
...🏬 Nirwana Hotel...
"Ohh tidak tidak Boo sudah nggak ada yang perlu di periksa mobilku baik-baik aja Boo, ayo aku temani kamu ke restoran."
"A hh nggak usah tar kamu kejauhan kita berpisah di lobby aja, lagian kenapa kamu harus parkir di gedung ini?"
"Aku merindukan kamu Booboo ku, maaf sekali aku ada beberapa pertemuan penting semalaman sampai aku tidak sempat memberimu kabar."
"Ya sudah kalau begitu, nanti malam kamu ada waktu kan untuk ikut ke rumahku karena maksud kedatangan Nenekku dari Prancis yakni untuk bertemu denganmu salah satunya." ucap Jelita sambil tidak bisa menyembunyikan rasa antusiasnya saat bertemu dengan pujaan hatinya
"Ooh hai pagi pak CEO dan mbak Jelita." ucap Melinda yang menyapa keduanya di lobby saat keduanya keluar bersamaan dari lift basement area parkir. Melinda yang mengambil jalan pintas memakai jalur lift barang pun akhirnya sampai lebih dulu di lobby dan menunggu Cornell disana.
"Pagii Mel, Oh iya baiklah mudah-mudahan nanti aku bisa menukar jadwalku ya boo, oke bye sayang cup cup." ucap salam Cornel saat akan berpisah menuju ke lift yang menghubungkan tower B menuju ke ruangannya. Kejadian itu pun tak luput dari tatapan menghunus Melinda pada kecantikan Jelita yang alami tanpa harus terlalu banyak membubuhkan make up disana sini.
...Heh kasian sekali lo tunangannya yang hanya bisa merasakan bi bir tunangan lo menempel di pipi lo doang, dasar cewek muna fik Lo! sok suci sok cantik, cewek miskin yang mimpi di siang bolong, mimpi Lo ketinggian lagi...
Batin Melinda yang bergejolak merasa kesal dan cemburu dengan perilaku Cornell yang sangat mesra di depan Jelita yang di yakini oleh Melinda bahwa itu semua adalah kepalsuannya saja. Sejatinya Melinda sangat yakin bahwa perasaan Cornel hanya untuknya seorang karena Melinda sudah memberikan seluruh jiwa raga serta tu buhnya untuk dinikmati di tiap detiknya oleh Cornel dengan sepenuh hati Melinda.
Melinda dengan tang top dalaman setelan jasnya setelah berc inta dengan Cornell.
Sambil memutar bola matanya dan menganggap remeh Jelita si cantik lugu yang tak lain dan tak bukan lebih memiliki status resmi sebagai tunangan daripada dirinya yang sebenarnya lebih berhak atas posisi itu karena status sosial keluarganya yang sejajar dengan Cornel.
Namun kusak kusuk menyebar di kalangan pegawai hotel Nirwana bahwa satu-satunya saksi mata yakni Dewi sang asisten pribadi dari Torry yang menceritakan aib itu kepada teman se kos-kosannya salah satunya adalah Dona dan juga Tjna yang merupakan bawahan Jelita dan juga penghuni kos yang lain yang merupakan resepsionis di Lobby tower A Ranti, tempat Restoran berada dan Lobby tower B Eni.
Alhasil yang dibicarakan pun akhirnya menoleh setelah ke empat resepsionis disana berbisik sambil melirik ke arah Melinda dan Cornel yang berjalan ke arah lift direksi lalu Jelita yang berjalan ke arah lift pegawai untuk menuju ke Restoran. Jelita pun menghentikan langkah kakinya dan pura-pura mencari kunci mobilnya di dalam tas tangannya.
__ADS_1
"Coba Lo lihat bisa-bisanya mbak Jelita nggak sadar juga, pak Cornel terang-terangan menunjukkan kemesraannya dengan mbak Melinda. Aduh sayang banget cantik-cantik tapi oon, kalo gue nih ya, di selingkuhi kaya gitu di belakang gue, walau mereka nggak pernah ngeliatin kemesraan di depan gue, gue akan selalu nyurigain siapa pun yang berada di dekat laki gue, walau cewek itu nggak selevel misalnya jauh lebih jelek dari gue."
"Iya bener Lo Ran, gue juga nggak akan percaya seratus persen ama laki gue lah, gue akan cek semua pesannya, panggilan keluar masuknya. Pasti kalo cowok selingkuh tu selalu banyak alasan untuk batalin janji ketemuan ama kita."
