
Masih di dalam perjalanan..
"Wow gue nggak keberatan tuhh, sekarang ceritain tentang masa lalu lo, hmm mulai sekarang gue jadi aku, elo jadi kamu ya?"
"Okeeyyy, jadi ada syaratnya sayang."
"Ceritain masa lalu aja harus ada syarat? emang syaratnya apaan?"
"Iyalah harus sayang, syaratnya kapan kamu minta cerita soal masa laluku maka aku nggak akan mulangin kamu hari itu?!"
...DEG...
"Ya udah nggak sekarang kalo gitu, sekarang pulangkan aku, kasihan Oma sendirian Austin!"
"Pffttt hahahaha kamu serius sekali sih, iya ayo pulang." Austin pun semakin mendekap tubuh gadis cantik itu dari samping kirinya lalu mengusap-usap puncak kepalanya dengan tangan kirinya.
...Aduh apa sih maksudnya nggak bakal mulangin gue? Huft huft apa sihh sebenernya maunya si om ini, di bikin panas dingin terus gue huft huft.....
"Suasananya langsung jadi panas ya." ucap
"Hmmm masa sih mau lebih dingin ini aku turunin temperaturnya ya? Sayang kenapa sih? kamu sakit? ini udah deket rumah, ahahahha kamu kenapa sih?" Austin yang memang sengaja menggoda gadis cantik itu untuk melihat sejauh mana Jelita bereaksi dengan ajakan Austin untuk menginap di kediamannya. Apakah memang benar jelita sungguh lugu tidak pernah terjamah oleh laki-laki lain ataukah memang Jelita masih bertahan dengan prinsipnya yang akan menghadiahkan kesuciannya untuk suaminya kelak.
"No Im okay, Im fine, nevermine."
(Oh nggak aku baik-baik aja kok.)
Jelita pun semakin salah tingkah menghadapi pria matang nan tampan dengan sejuta pengalaman yang siap menaklukan setiap wanita yang menjadi sasarannya sekarang juga.
Kemudian mobil sport milik Austin pun sampai ke halaman rumah sederhana milik Jelita lalu keduanya pun turun dengan menggenggam jari jemari lentik nan mungil milik Jelita. Austin memperlakukan Jelita benar-benar seperti ratu lewat sentuhan sentuhan yang dia berikan.
...Cek . . klek . ....
"Kamu istirahatlah aku harus kembali dulu, Rama sudah menjemput ku didepan, dont you wanna kiss me?"
"Hmmppffhh, i wish you could stay, what about your car?"
(Berharap kamu bisa mampir, bagaimana dengan mobilmu?)
"Yah pakailah mobilku untuk transportasi kamu berangkat dan pulang sayang hmm?"
"No this is too much Austin, I cant take it."
(Ini berlebihan Austin aku nggak bisa nerima.)
"No please dont dissapoint me?"
(Tidak, aku mohon jangan buat aku kecewa."
"Okay, i'll accept this. Thanks hmmppffhh."
__ADS_1
(Okay aku akan menerimanya, Trimakasih.)
"Hmmppffhh, be a good girl bye."
(Jangan nakal ya)
Jelita pun melihat dari belakang kepergian pria tampan itu sampai masuk ke dalam mobil mewah Rolls Roycenya.
"Ehem ehemm sudah jadian aja nih? sepertinya Oma ketinggalan berita?"
"Hmmm Oma ya aku nggak tahu kenapa kalo ama Austin rasanya jantungku ngga berhenti berpacu melawan waktu. Aku juga heran ada apa dengan jantungku apa aku sudah terserang penyakit jantung semuda ini?"
"Jadi cucu Oma ini apakah sudah merasakan apa itu cinta yang berimbas pada perasaan dahaga ingin saling kissing ingin selalu dekat dengannya. Apabila berjauhan seperti ini kamu udah kangen ama dia."
"Hmm aku malu Oma karena semua yang Oma katakan benar." Semburat merah seketika meremang di seluruh wajah cantik Jelita kala apa yang dirasakan Jelita pada pria matang yang baru saja di temuinnya itu malah yang mendekati cinta. Sebaliknya hubungan asmara yang sudah terjalin sekian lama hanyaalah rasa sesaat yang tak pernah dianggapnya cukup berarti untuk di pertahankan.
"Sini Oma peluk, sayang cepatlah menikah dengan Austin kalo kamu sudah mantap di okay? karena Oma sudah tidak mau menunggu lebih lama lagi untuk menunggu cicit oma yang cantik dan tampan ke dunia."
"Oww Oma, kita baru satu hari jadian Oma bagaimana bisa memutuskan untuk menikah?"
