
...Mansion Norton...
Sent Message
To Alan Agent
Tolong selidiki hubungan antara Austin Lambert dan Jelita yang tiba-tiba menjelma menjadi cucu Norton dan merebut Austin dariku.
Alan Agent
Alan Lambert pemilik Bougenville Hotel? dan Jelita siapa? Tolong yang lengkap namanya bos?!
Me
Hey itu tugasmu bodoh! Yang pasti kedua orang itu sudah menikah dan seharusnya akulah yang mengisi posisi sebagai Nyonya Lambert sekarang mengerti kamu!
Alan Agent
Baik Boss siap Laksanakan
Me
Aku mau semua yang terlibat dalam hubungan keduanya hingga proses keduanya saling suka apakah ada yang tersakiti atas pernikahan mereka selain aku? Aku ingin kamu laporkan setiap detail jangan ada kurang satu apa pun Alan!
Alan Agen
Baik Boss siap Laksanakan
Kembali ke percakapan dengan keluarga Norton..
"Sepertinya aku kalah suara disini, camkan baik-baik Austin dan Ja lang aku tetap akan mengejar kisah dadakan kalian yang membuatku curiga apakah ada yang tersakiti juga akibat penyatuan kalian ini sepertiku dan aku akan mengajaknya bekerjasama untuk membuat Sekutu ku menjadi lebih kuat, heh permisi! "
Ucap Nowella undur diri dari kamar kedua mempelai yang sedang hot hotnya itu pun akhirnya diikuti oleh nenek Sofia yang juga ingin segera istirahat demi mendinginkan kepalanya yang sudah panas akibat serangan beruntun dari Norman dan Nowella namun berbeda waktu itu.
"Oma kembali, oma baik-baik aja kan?"
"Hmm oma sedikit pegal-pegal sayang, kalian lanjutkan lah lagi kegiatan enak kalian, Cepat buatkn oma cicit agar suasana istana oma jadi lebih hidup."
"Amiinn segera oma."
"Aissh om, katanya mau pacaran dulu."
"Ya sudah ya sudah se dikasihnya aja ya."
"Ehemm"
Austin dan Jelita pun akhirnya bisa beristirahat dengan tenang dengan terlebih dahulu mengunci pintu kamarnya agar tidak ada lagi musibah untuk kedua dan ketiga dan seterusnya.
__ADS_1
*****
...Keesokan harinya.....
...Bandar Udara Charles de Gaulle Paris...
"Sayang istriku istri kecilku maukah kamu menunggu sampai urusan pembatalan pertunangan dan lain sebagainya disini selesai?"
"Oh no om sayang ngga mungkin aku ninggalin Restoran kita terbengkalai seperti ini terus menerus."
"Baiklah jangan rindu, rindu itu berat hmpffh."
"Nggak mungkun aku nggak rindu tapi kangen, kangen berat."
Setelah perundingan yang panjang akhirnya Jelita pun memberikan ijin pada Austin untuk stay daripada malah persoalan di prancis yang masih belum juga bisa di kendalikan dan semakin runyam lebih baik Jelita mengalah untuk pulang ke Indonesia seorang diri. Jelita pun menolak tawaran suaminya saat akan pulang ke Indonesia dengan mengendarai private jet milik Austin, namun Jelita dengan berat hati harus menolaknya karena pikirnya merupakan pemborosan jika harus menaiki private Jet seorang diri tanpa suaminya disana.
"Oma nggak ikut aku lagi ke Indonesia?"
"Nanti sayang, kalo pekerjaan oma sudah oma bereskan semuanya nanti oma akan kembali mengunjungimu. Oma sedikit tenang karena kamu sudah ada yang menjaga sekarang berbeda dengan waktu itu oma khawatir karena kamu yang tinggal seorang diri dengan tunangan yang ternyata tak bisa diandalkan sama sekali.
"Hmm baiklah aku berangkat dulu oma dan om sayang. ." Jelita pun pamit kepada kedua belahan jiwanya itu untuk pulang ke kampung halaman dan kembali beraktivitas seperti biasanya.
"I love you om sayang. "
"I love you more my little wife."
"Ahahahha iya sayang kita beli sama-sama di Indo ya, i'm sorry andai kamu nggak usah mikirin restoran kita, kita bisa ngabisin waktu bersama di sini hmm? "
"Baiklah hmmmpppfhh jangan lama-lama balik indonya?! "
Jelita pun berjalan ke arah boarding pass sambil menunggu pesawat siap untuk dinaiki. dan tinggal landas setelahnya.