...DEG...
Jelita pun sedikit bersandar di depan dinding lift yang akan dia masuk sembari turut mendengarkan gosip yang turut melibatkannya. Jelita pun mengepalkan tangannya erat dan mengumpat..
"Breng sek, apa bener mereka ada main di belakang gue? ahh selama nggak ada bukti yang kuat gue nggak akan gegabah. Setelah apa yang kita lalui sama-sama selama ini rasanya nggak mungkin kalo Cornell bakalan ngekhianatin gue.
Lalu Jelita pun masuk ike lift lagi sambil menggeleng gelengkan kepalanya seraya tidak percaya bahwa sang tunangan yang begitu menyayanginya bisa berpaling begitu saja darinya.
"Mbak Can ehh ketemu kita, yuk barengan." Ajak Rendy waiter Serenade Restaurant tempat Jelita menjadi kepala Chef yang di perhitungkan kemampuannya.
✨
✨
✨
"Selamat pagi pak CEO." Salam sapa Charles sekertaris pria yang akan membantu segala keperluan serta mengatur jadwal Austin selama di Indonesia.
"Hmmm selamat pagi, aku minta laporan keuangan kamu serahkan ke meja ku sekarang, lalu untuk direksi kapan ada jadwal untuk meeting denganku?"
"Rencananya meeting dengan direksi masih di Minggu depan saat acara penyambutan pak CEO sudah di selesaikan di Minggu ini?"
"Mengapa satu minggu berturut-turut harus di lakukan penyambutanku? itu sungguh buang-buang waktu, jadikan satu di hari Jumat malam hingga selesai."
"Yah karena cabang kita di seluruh negeri ini begitu banyak boss dan mereka ingin sekali melihat penampakan boss dari dekat, saya sungguh kuwalahan. Lalu kemudian Hari berikutnya seharusnya dengan hotel rekanan kita."
__ADS_1
"Tunggu kalo dengan hotel rekanan kita siapa yang seharusnya hadir?"
"Yang hadir tentunya direksinya boss."
"Hmmm, apa Nirwana hotel juga termasuk dalam undangan itu?"
"Oh Nirwana hotel tidak pernah bersahabat dengan kita boss. Nirwana selalu memasang jarak dan memberi batas agar mereka bisa terus menjadi saingan terberat kita. Memang benar dari segi pelayanan, kualitas kita nomer satu dengan taraf internasional. Namun sayangnya dari segi kuliner dan Restorannya kita kalah jauh dibandingkan mereka."
"Hmmm menarik sekali, apa hasil survey dari para pelanggan yang pernah mengunjungi restoran kita?"
"Yah makanan kita di nilai sangat hambar di menu-menu dalam negeri seperti menu salah satu daerah di Indonesia yang tidak cocok dengan selera pelanggan, sehingga mereka hanya memilih menu western saja apabila berkunjung ke restoran. Selain itu kelebihan Nirwana hotel juga ada sajian Buffet (menu all you can eat) dengan semua menu termasuk western, Asia dan juga Indonesia."
"Saya yakin mereka bisa seterkenal sekarang sejak tiga tahun yang lalu restorannya di pegang oleh Kepala Chef muda tapi sangat berbakat boss."
Lalu pria dingin itu pun tersenyum, teringat sekelebat kejadian menarik yang mempertemukannya dengan gadis cantik yang berhasil membuat jantungnya campur aduk karena kesal.
"Hmmm aku ingin sekali merekrut chef berbakat seperti itu mulai besok buka lowongan pencarian Chef, cari yang benar-benar berkualitas dan aku mau aku di libatkan dalam seleksi mereka. Satu lagi bawakan aku menu favorit di Serenade Restoran yang paling diminati pelanggan disana."
"Baik boss akan saya pesankan segera."
...Baru kali ini aku melihat senyumannya, ya tuhan padahal kalau tersenyum juga makin tampan. Pria normal sepertiku saja kagum dengan ketampanannya, oh God.....
Batin Charles pun bergejolak tak karuan. Kemudian setelah dipikir kembali Austin ingin memastikan sendiri rasa dari menu makan buatan Jelita apakah memang juga sesuai dengan seleranya.
"Hmm tidak-tidak antarkan saja aku kesana sekarang juga!"
DEG
To be continued
__ADS_1