MENIKAHI CALON MERTUAKU

MENIKAHI CALON MERTUAKU
Langsung Ngamar!


__ADS_3

🏨***Hotel Nirwana***


Serenade Restaurant


"Hmm no no no tongue (jangan pakai lidah) Austin kita di depan orang banyak, bisik Jelita saat di rasa ciuman kekasihnya itu sudah semakin menuntut.


"Huuuu mbak tinggal ngamar diatas, apa di Bougenville, gercep mbak, buruan kawin mumpung masih single." seru Tina yang jadi provokator melihat ciuman b asah yang di berikan oleh Austin hingga membuat Jelita sampai kehabisan nafas. Malu malu itulah yang kini di rasakan oleh Jelita kala tingkahnya semakin berani setelah purus dari sang tunangan, semua orang bertanya-tanya benarkah Jelita sudah move on ataukah hanya pelampiasan saja pada pria tampan itu karena rasa sakit hatinya yang sangat dalam terhadap tunanganya?


"Makin ngaco deh kalian." Ucap Jelita yang merasakan begitu dalam dan intensnya ci uman dari kekasih tampannya tadi hingga merasuk ke relung jiwanya.


"Sudah? Tidak-tidak ku masih mau melanjutkan lagi sayang, bye guys Jelita aku culik dulu ya." Lagi-lagi tatapan Austin yang membunuh menyerang siapa saja pria yang menampakkan kekagumannya pada gadis cantik itu. Austin pun segera membawa Jelita yang sudah di rasa cukup untuk berpamitan dengan mantan rekan kerjanya di Restoran mewah itu sambil memberi kecupan gemas di pipi Jelita sampai Jelita pura-pura mengadu.


"Aww, it hurts, bye guys baik-baik ya kalian tanpaku sukses semuanya." Sambil melambaikan tangannya pada rekan-rekannya yang masih terlihat tak rela untuk melepas kepergiannya sambil kedua tangannya membersihkan sisa lipstiknya yang belepotan menempel di bibir serta pipi Austin.


Lalu para karyawan pun mengantar kepergian Jelita sambil melambaikan tangannya kala kedua pasangan kekasih yang tak saling mengungkapkan isi hatinya masing-masing itu memutuskan untuk go with the flow (mengalir) saja seperti seharusnya pasangan saling suka yang lain harus bersikap.


"Bye mister kami masih nggak rela mister milikin kakak cantikku hiks hiks, udah kandas ama si onoh ternyata nggak ada sehari udah move on ama si onoh cepet banget sih guys! apa salah dan dosaku ini ya tuhan sehingga tidak pernah sedikitpun Engkau beri kami kesempatan mendekatinya dari jarang satu meter saja."


"Heee elo tuhh ngerusak suasana aja, gila sih kalo gue bilang mbak Can tu beruntung banget belum juga belum 1 minggu kenal udah dapet lagi ma yang lebih lebih lagi dari pak CEO." ucap Dewi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tatapan para gadis yang lain di sana pun mupeng dan meleleh melihat kemesraan keduanya yang sungguh tidak bisa dipercaya, bagaimana bisa seorang Jelita memikat seorang yang begitu kaya seperti Austin Lambert ssang crazy rich di dunia perhotelan.









__ADS_1


Ruang CEO


Setelah tamparan yang sangat keras ke pipi Melinda.


"Ehek ehek hiks, kamu kejam mas, kamu nggak pernah punya perasaan padaku selama ini, mas cuma mau tubuhku, gila ya! Sekuat tenaga aku kerahkan segala daya upaya agar mas juga cinta ama aku tetep aja susah banget."


"Dari awal aku udah ingetin kamu Mel."


10 menit kemudian keduanya pun sudah saling memakai pakaian masing-masing.


Dan..


BRAKK


"Ada apa ini?!" Mahardika dan Farah yang tiba-tiba datang mengunjungi hotelnya yang belum sepenuhnya diserahkan pada cucunya. Kesehatan Mahardika yang menurun di usianya 75 tahun karenanya Farah yang berusia lebih muda yakni 70 tahun masih bisa sehat mendorong kursi roda Mahardika kemanapun walau kemana-mana ada suster yang mengawasi.


"Ohh selamat sore opa, Oma apa ini tadi dari Rumah sakit?"


"Sore, Melinda kami berdua mengunjungi kalian di sini bukan untuk say hello dan happy-happy, kami berdua kemari karena kami mendengar kabar yang kurang mengenakkan mengenai kalian berdua."


