MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Emang Gue Miskin..


__ADS_3

...🏨 Bougenville Hotel...


Penthouse lantai 45



Penampakan Penthouse mewah Austin.


Lalu Austin pun mengajak gadis cantik itu bersantai di kediamannya di lantai teratas gedung pencakar langit miliknya di lantai 45 yang seluruh lantainya sudah menjadi penthouse pribadi Austin. Untuk Austin mendinginkan kepalanya dikala stress melanda apalagi stres karena cinta.


"Mau minum?"


"Hmm." Lalu Jelita pun mengikuti Austin ke arah minibarnya untuk mengambil air minum. Austin dengan mesra menggandeng saja dan menggenggam jari jemari mungil dan mulus milik jelita dan membawanya masuk ke area penthouse nya yang begitu mewah dan begitu luas berlantai dua tersebut.


Jelita pun mengabadikan moment kebersamaannya dengan kekasih barunya lewat status WhatsApp, Instagram dan juga Facebook.


Lalu pengikutnya yang berjumlah ratusan ribu itu pun ikutan kepo.


"Wah mbak Jel lagi dimana? penthouse baru ya mbak?" tanya salah satu follower nya.


"Bukan, ini Penthouse cowok gue."


"Oww mas Cornel kah mbak? wow kaya banget ya mbak?"


"Bukanlah ini di rumah cowok gue yang baru gue fotoin penampakan belakangnya ya."


...📸Cek krek...


"Ya kok bagian belakangnya sih mbak? depannya dong?"


"Hush depannya cuma milik gue hahaha."


"Yeeee mbak Jel so sweet kalo di lihat dari penampakan belakangnya pasti doi ganteng banget."


"Hmm kasih tau nggak ya?"


Saking asyiknya Jelita membalas satu persatu inbox yang memadati media sosialnya tersebut sampai-sampai Austin yang sudah berada di dekatnya dengan membawa segelas air minum untuknya tidak diperdulikannya sama sekali lalu Austin pun berinisiatif untuk menggigit gemas hidung mancung gadis cantik itu agar jelita mengalihkan perhatiannya pada Austin seorang.


"Aww sakit." Jelita pun pura pura kesakitan sambil memegangi hidung mancung mungilnya dengan kedua tangannya. Sambil nyengir kesakitan sampai memejamkan matanya


"Sakit ya aduhh, Im sorry, coba lihat sini." Austin pun terpancing untuk membuka kedua tangan mungil nan mulus gadis cantik itu agar dilihatnya bagaimana bekas gigitannya mengenai hidung mancung gadis cantik itu.

__ADS_1


"Argghh!" Teriak Austin saat Jelita dengan gemas juga membalas gigitan Austin pada hidung mancung Austin sampai pria tampan itu juga kesakitan.


"Pffttt hahahaha."


"Eh dasar kamu gadis nakal sini kamu."


Keduanya pun berlarian berkejar-kejaran di sekitar ruang tv penthouse mewah itu hingga kelelahan dan akhirnya Jelita pun menyerah dan sengaja menangkapkan diri di dalam dekapan pria tampan itu.


"Ha aaa hh ampun hahahaha."


"Aku nggak memaksa kamu untuk tertawa sayang aku juga siap menjadi sandaran hidupmu saat kamu bersedih. Jika kamu ingin menangis maka menangislah di dadaku ungkapkan semua rasa sedih hatimu padaku aku siap mendengarkannya jadi janganlah hanya menunjukkan kebahagiaanmu saja di depanku melainkan kesedihanmu juga tunjukkanlah padaku karena aku ingin jadi seseorang yang ada di saat kamu sedih apalagi di saat kamu bahagia."


"Hiks ehek ehek ehek hiks huaaaaa, Austin im sorry i have to go, gue malu gue malu menunjukkan kesedihan gue ke elo, gue . . belum siap."


"Hmmm mau kemana lagi?"


"Gue gue harus kembali ke Nirwana Hotel terlebih dahulu untuk ngembaliin mobil gue untuk nyerahin surat pengunduran diri gue juga hiks."


"Baiklah nggak usah sedih ya aku akan mengantarkanmu kemanapun itu. Aku akan berusaha untuk menemanimu."


"Thanks so much tapi kalo elo sibuk gue nggak apa-apa gue biasa sendirian di dunia ini hiks hiks, sekarang gue kembali ke nol, kembali ke Jelita yang malang, Jelita yang miskin, semua fasilitas yang gue pakai adalah milik kantor, mobil, laptop, tab semua harus gue kembaliin ke tempatnya semula hiks."


"Kemarilah, sudah hmm come on kita berangkat ya? kembalikan semuanya seperti semula okay? minum dulu lalu brangkat hmm, sekarang cium dulu dong? hmmmpphhhff."