"Sayang dengar cinta tidak butuh waktu lama untuk saling mengerti, saling memahami, saling menghargai, saling setia dan saling memiliki satu sama lain, lihatlah hubungan kamu dengan Cornel? setelah sekian lama terjalin malah buang-buang waktu dan kamu malah di selingkuhi dan di khianati."
"Ahh Oma aku akan mencoba mengakrabkan diri dengannya, huft Oma jangan buat aku mati karena nervous dong."
"Lalu bagaimana pekerjaan kamu di hotel tunanganmu sayang?"
"Syukurlah kalo begitu, ya sudah ayo Oma sudah memesan makan malam untuk kita. Kamu juga capek kan sayang untuk masak?"
"Hmm iya Oma ayo."
✨
✨
✨
...🏨Hotel Nirwana...
"Ya tuhan Cornel mumpung Melinda masih belum isi cepatlah cucuku lagipula Cornel bagaimana bisa kamu begitu nakal sih, sebenarnya tabiat yang seperti itu menurun dari siapa Cornel? mungkinkah dari ayah, ups."
"Okay Oma silahkan Oma menyamakan ku dengan ayahku yang tidak pernah aku tahu dia siapa, okelah ibu almarhum yang juga tidak pernah aku tahu, jangan salahkan orang tuaku atas kesalahanku Oma Opa cukup, ini semua salah Jelita, salahkan Jelita atas kesok suciannya mempertahankan untuk tidak mau bermesraan denganku, dasar perempuan menyebalkan!"
"Tapi sekarang malah dia dia.." Kata kata Cornel terhenti saat apabila sampai sedikit saja Cornel membuka kejelekan Jelita yang sudah memiliki kekasih dalam waktu singkat dan berani bermesraan di depan umum itu akhirnya dia urungkan. Cornel tidak mau karen ucapannya itu malah memunculkan Boomerang baginya.
"Argghhh! aku muak dengan kalian semua!"
...BRAKK...
"Mas tidak mas, mau kemana maas mass jangan pergi mas maaaaass."
__ADS_1
"Biarkan Mel biar dia mungkin ingin mendinginkan kepalanya sejenak."
"Hiks iya oma hiks."
****
45 menit kemudian..
Cornel langsung meluncur ke tempat nongkrongnya dikala suntuk dan stress melanda.
...🌁Tobax Club...
"Halo Boss ganteng mami siap membuat malam-malammu makin betah disini , tuhh silahkan di pilih gadis secantik apa yang Boss ganteng mau mami siap sediain."
"Hmm bawakan aku wine yang paling lama yang kamu punya. Lalu carikan aku gadis seperti dia harus mirip seperti dia aku tidak mau yang bentuknya berbeda Sekarang pergilah dari hadapanku!"
"Aduh yang seperti ini, hmmm kayaknya mami tidak punya stok yang seperti gadis cantik di foto ini bos ganteng. Bagaimana kalau dengan Rania ini fotonya seperti ini."
"Tidak dia bukan gadisku dia bukan gadis yang ada di fotoku. Sekarang pergilah enyalah dari hadapanku dan bawakan aku wine yang terlama yang ada di sini!"
2 jam kemudian Cornel yang sudah menghabiskan sebotol penuh wine bermerek tahun 1923 itu sontak mabuk dan teler hingga beberapa bodyguard Club malam itu pun kebingungan untuk mengantarkannya masuk ke mobilnya. Sedangkan biasanya sopir pribadinya selalu mengikutinya kemanapun Cornel pergi. Namun berbeda di malam ini Cornel yang memang berangkat dengan kemarahan yang sudah memuncak sendirian tanpa ditemani oleh siapapun.
"Bos sebaiknya Bos memanggil sopir Bos aja karena bos tidak mungkin bisa menyetir dalam keadaan seperti ini!"
"Arghhh banyak bacot kalian! Pergilah dari hadapanku menyingkir semua minggir!"
Cornel pun dengan kemarahan dan juga rasa mabuknya yang nekat untuk menyetir mobil sportnya dengan sangat kencang melaju ke suatu tempat yang sangat dirindukannya.
✨
✨
✨
...🏘️Rumah Jelita...
Sementara itu keadaan rumah Jelita dini hari itu terlihat lengang dikarenakan Jelita dan Oma yang tidur sekamar sudah terlelap di alam mimpi.
Lalu..
...BRAKK...
Seorang laki-laki terlihat mendobrak kamar Jelita hingga pintu dan engselnya pun terlepas lalu lelaki itu pun menerobos saja ke dalam kamar Jelita dan hendak melakukan tindakan tak senonoh kepada gadis cantik itu yang sedang dipeluk erat oleh sang oma.
"Aaaaarggghh Omaa tolong aarrghhh!"
DEG
To be continued
__ADS_1