
Bougenville Hotel, Indonesia
Edelweis Restaurant..
"Eh lo tau nggak kabar terbaru dari pak CEO kita, yang kayanya tu bikin skandal baru guys, tiba-tiba pas dia naik diatas panggung eh tu si tunangannya Nowella Cortez yang ternyata adalah cucu keluarga terpandang di Prancis bukan tunangan yang sebenarnya.."
"Eh maksud lo apaan? Jangan bikin rumor yang nggak nggaklah, elo tuh kebiasaan deh?"
"Ehh ssttt diem-diemlah lo percaya nggak sih, jadi pas diatas panggung itu Pak Ceo tuh di cium oleh wanita tak dikenal, yang disambutnya dengan tangan terbuka lalu Pak Austin juga menciumnya balik dan membawa gadis itu dalam gendongannya. Eh pas banget lo kejadiannya pas mbak Jelita ijin waktu itu. Elo percaya nggak kalo gue bilang itu adalah dia?"
"Eh yang bener lo? Emang ceweknya mirip ama mbak Jelita?"
"Iya mirip banget cantik banget waktu itu dia pake mini dress back less se xy banget pokonya, kaya bukan dia sih, tapi gue yakin itu dia."
"Hah elo emang ada bukti? Gue nggak percaya emang mau pak Austin ama dia? Dia kan rakyat jelata?"
Jelita sebenarnya mendengar apa yang di gunjingkan oleh karyawannya yang tidak pernah di gubrisnya sama sekali. Jelita bertingkah setenang air di danau mati yang tak pernah terusik oleh ikan dan binatang air yang lain. Jelita memang di kenal tegas namun tidak pernah memperdulikan orang menggunjing apa pun tentangnya seperti yang dialaminya dulu di Serenade restaurant banyak yang menggunjingkan tentang tingkah Cornel dan Melinda di belakngnya yang tak pernah di pedulikannya sama sekali tahu-tahu rumor yang beredar tersebut ternyata benarlah adanya.
"Mbak tuh, mbak dikatain tuh ama orang banyak." ucap Rani pada Jelita yang sibuk membuat adonan kue dan desert.
"A hh biarin aja gue nggak peduli Ran yuk lanjut aja?"
"Eh tunggu mbak, emang gimana sih cerita sebenarnya? Yang ngejar itu mbak Jel atau Pak CEO?"
"Pfftt hahahaha gue yang ngejar cinta ampe ke Prancis. "
"Eh sumpeh lo beneran mbak? Serius?"
"Iya Ran gue tuh nekat sih tapi akhirnya gue dapet ini ini. "
"Eh mbak aduhh, ternyata mbak Jel tuh agresif juga ya, mbak Jel tuh kaya cewe lugu, alim ehh sekarang malah nunjukin cu pangan cinta Pak CEO di sekujur leher mbak Jel. Gila gue salut sih?"
"Hmmm awalnya sih gue mau mainin perasaan doi doang tapi malah gue yang kejebak ama perangkap gue sendiri."
"Tahu deh gue tuh pengen mempermainkan dia aja buat balas dendam ke mantan gue. Cuma dia yang benar-benar cocok buat nyakitin perasaan mantan gue masalahnya. Doi lebih matang, lebih mapan, lebih kaya, lebih tampan nah kan. Pas juga sih saat itu doi tiba-tiba datang ke hidup gue tanpa di rencanakan."
"Aduuhh mbak jadi mbak yang jadi penjahatnya disini, mbak ngejar pak CEO karena ingin memperalatnya begitu? Mbak kasian pak CEO yang nggak berdosa wajah setampan dan body seperfect itu mbak permainkan?"
Rani pun terheran-heran dengan apa yang diungkapkan oleh Jelita barusan bahwa berani-beraninya gadis lugu dan polisi seperti Jelita malah memperalat pak CEO yang sepertinya tidak butuh cinta dari siapa pun juga apaalgi Jelita, memang siapa Jelita?