...🏨Nirwana Hotel...


"Iya elo tau sendiri kan, Jelita itu miskin yatim piatu nggak punya status sosial heh, mau jadi apa dia setelah Cornel ninggalin dia nanti? Malah sekarang kakak gue juga nggak dianggapnya sahabat gara-gara tunangannya gue rebut. Hahaha gue ngga peduli walau kakak gue ngebenci gue gara-gara ini yang penting keinginan gue milikin Cornellio sudah di depan mata tinggal selangkah lagi."


Lalu ponsel Melinda pun berbunyi tanda pesan dari seseorang sedang di terimanya. Ternyata pesan itu adalah pesan dari Lukman.


Setelah mendapat pesan dari Lukman sang mata-mata Melinda pun merasa terpukul lagi-lagi pria berkuasa yang berhasil menjadi kekasih Jelita. Sekarang malah bi bir Jelita diberikannya secara cuma-cuma kepada pria kaya raya itu. Dewi pun penasaran mengapa wajah Melinda seketika berubah drastis menjadi layu tak bersemangat.


"Ada apa mbak? kok tiba-tiba murung."


"Hmm gue cabut dulu Wi."

__ADS_1


Lalu Dewi pun segera menelpon para sekutunya yang ada di Serenade Restoran.


...Outgoing Call...


Dona, Tina


"Guys elo tau ada berita yang sangat menghebohkan guys?"


"Opo toh kuwi Dew? berita heboh opo?" tanya Dona penasaran memakai logat jawanya.


"Iya nih penasaran gue!" Tina pun tak kalah antusias.


"Itu guys Mbak Can mutusin pak Cornel gara-gara pas Si Mel dan Cornel begitu-begitu mbak Can ngedenger de sahan mereka dari luar lalu Duaaaarrrr!!


"Wah modiaaarr tenan." ( matilah sudah)


"Pffttt hahahaha seru banget nih, terus terus?"


"Terusnya tadi Melinda tuhh dengan berkoar koar merasa udah menang dari mbak Can berhasil merebut tunangan mbak Can, lah dia bangga intinya begitu, terusnya dia juga mengolok-olok mbak Can mau jadi apa mbak Can tanpa pak Cornel dengan ketampanan paripurna super kaya bla bla bla gitu deh, udah miskin status sosial nol heh kasian banget, pake gitu segala guys, aduh gue doain semoga mbak Can cepet dapet pengganti tunangan biadabnya guys.


Lalu seseorang yang sedang dibicarakan pun nongol merasa menjadi buah bibir di sore itu.


"Lo mbak Can udah sore baru nongol?" tanya Dona terkejut karena Jelita kenapa baru muncul pada sore hari ini.


"Halo mbak Can mbak jangan sedih ya kita semua ada untuk ngedukung mbak selalu kok." ucap Dewi sekutu Jelita yang berada di tempat jauh yakni di tower B.


"Iya makasih ya Dew, Tin, Don gue dateng cuma mau nyerahin ini ama kalian?" Berat hati yang di rasa Jelita saat menyerahkan surat pengunduran dirinya pada teman-temannya yang sebenarnya tak sampai hati dia lakukan. Tiga tahun merupakan waktu yang tidak singkat untuk membuat Serenade Restaurant menjadi maju pesat seperti sekarang.


Suasana kekeluargaan yang selalu Jelita tanamkan pada kru nya yang membuat mereka saling memiliki sebagai keluarga satu sama lain. Jelita pun tak sengaja meneteskan air matanya sampai saling menunduk lalu berpelukan dengan Tina dan Dona serta Dewi yang akhirnya merubah panggilan suara tadi menjadi panggilan Video.


Jauh di lubuk hati Jelita. Jelita memang sedikit memanfaatkan keberadaan Austin untuk membalas dendam pada sang mantan tunangan atas perbuatan kejinya yang sudah berhasil membuat hatinya hancur berkeping-keping. Sehingga Jelita selalu memanfaatkan kesempatan saat bersama dengan Austin untuk mengabadikan momen itu di status media sosialnya. Jelita berharap suatu saat nanti Cornel mengetahui dengan mata dan kepalanya sendiri bahwa Jelita bisa cepat move on darinya dan tidak tersiksa terlalu lama seperti pasangan yang berpisah pada umumnya.


"Heii udah guys jangan nangis kalian pasti bisa sukses juga dengan kepala Chef yang baru nanti, jangan lupa saling berkabar ya?"


"Trus mbak Can mau naik apa?" tanya Tina Dona dan Dewi bersamaan.


"Hey naik dia tuh, udah nungguin gue dari tadi."


"Ohh my God mbak Can hebaaattt!!"


Cek . . krek . .Cek . . krek . .📸📸📸

__ADS_1


To be continued


__ADS_2