MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
You Stole My First Kiss!


__ADS_3

...🏚️Serenade Restaurant...


...Tiit.. tit.. tit.....


New Message Just Now


Mbak Mel


Man, gue butuh bantuan lo, mata-matai terus Ja lang itu, apalagi saat berduaan dengan lelaki. Foto dan kirim ke gue. Gue mau Cornel untuk gue seorang dan nggak ada lagi yang ngehalangin hubungan gue lagi.


Me


Baik Mbak


*****


"Heh kenapa cowok itu? lagipula masih ada gue yang sudah nungguin mbak Can gagalin pertunangannya, Ama gue aja mbak Can." potong Rendy yang tak mau kalah karena rasa suka yang dirasanya dari sejak 3 tahun yang lalu di pendam nya pada Jelita yang siapa tahu mendapatkan balasan.


"Dihh lagian semua pada ribut ngejodohin gue ama cowok lain sih guys, kalo kalian denger soal rumor ngga bener soal Cornel, nggak usah di percaya kan, belum tentu itu benar, ya udah gue mau ke toilet bentar, udah dari tadi gue nahannya."


"Okey mbak jangan terpesona ya jangan melirik juga kearah doi." Dona semakin santer menggoda atasan cantiknya.


"Suka ngaco deh udah ah guys gue mau ke toilet dulu."


****


Lalu keduanya pun di pertemukan di area depan Toilet dengan Jelita yang tadi nya menggeleng gelengkan kepalanya kala mengingat godaan demi godaan dari bawahannya yang kerap kali menjodohkannya dengan pria tampan pemilik Bougenville Hotel yang begitu membahana itu pun tak sengaja tersandung hingga tubuh Jelita yang mungil itu seketika terpelanting.


"Huaaaaaa."


Beruntung Austin dengan sigap menangkap tubuh Jelita yang sampai melompat jatuh kedalam dekapannya hingga bibir keduanya tak sengaja menempel karena keadaan yang membuatnya terpaksa bersentuhan.


Cup!


...DEG...


Jelita yang malah memejamkan matanya saat bi bir Austin menempel tak berjarak dibi birnya seraya pasrah mempersilahkan Austin untuk mengambil tindakan selanjutnya. Austin pun yang tak pernah sempat memikirkan tentang wanita dan cinta, akhirnya mengambil saja kesempatan yang langka di depan matanya dengan memposisikan keduanya ke tempat sepi sambil men cium bibir merah alami gadis cantik itu sampai Jelita kehabisan nafas.


...POV Jelita...


Ya tuhan beginikah rasanya bi bir seorang pria itu. Mengapa aku malah menikmati cum buan pria ini. Mengapa sensasinya sangat berbeda dibandingkan suasana saat aku berdekatan dengan Cornel aku selalu bisa menepis keinginannya untuk mencum buku. Aku tidak pernah merasakan jantungku seperti di pompa sedemikian cepatnya. Bi birnya begitu lembut mengoyak pertahananku. Herannya kenapa aku malah menyambut li dahnya yang seakan-akan menari-nari di dalam rongga mu lutku. Aku seakan tersihir oleh parasnya yang garang dan macho seolah membiusku. Perasaan apa ini tuhan?


"You stole my first kiss."


(Kamu mencuri ciu man pertamaku.)


Ucap Jelita seraya masih saling terpejam menempelkan keningnya ke kening pria tampan yang kini berhasil menyesap ranum bi bir merahnya yang menggemaskan menggoda kelaki-lakian Austin.


"Im sorry, then, may i kiss you again?"


(Maafkan aku apa aku boleh menciummu lagi?)


"No you can't! What about my "Langue de Boeuf" hmm?"


(Bagaimana rasa dari "Langue de Boeuf" buatanku hmm?)

__ADS_1


"The Taste hmmm, as sweet as your lips."


(Rasanya hmmm semanis bibir kamu.)


BLUSH


Jelita pun berlari pergi menjauhi pria tampan itu karena semakin malu. akhirnya mengurungkan niatnya untuk buang air kecil disana karena tak kuasa menunjukkan guratan kemerahan wajah cantiknya di hadapan Austin. Austin yang masih memegangi bibirnya sendiri sembari merasakan kelembutan bi bir gadis cantik yang terpaut dua puluh tahun darinya itu pun tersenyum penuh arti dan melanjutkan memakan lagi Langue de Boeuf di mejanya.


Lalu kejadian itu pun di abadikan oleh Lukman, waiter yang sedang bertugas membawa piring kotor ke pantry dan melihat keduanya saling mendekap dan bermesraan di balik pintu tangga darurat yang siap di laporkan pada Melinda yang membayarnya untuk memata-matai rival cinta terberatnya yakni, tunangan Cornel diam-diam.