__ADS_1
"Namun apalah daya karena ciumannya yang memabukkan aku sedikit demi sedikit sadar bahwa aku nggak butuh apa-apa lagi, aku hanya butuh dia, bahkan aku udah bisa ngelupain cinta yang ku jalin selama bertahun-tahun lamanya yang hanyalah cinta antara sahabat. Aku tidak pernah berhasrat bila berdekatan dengannya seperti aku berdekatan dengan Austin."
"Seolah olah aku baru merasakan cinta pertama saat ini."
"Jadi mbak sudah sukses ngedapetin cinta pak. CEO dong?"
"Ahahhaha iya alhamdulillah Ran, Alhamdulillah banget."
"Wow selamat ya mbak? Semoga nggak ada lagi penghalang yang nyempil diantara hubungan kalian berdua."
"Amiiinnn."
"Ya udah mbak sekarang mbak Jelita ceritain dong ke semuanya kalo mbak ama pak CEO itu udah jadian."
"Nggak usahlah Ran tar kebenaran akan berbicara dengan sendirinya, gue sih selow aja semua akan indah pada waktunya."
"Cieee yang udah mantap ama pilihannya. Gimana mau nggak mantap coba, orang pilihannya kelas berat banget."
"Yuk ahh pulang Ran, biar Ob (Office boy) aja. yang ngebersiin pantry nya seperti sedia kala. "
"Siap boss."
Room 2012
Incoming video call
My Om
"Halo."
"Baru pulang ya?"
"Om mau ke indo ya?"
Tanya Jelita antusias saat pria tampan itu menelponnya dari bandara pasti untuk kembali ke. Indonesia mendatangi gadis yang dicintainya.
"Ngga nggak ke indo kok, om mau ke belahan bumi yang lain."
"Aa hhh sayang om, aku sayang ama om banget, i love you cepat pulang i miss you so much."
__ADS_1
"Masa sih sayang, om ngga percaya."
"Ya udah kalo ngga percaya! "
"Om sangsi juga sih, karena om takut di permainkan ama gadis nakal ini."
"Jangan jangan ragukan cintaku Om cintaku tulus untuk Om untuk suamiku ini yang sangat aku cintai. "
"Om baru tahu loh ternyata gadis nakal Ini bisa juga menggombal."
"Igh! om ini?!"
"Hahaha ya sudah sayang sampai ketemu lagi bye I love you Assalamualaikum."
"I love you too Waalaikumsalam. "
Call ended..
Setelah menutup teleponnya Austin pun bergegas untuk menuju ke gate boarding pass karena pramugari dan pilot private jetnya sudah siap menunggunya di sana.
Lalu tiba-tiba seseorang yang tidak pernah diharapkannya muncul di sana sekarang berada di depan matanya dan memberhentikannya sehingga Austin pun mengurungkan langkah kakinya untuk berjalan menuju ke gate boarding pass.
"Tunggu aku ingin bicara Austin. Ada hal penting yang harus kamu tahu tentang jala ng pilihanmu itu. Ja lang yang terlihat sangat lugu dan polos itu ternyata berkedok wanita licik yang hanya akan mempermainkan perasaanmu saja wahai om-om malang."
"Pergilah karena kamu hanya akan buang-buang waktumu saja di sini sampai kapanpun walau tanpa Jelita pun aku tidak akan pernah bisa memiliki perasaan terhadapmu."
"Hahaha baiklah Austin sayang walau berpengalaman dalam berc inta ternyata bisa juga kamu ditipu oleh jala ng kemarin sore."
"To the point aja Nowella jangan berbelit-belit karena private jet ku jauh lebih penting daripada kamu!"
"Baiklah Austin sayang kalau itu maumu tapi setelah kamu mendengar ini aku yakin 100% kamu akan mengurungkan niatmu untuk pergi ke negara jala ng itu."
Voice Recorder play
"Gue tuh pengen mempermainkan dia aja buat balas dendam ke mantan gue. Cuma dia yang benar-benar cocok buat nyakitin perasaan mantan gue masalahnya. Doi lebih matang, lebih mapan, lebih kaya, lebih tampan nah kan. Pas juga sih saat itu doi tiba-tiba datang ke hidup gue tanpa di rencanakan."
...DEG...
"Hahahaha sudah denger sendiri kan?"
__ADS_1
To be continued..