
"Nggak Nek Ahhh, ngga ada apa-apa kok?! Kakak nih apaan sih kak, hmm nenek nggak istirahat?" Seketika Melinda pun mengalihkan pikiran nenek Safitri agar ta terpaku lagi pada kehamilannya.
"Sebaiknya kamu tidak main-main dengan rencana pernikahanmu Melinda. Mana calon suamimu itu sekalipun belum pernah dia datang menyapa nenek?!"
Melinda pun tersenyum kosong sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal kala pertanyaan yang sangat di jauhinya akhirnya datang juga padanya. pertanyaan yang selama ini sangat di hindarinya bahwa Cornel selama ini memang tak pernah mencintainya.
"Ahh dia sibuk nek? Kan CEO kesibukannya banyak nek, aku kan sekertarisnya tau banget jadwalnya yang padat hingga tak bisa di ganggu gugat."
"Emily apa benar yang di katakan adikmu?"
"Ehh nek, sebaiknya nenek menyewa detektif terkenal untuk menyelidiki kejelasan hubungannya dengan calon suaminya nek, Ahahhaha aku nggak mau ikut campur bye!"
✨✨✨
...🏨Penthouse Bougenvile Hotel...
"Om maaf ya hehehe, aduuhh darahnya di tangan om? Aku nggak punya pembalut lagi?"
"Ya astaga sayang gimana sihh? ya udah Ayoo beli hmm"
"Hmm giamna kalo darahnya banyak? terus aku jalan sambil berdarah darah And then .."
"Stop! Okay fine okay then I'll go buy you those blood cover."
(Stop! iya iya aku pergi beli perban itu segera!)
"Not blood cover but tampons."
(Bukan perban tapi pembalut)
"Hai yah okay i'll go"
"Okay aku pergi sekarang juga hmm pakai celananya dulu gadis nakal nanti meluber kemana-mana."
"Ahhaha senengnya punya suami pengertian begitu, padahal nggak ada hal begitu-begitu kalo hari pertama mah kan masih dikit keluarnya."
Jelita yang bicara dengan diri sendiri didalam kamar utama itu pun tidak sadar jika sang suami tengah berada di balik pintu dan masih belum beranjak."
Austin pun kemudian mengangkat saja tubuh mungil gadis cantik itu lalu menggigit lagi leher dan tengkuk bagian belakangnya dan memberi tanda cinta di sana sampai merah kebiruan.
"Ahahahhaha ampun, aku ketahuan ya huaaaa."
Austin pun menggendong lalu melemparkan tubuh gadis cantik itu hingga tak beraturan lagi diatas tempat tidur.
__ADS_1
"Jadi nggak apa ya kalo lagi mens begitu bisa nunggu kan? Ya sudah sekarang mansion om dulu ayang setelah itu kita tidur ya ini sudah jam sepuluh jam sepuluh malam."
Kemudian keduanya pun mandi bersama dengan Austin meminta istrinya itu untuk melakukan hal yang bisa memuaskannya dan membuatnya enak tanpa harus ber cinta tetapi dengan melakukan hal lain yang bisa sama-sama memuaskannya.
Kemudian keduanya pun sama-sama terlelap kala seharian sudah tak terhitung berkali-kali bercinta.
Keesokan harinya..
Jelita yang sudah bangun shubuh dan menyiapkan sarapan pagi untuk sang suami tercinta lalu menyuruh bellboy hotel untuk membelikannya pembalut sehingga sudah tidak resah dan gelisahlah dirinya.
"Bangun om, Ayoo bangun sarapan yuk? Awww."
Austin yang masih menyadarkan dirinya kala di bukanya matanya sedang berdiri sang istri dengan kaos crop top allu celana hotpants yang membuat Austin semakin bergai rah di pagi itu. Austin pun dengan gemas menarik gadis cantik itu ke dalam dekapannya lagi dan mencium bibirnya lama serta pertukaran Saliva pun ta dapat terhindarkan lagi.
"Ssshhh om, nggak capek? bangun gih sayang, om bau nih belum mandi udah cium-cium."