...📸Cek . . krek . ....


...📸Cek . . krek . ....





...🏚️Mansion Darsono...


"Oohh jadi Melinda ini adik dari Emily Sanjaya Designer terkenal juga sahabat dari Jelita bukan?" tanya Farah nenek dari Cornell.


"Iya Oma, Opa dan Oma Mel juga sering menceritakan persahabatan yang sudah lama terjalin dengan Oma Farah dan juga Opa Dika."


"Tunggu tunggu jadi kamu ini cucu dari Anto Sanjaya dan Sekardayu?"


"Ya tuhaann ini seharusnya dirayakan pah," tanya Farah pada suaminya yang sudah memakai kursi roda karena pengapuran tulang lutut yang di deritanya.


Seru Mahardika sambil masih memainkan janggutnya yang panjang.


"Ahahaha baik Opa Oma, Mel akan sampaikan undangan kalian segera."


"Baiklah Melinda sudah waktunya pulang Oma Opa, aku juga mau ke rumah Jelita, aku sudah janji mau mengunjungi neneknya yang baru datang dari Perancis."


...DEG...


"A hhh mahhh jantungku ambilkan obat jantungku." Keluh Mahardika yang shock setengah mati setelah mendengar Jelita ternyata merupakan keturunan dari negara Prancis seperti ayah kandung cucunya yang tak pernah dia harapkan kedepannya akan bertemu kembali.


"Opa opa apa opa baik-baik aja?" Cornell pun terkejut bukan main saat melihat sang kakek tiba-tiba mengeluhkan sakit di dada di sebelah kirinya. Seketika niat busuk Mahardika untuk menunda kepergian Cornell agar tidak berangkat ke rumah Jelita pun terlaksana.


"Cornell Melinda bawa kakek ke Rumah Sakit sekarang, aaa hhh." Sambil berpura-pura kesakitan Cornell yang tidak mungkin meninggalkan keadaan Mahardhika seperti itu pun bergegas memberi kabar pada Jelita.


Apalagi Cornell saat ini sebenarnya sudah di hadapkan dengan pilihan yang sangat berat. Melinda dengan status sosial keluarganya yang pasti mudah diterima dengan lapang dada oleh Mahardika membuatnya sedikit lega tapi Cornell harus mengorbankan perasaan Jelita, cinta pertamanya yang sampai sekarang pun bersi kukuh mempertahankan ke pera wanannya sebagai hadiah terindah untuk Cornell setelah mereka menikah nanti.


"Bentar Opa aku akan memberi kabar untuk Jelita, agar tidak menungguku." pamit Cornel agak menepi untuk memberi kabar pada sang tunangan karena janjinya sepertinya tidak bisa di tepati.


...🏘️Rumah Jelita...


20.00


New Message Just Now


From : Hubby

__ADS_1


Booboo maaf aku belum bisa mampir, opa harus dirawat di RS jantungnya kambuh.


Me


Di RS mana? kamar apa?


Hubby


Harapan Jaya, VVIP room 1


Me


Okay


Hubby


Nggak usah kemari istirahat aja kamu pasti capek


Me


Okay


*****


"Votre fiancé est ici?"


(Tunanganmu jadi datang Sayang?)


"Opanya masuk Rumah Sakit Oma, jadi dia nggak bisa kemari." Jawab Jelita sambil masih merasakan kejadian tadi siang yang mungkin tidak akan pernah Jelita lupakan seumur hidupnya.


"Hei cepet jenguk sayang, apa yang kamu lakuin di rumah? cepet kok malah nggak ada kawatir-kawatirnya ni anak."


"Ugh, okay okay aku berangkat, aku naik taxy aja Oma jalanan Jakarta jam segini macet banget pasti."


"Ya sudah sana jangan lupa bawa cake cantik di dalam kulkas yang kamu bawa semalam."


*****


...🏥RS Harapan Jaya...


1 jam kemudian Jelita pun datang dengan membawa Cake buatannya yang tentunya sangat diminati oleh pelanggan Serenade Restaurant dia berikan untuk menjenguk opa sang tunangan berharap beliau akan senang menerimanya.


Tok . . Tok . . Tok . . 5x


Cek . . klek . .


"Ssshh ugh yah faster faster mas sayang."


Jelita pun mendengar de sahan seorang wanita yang sangat pelan, lalu di dekatinya ke arah datangnya suara itu sampai..


DEG


"Ya tuhan.. braagggg!" Cake mahal dan yang pasti enak itu pun jatuh berhamburan ke lantai.


To be continued . .

__ADS_1


__ADS_2