"Ehem permisi nona."
Jelita yang terbang dengan menggunakan first class tentu saja tidak jadi menggunakan blackcars milik sangat suami melainkan Austin sendiri yang neemsankan tiket untuknya melalui sekertarisnya yang berada di Prancis sehingga begitu bertabur kemakmuran kini yang bisa Jelita tuai dari penderitaannya selama berpuluh-puluh tahun hingga dewasa.
"Ya silahkan." Jelita yang sedang menikmati perjalanan itu sambil merebahkan kursi mewahnya lalu memejamkan matanya dan mendengarkan musik yang setia mengiringi perjalanannya hingga 18 jam di udara.
Jelita merasa ada yang aneh dengan pria yang kursinya berjarak paling dekat dengannya seperti pasangan itu mengapa matanya terus tertuju padanya seperti orang yang ingin mengorek keterangan padanya. Namun Jelita yang menyadari sejak dini akan hal itu pun akhirnya menutup wajahnya dengan menggunakan selimut yang di berikan oleh pramugari selain untuk beristirahat juga supaya lelaki itu mengalihkan perhatiannya dari Jelita.
Kemudian Jelita pun benar-benar tertidur pulas akhirnya. Setelah delapan belas jam mengarungi ribuan pulau dan samudra sampailah Jelita ke tanah air dengan masih mewaspadai sekelilingnya bahwa pria tadi yang begitu mencurigakan yang tak Henti-hentinya menghunuskan pandangan matanya kearahnya tidak didapatinya lagi berada di sampingnya.
Jelita yang akhirnya lega dan mantap untuk turun dari pesawat. Lalu diilihatnya tidak ada yang tertinggal turunlah dia untuk kemudian menunggu suitcasenya di gate pengambilan barang.
"Aduh mana sih ponsel gue kok ngga ada ya?" Ucapnya pada dirinya sendiri saat ponselnya sudah raib entah kemana. Pikirannya tertuju pada lelaki yang selalu memperhatikan gerak geriknya tadi. Apakah pria itu telah mencuri lonselnya darinya? Tapi untuk apa bukankah yang naik ke first class selalu orang yang berada lalu mengapa ponsel Jelita yang hanya ponsel merk tidak
terkenal yang juga tidak bisa menunjang penampilannya itu pun juga masih saja menjadi sasaran pencuri.
__ADS_1
"Hiks, ya tuhan gue masih nggak hafal no ponsel. suami gue, oma yang nggak mungkin gue hubungin dengan meminjam ponsel orang-orang disekitar gue aahh bagaimna gue mau pesan taxy online juga? ya tuhan."
Langkah Jelita yang gontai dan terseok-seok pun terlihat begitu menyedihkan kala seorang pria dengan memakai pakaian formal kerja sedang menunggunya dengan setia untuk menjemputnya kembali ke peristirahatan Jelita sementara yakni di kamar hotelnya di Arrival Gates (Gerbang Kedatangan)
"Mbak Jelita mbak sini mbak?"
"Oh alhamdulillah trimakasih ya Allah mas charles, apa si om yang menyuruh mas charles untuk menjemputku? "
"Iya mbak boss besar atau suami mbak yang menyuruh saya menjemput mbak saya ucapkan selamat sekali lagi atas pernikahan mbak dan boss besar, sini mbak Jelita saya bantu membawa barang-barang mbak Jelita ya.
"Alhamdulillah trimakasih mas Charles aku jadi nggak kepikiran sama sekali mas karena ponselku hilang. Aku panik bagaimna aku menghubungi Om dan oma yang masih belum aku hafalkan nomernya sampai sekarang."
"Ya Tuhan mbak Jelita sabar ya ini telpon lah si boss pasti beliau khawatir pada mbak. "
"Baik makasih Mas."
Lalu..
Sent Mesage
To: Client
Ponsel Jelita sudah saya retas boss
Client
Bagus, segera laporkan padaku hasil penyelidikan mu.
Me
Siap Boss
*****
"Oh tunggu dulu nona, nona saya yang tadi satu pesawat dengan nona."
"Oh ya mister ada apa ya?"
"Ponsel nona tadi terjatuh di pesawat, lain kali hati-hati nona."
"Oh ya trimakasih banyak mister. "
"Ya sama-sama nona."
****
"Heh kena kau.."
__ADS_1
To be continued..