"Hmm masa sih begini bau."
"Sshhh omm."
Jelita yang tak bisa menghindari serangan cinta dari om tampan itu pun akhirnya pasrah kala jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi keduanya pun tak menggubris sama sekali. Sang CEO sang pemilik perusahaan pun semakin menjadi-jadi kala kini sudah beristrikan Jelita sang kepala Chef yang membuat keduanya selalu bahu membahu terlambat sampai ke kantor masing masing seperti sekarang ini Jelita yang tadinya ingin sekali mengajak sang suami untuk sarapan bersama ternyata rencana tinggalah rencana Allah-lah yang maha berkehendak akan segala sesuatu.
Sehingga Jelita pun akhirnya harus melayani permintaan sang suami untuk membuatnya puas terlebih dahulu walaupun dalam keadaan berhalangan seperti kemarin namun kegiatan meng enakkan suaminya tertap harus dilakukan demi pahala setimpal.
"Ehhemm aku nggak pernah ada puasnya jika berhadapan denganmu gadis nakal tolong tetaplah disini aku ingin kita tidur saja hari ini tidak usah bekerja.
"Oh ya? lalu gimana dengan pengunjung Restoran yang kini mulai banyak dan menyukai masakanku hmm? isshh."
Jelita yang gemas akhirnya menggigit ujung hidung mancung pria tampan yang masih saja betah menenggelamkan wajah tampannya di dada gembul istri kecilnya dan betah berlama-lama disana.
"Hmm baiklah baiklah sayang, aku mandi okayy."
Austin pun akhirnya bergegas untuk bangun dari tempat tidur berukuran king size itu dan masuk ke dalam.kamar mandinya dengan masih bertelanjang dada dan memakai.boxer berwarna hitam menunjukkan penampakan body tegapnya walau berusia 45 tahun yang tak menutupi pesona ketampanannya sama sekali.
"Waahhh baiklah suamiku sudah bangun setelah mandi aku tunggu di minibar sayang jangan lama-lama."
Setelah empat puluh lima menit berlalu Austin pun keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobenya lalu memakai.kemejanya dan celananya dan mwneneng saja dasinya untuk turun menuju ke minibar untuk sarapan bersama istri tercinta.
"Sayang kemarilah pakaian dasiku dan duduklah diatas pangkuanku?!"
"Hmm baiklah suamiku yang bad *** yang macho dengan ketampanan tak terkira ini, cium basah dan lama dulu hmmppffhh."
Jelita pun semakin manja saja karena tertular oleh Austin yang terus menerus ingin mencicipi ranum madu dari istri cantiknya itu.
__ADS_1
"Nah sudah kan selesai pake dasinya sekarang have your breakfast my husband."
(Makanlah sarapanmu dulu suamiku?)
"Baiklah aku maunya disuapin dengan bibir kamu sayang."
"Baiklah aaakk."
Jelita pertama-tama menyiapkan buah ke dalam mulut Austin kemudian habis dari mulut ke mulut begitu seterusnya sampai 30 menit berjalan dan diakhiri dengan ciuman lama dan penuh gairah lagi dan lagi sampai tak tertahankan lagi.
Hampir saja akan terjadi lagi hal-hal yang diinginkan hal-hal yang tak tertahankan.
"Ughh sayang stopp! Yukk kerja ya?!"
"Eits ganti dulu dong hot pantsnya masa kamu pakai baju begitu doang?"
"Isshhh cemburu ya?!"
Austin pun gemas karena sedari tadi Jelita yang sibuk menyuapinya tetapi tidak juga berganti baju dengan seragam chefnya.
"Kalau pakai baju begini mending di akmar saja bersamaku, aku juga enggan berangkat ke kantornya kalau istriku begitu menggoda seperti itu."
"Ighhh iya iya ini ganti baju ishh bawell banget sih!'
"Ya iyalah."
Lalu..
New Message Just Now
Emily
Lit gawat!!!
Me
Apaan?!
Emily
Adek gue nggak hamil?!
DEG
__ADS_1
To be continued..