MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Tak Sayang Ya Di Buang!


__ADS_3

...Kediaman Nenek Emily dan Melinda...


"Hiks hiks huaaaa huaaaa gue males Ama Cornel gue benci dia pen gue bunuh aja sekarang juga ga pake ampun dasar cowok gobl ok dan oon luar biasa!"


Tangis Melinda pun pecah kala keinginannya untuk menjauh dari Cornel dan membatalkan rencana pernikahan mereka yang sebenarnya tidak sungguh-sungguh itu pun kini di sesalinya. Melinda berharap Cornel akan menarik tangannya dan menahannya untuk tidak pergi dan kembali lagi untuk mengurus persiapan pernikahan yang tinggal sebentar lagi.


Namun apa yang di dapatkannya Cornel tidak sedikitpun menunjukkan kalo dia ingin Melinda kembali ke pelukannya dengan menolak dan mengancam Austin agar tidak menjadikan Jelita sebagai ibu tirinya yang sangat tidak pantas di pandang mata menurutnya.


Melinda beranggapan bagaimana jika orang memandang rendah Melinda, kala bersanding di suatu acara dengan ibu mertuanya maka yang akan menjadi pusat perhatian pastinya yaitu ibu mertuanya yang terlihat lebih muda dan lebih se xy di bandingkan dirinya yang sedikit berisi dengan kulit lebih gelap pula.


"Heii ngapain looh tiba-tiba nangis nggak jelas begitu?!"


Tanya Emily sang kakak yang tak suka dengan kehadiran sang adik yang tak biasanya tiba-tiba menangis tak jelas. Tidak seperti biasanya yang selalu ceria merasakan indahnya cinta bagai tak ada hari esok.


"Jangan bilang Lo nggak di jamah hari ini jadi Lo nangis?"


"Apaan sih Lo syirik aja beda kan adik Lo nih lebih pinter cari pasangan sederajat dari pada Lo yang nggak becus, masa sih punya cowok kok pengacara a.k.a pengangguran banyak acara tau deh pangkatnya juga apaan? Pffttt hahahaha."


Hina Melinda pada kakaknya yang memiliki kekasih yang masih kuliah di S2 dan terlihat selalu ada untuknya kemanapun Emily berada maka itu Melinda mengira kekasih Emily itu merupakan pengangguran yang tak punya kerjaan tetap hingga selalu ada saat Emily membutuhkannya.


"Hah ngga peduli gue, yang penting doi sayang gue, nggak kaya seseorang yang tiba-tiba nangis kalo tak di jamah, di sentuh kalau pas butuh, di tinggal kalau udah tak di sayang dan tak ada manfaatnya lagi."

__ADS_1


"Breng sek! Jaga mulut lo! Sekarang ceritain kenapa Lo sampai nangis kek kompor mleduk?"


"Gue gue huaaaaa hiks, gue udah nolak Cornel untuk nikahin gue gara-gara Jelita jadi ibu tirinya?!"


"Apa?!"


Emily yang shock dan tak percaya akan kenyataan yang tak pernah di sangka-sangkanya.


"Iya *** *** itu sudah menggoda bapak kandung Austin tau nggak lo? Nah sekarang gue yang kena imbasnya, mana bisa gue nikah ama Cornel dengan si ja Lang yang gue hancurin pertunangannya lalu gue harus hormat ke dia yang menikahi mertua gue, oh God gue nggak bisa ngebayangin."


"Erggghhhhhh!"


Melinda pun menginjakkan kakinya ke lantai marmer di Mansionnya melompat karena terlalu geram.


Emily pun bisa melampiaskan kekesalannya pada adiknya yang tak tahu diri, dengan mudahnya memberikan tubuhnya sebagai umpan padahal saat itu Melinda juga tahu posisi Cornel adalah tunangan dari jelita dengan begitu mudahnya Melinda merayu Kornel dengan tubuhnya dan begitu pula Kornel dalam sekali godaan saja sudah memakan umpan itu seperti kucing yang tidak akan menolak jika diberi ikan asin sekalipun.


"Jadi kelar hidup Lo sekarang? Ahahaha itu namanya karma! Emang enak main sembarangan ngerebut tunangan orang, sekarang tau rasa kan Lo?! Gue nggak habis pikir bisa Setega itu ya Lo Ama Jelita yang Jelas-jelas Cornel tu dulu sering banget ngajak Cornel ke rumah ini."


Jika diingat-ingat saat kuliah Cornel dan Jelita yang selalu menyempatkan untuk mampir ke rumah Emily karena lokasinya yang dekat dengan sekolah.


"Huek.. uhh huekkk.. ukhh."

__ADS_1


"Heh sebaiknya elo emang beneran lagi hamidun ya jangan sampe Lo buat-buat berita yang ngga bener karena kalo ngeliat Lo kayaknya kok butuh nggak butuh ke Cornel gue jadi curiga nih, kalo elo tuh cuma mempermainin Cornel dan keluarga kakek neneknya yang begitu arogan dan keras dan ketat. Emily pun menarik saja kerah kemeja Melinda sampai lehernya tertarik ke dekat ke wajah Emily sambil memaki adiknya yang penuh tipu muslihat hingga sang kakak pun tak kuasa ingin membuang saja adiknya itu ke ujung dunia agar tidak lagi mengganggunya dengan berjuta permasalahan hidup yang pelik dan membuatnya malu seperti persoalannya saat ini dengan Jelita dan Cornel yang melibatkan milyarder dari Prancis sekaligus ayah Cornel sekaligus calon mertua Jelita tadinya.


...DEG...


"Heh lepasin gue! Sialan Lo?! Emangnya kalo gue nggak hamil apa peduli Lo?!"


Melinda yang bicara asal dengan acting menangisnya yang begitu menjiwai sehingga Melinda patut di juluki artis yang bermasa depan cerah. Mengingat artis di Indonesia yang tidak perlu memiliki banyak talenta untuk menjadi terkenal cukup dengan tampang tak tahu malu, aib yang di umbar untuk konsumsi orang banyak, pelakor, pebinor dan juga perusak rumah tangga orang lain yang bisa membuat jantung yang berdebar kencang dan bulu kuduk berdiri tegak.


"Heh gue malu punya adik yang suka mengumbar aib kaya Lo. Suka mempertontonkan tubuh secara cuma-cuma pada laki-laki yang labil seperti dan mudah tergoda kaya Cornel ih jijik gue lalu sekarang Cornel pun ga ngejar Lo saat Lo bilang Lo udah ga mau kawin Ama dia kalo bokapnya nikah ama Jelita begitu?!"


Tanya Emily sambil berkacak pinggang tepat di depan Adiknya.


"Gue lebih baik mati dari pada punya mertua kaya dia, ja Lang tak tahu malu gimana bisa semua cowok hot dan kaya jatuh tak berkutik di kakinya. Udah gitu yang bikin gue makin kesel saat gue dan Cornel belanja cincin kawin di toko Jewelry yang terkenal itu ehh dia malah milih koleksi yang limited edition udah gitu dia jadi member VVIP nya lagi sebel gue! Lah Cornel cuma bisa ngebeli cincin harga 200 jutaan sepasang pula, duhh malu banget gue. Kalo 200 juta mah bisa beli sendiri gue!"


"Pffttt hahahah so udahan nih, jadinya batal dong acting hamilnya?"


Ucap Emily dengan lantang hingga di dengar oleh neneknya yang juga bersahabat dengan Mahardika dan Farah.


"Apa?! Acting hamil?! Oma nggak ngerti deh!"


...DEG...

__ADS_1


To be continued ..


__ADS_2