Sebenarnya kakek dan nenek Cornel lebih menyetujui Cornel bersanding dengan wanita dengan status sosial yang sama dengannya seperti Melinda tetapi tidak menutup kemungkinan keduanya sebaiknya dipersatukan bukan karena perselingkuhan melainkan melalui jalan yang benar setelah Cornel memutuskan pertunangannya dengan Jelita tentunya.


Namun ternyata kenyataan berkata lain saat Cornel sudah tidak bisa menahan nafsu bejatnya untuk mencicipi ranum tubuh wanita lain yang tidak dia dapatkan dari tunangannya sendiri karena Jelita sangat menjaga kesuciannya, hanya untuk suaminya kelak.


Nenek dan kakek Cornel yang dari awal memiliki maksud jahat kepada jelita yang memang memiliki bakat terpendam yaitu menjadi seorang chef yang handal yang menurun dari sang ibu yang dulu memiliki usaha restoran yang dibesarkannya mulai dari nol bersama ayah Jelita.


Semenjak 3 tahun yang lalu saat Jelita mempunyai ide untuk membuat menu yang unik dan rasanya sangat diminati oleh para pelanggan di Serenade restoran. sejak saat itu Jelita yang awalnya tidak disetujui oleh Mahardika sebagai kekasih dari Kornel pun akhirnya menyetujui kalau keduanya menjadi sepasang kekasih sekaligus bertunangan saat itu setelah para chef terkemuka mencicipi masakan dari bakal calon menantu keluarga Darsono itu sangatlah enak dan tiada duanya


Hingga melambungkan nama restoran itu menjadi sebesar sekarang berkat tangan ajaib dari Jelita. Mahardika pun akhirnya terkejut setelah mendengar bahwa Jelita telah memutuskan sepihak pertunangannya dengan cucu tersayangnya dan memutuskan untuk menyusul Cornel untuk memperjelas Bagaimana sebenarnya duduk persoalan sepasang kekasih itu hingga Jelita menginginkan mereka bubaran.


"Jawab opa dengan jujur Cornel Apa benar yang opa dengar dari beberapa karyawan di sini kalau kamu dan Melinda terpergok sedang melakukan hal yang tidak senonoh saat kalian berdua menjaga opa di rumah sakit?"


"Ih iya benar Opa."


"Lihatlah apa yang sudah kalian lakukan hingga Jelita harus mengundurkan diri dari posisinya sebagai kepala chef di restoran kita Cornel haruskah Opa yang merayu Jelita agar Jelita tetap menjadi kepala chef di restoran kita? turuti Opa Cornel rayu Jelita agar mau kembali lagi bekerja sebagai chef kepala di Serena di restoran atau oppa akan mencabut posisimu sebagai CEO di perusahaan ini?"


"Aku menyesal opa,menyesal banget, aku berdosa padanya."

__ADS_1


"Heh denger ya mas udah tahu sekarang pertunangan mas di batalin, sudah seharusnya mas melamarku dan meresmikan hubungan kita, hiks hiks oma opa, bukankah oma dan opa setuju jika mas Cornel segera mengambil keputusan oma? kita sudah satu tahun bersama oma, opa. Satu hal lagi mas aku buka saja sekalian pada oma dan opa bahwa aku sudah tidak menggunakan  alat kontrasepsi selama satu bulan ini." Melinda pun melancarkan segala daya dan upayanya sebagai sucu sahabat dari pasangan keji itu untuk maju terus pantang mundur ingin segera membuat Cornell untuk menikahinya.


DEG


"Ya tuhan Cornel mumpung Melinda masih belum isi cepatlah cucuku lagipula Cornel bagaimana bisa kamu begitu nakal sih, sebenarnya tabiat yang seperti itu menurun dari siapa Cornel? mungkinkah dari ayah, ups."










Perjalanan..


"Mau kemana tuan putri?" tanya Austin pada gadis cantik yang sekarang berstatus pengangguran itu.


"Hmmm Austin menurutmu apa kita ini tidak terlalu cepat?"


Sambil menyetir Austin pun ingin Jelita mendekatkan tubuhnya agar bisa sedekat mungkin  dengan posisi duduknya sebagai supir Jelita seharian.


"Jelita mendekatlah, kamu tahu usiaku? apa kamu siap menjalin hubungan denganku? menjalin hubungan dengan duda beranak sepertiku?"


Deg!


To be continued..


(Ada revisi sedikit harap membaca ulang)

__ADS_1


__ADS_2