelita di luar sepengetahuannya, karena terlihat sekali kalau Austin memiliki perasaan kepada cucu cantiknya itu dari caranya mencium kening Jelita dengan penuh perasaan. Lalu rasa kecewa yang dia rasakan saat Jelita ternyata mengira kalau semalaman ini pria yang dengan sabar menemaninya mabuk adalah Cornel dan bukanlah Austin. Sofia pun bergegas meninggalkan kamar cucu cantiknya itu kala Austin yang kecewa hendak keluar meninggalkan cucu cantiknya sendiri.
Kemudian Austin pun mencoba sekuat tenaga untuk tidak peduli dengan panggilan dari Jelita yang ternyata tidak ditujukan untuknya. Austin pun menuruni tangga dengan muka murung serta kekecewaan yang mendalam untuk berpamitan dengan sang nenek dan juga segera mengajak Rama untuk angkat kaki dari kediaman jelita saat ternyata antusiasmenya seharian ini dari sejak mereka berciuman mesra hingga malam ini dipertemukan kembali oleh takdir yang ternyata harus membuatnya kecewa sekali lagi.
"Oma permisi aku harus pergi dia mabuk Oma, mungkin Oma bisa memberinya air madu kalau dia sudah siuman besok agar dia tidak merasa pengar dan bisa beraktivitas seperti biasa. Baiklah Selamat tinggal Oma selamat malam."
Kekecewaan Austin pun semakin menjadi-jadi saat ternyata Austin telah mencuri ciuman dari gadis cantik tunangan seseorang yang seharusnya tidak terjadi jika Austin mengetahui sejak awal kalau Jelita adalah milik orang lain. sebenarnya apakah yang sudah membuat Austin begitu bodoh hingga melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan.
Sungguh hal memalukan tadi tidaklah pernah terjadi dalam kamus percintaannya saat Austin harus terlebih dulu menyukai seseorang yang ternyata seseorang itu sudah ada yang punya.
__ADS_1
"Apa kita langsung pulang saja bos?" tanya Rama kepada majikannya yang terlihat murung seperti ekspresi yang ditunjukkan tiap harinya.
"Tidak ini sudah menjelang shubuh sebaiknya kita kembali ke penthouse ku saja, agar aku langsung bisa bekerja dari sana." Letak penthouse Austin adalah berada di atas lantai tertinggi Bougenville hotel. Austin tidak mau terlalu lelah jika harus pulang kembali ke kediamannya yang berjarak 1 jam dari kantornya jika tidak macet.
*****
...Kesesokan Harinya.....
"Jelita sayang, gadis nakal ayoo bangun apa kamu tidak berangkat kerja? sebelum kamu mandi sekarang cuci mukamu lalu gosok gigi dan minum air madu ini."
30 menit kemudian Jelita pun kembali dengan setelan kerja, setelah mandi lalu menggosok giginya selanjutnya meminum air madu yang khusus dibuatkan oleh Sofia agar rasa pengar setelah mabuk semalam bisa sedikit reda.
...GLEG GLEG...
"Maafin Oma sayang oma tidak tahu kalau Oma memberimu nomor ponsel milik Austin."
"Pantas saja kayaknya aku bertemu dengan Austin tadi malam, tapi aku tidak ingat sama sekali, apakah Austin yang mengantarkanku pulang lalu apa yang terjadi padaku sebenarnya Oma aku tidak pernah sama sekali meminum alkohol sebelumnya apalagi bartender itu memberiku satu gelas kecil minuman yang namanya entahlah kalau tidak salah tequila Oma."
"Yah sudahlah sayang yang penting kamu kembali dalam keadaan yang baik-baik saja kamu harus berterima kasih pada Austin sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu hingga kamu tiba-tiba masuk dan nyasar ke dalam klub malam yang terdapat banyak pria-pria jahat tak bertanggung jawab di dalamnya."
"Hiks Oma hiks Cornel Cornel selingkuh dariku Oma. Aku memergokinya sedang ber cinta dengan sekretaris pribadinya yang tak lain tak bukan adalah juga adik dari sahabatku. Aku seperti dibohongi selama ini Oma."
"Mereka berdua menghianatiku, mereka bersenang-senang di atas penderitaanku, aku seperti orang bodoh di saat para karyawan hotel itu menggunjingkan hubungan mereka berdua yang tak pernah aku sadari sama sekali. Aku selalu menutup mata dan telingaku karena aku sangat yakin dan percaya pada tunanganku Oma."
__ADS_1
"Ataukah rasa percayamu itu karena kamu tidak benar-benar memiliki perasaan padanya sayang? karena jika seseorang sangat mencintai kita maka dia tidak akan rela melihat pasangannya itu bersanding dengan wanita lain walau wanita itu adalah sekretarisnya atau karyawannya kamu akan selalu mengintainya kamu akan sedikit-sedikit menanyakan kabar tentangnya dengan siapa dia bekerja dengan siapa dia makan dengan siapa dia melakukan aktivitas nya setiap waktu."
"Aku aku tidak begitu yakin dengan perasaanku sendiri Oma."
"Lalu apakah kamu juga memiliki has rat dan gair ah yang sama dengan yang Cornel rasakan padamu? Ataukah kamu tidak pernah menuruti permintaan Cornel untuk, ya kamu tahu kan gaya berpacaran zaman sekarang? kalau di negeri Oma hal itu merupakan hal yang biasa tetapi kalau di negara Indonesia kita harus mematuhi peraturan pemerintah yang berlaku dan adat istiadat di sini namun karena hasr at dan cinta semuanya bisa di langgar sayang."
"Tidak Oma aku tidak pernah sama sekali menuruti permintaan Cornel untuk mencum buku bahkan mencium pun aku batasi sekedar pipi dan keningku. Aku tidak tahu kenapa aku harus membatasi diriku agar dia tidak melakukan yang lebih kepadaku. Yah aku bilang padanya bahwa nanti semua yang dia inginkan akan aku berikan saat kita menikah."
"No sayang gadis nakal kalau menurut pendapat Oma dan pengalaman Oma itu bukanlah cinta. Kamu mungkin hanya menganggap Cornel sebagai sahabat tidak lebih. Kamu sayang padanya kamu ingin memiliki sahabat seperti dia tapi bukan kekasih ataupun suami."
"Kamu tidak memiliki has rat dan gai rah yang sama dengan yang Cornel rasakan padamu. Makanya dia akhirnya mengambil jalan pintas karena godaan yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Selingkuh lah dia karena selama ini yang telah diberikan sekretarisnya tidak dia dapatkan dari kamu Jelita. Dengarkan Oma apa kamu sudah melakukan hal yang lebih dengan Austin?"
"Kok pertanyaannya jadi dialihkan ke Austin si Oma? Apa hubungannya Austin dengan semua ini?"
"Sayang jangan bohong karena Oma tahu, Oma sangat tahu kalau Austin dan kamu ada sesuatu. Kamu tahu semalaman kamu mabuk lalu menciumi sekeliling wajah tampannya yang sampai basah dan bau minuman dari bibir kamu menempel padanya. Lalu dengan seenaknya setelah Austin bertanya padamu siapakah pria yang telah kau cium ini kamu pun menjawab bahwa Austin adalah Cornel,
Cornelio Abraham Darsono tunangan kamu tercinta."
...DEG...
"Oh no Oma benarkah aku menjawab seperti itu, oh God hal bodoh apa yang telah aku lakukan padanya? Oh no Oma aku pergi dulu, aku harus minta maaf."
Blam!
__ADS_1
To be continued