Menjadi Selir Mantan Mertua

Menjadi Selir Mantan Mertua
#49 : Menegur


__ADS_3

"Sebaiknya, jangan di sini kalau ingin bermesraan. Semua orang akan melihat kalian."


Serkan memicingkan sebelah matanya. "Kenapa kau mengatakan Hasna pembantu? dia istri ku Alena."


"Sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu. Aku tidak mau Hasna di cemoh orang."


"Apa yang di katakan tante Alena benar,"


"Ini tidak benar Hasna," Serkan tidak menyetujui perkataan kedua wanita di depannya. "Status mu harus jelas," ucap Serkan.


Serkan melihat seorang karyawan yang keluar dari pintu lift. Tidak ingin berdebat di luar. "Kita masuk," ajaknya.


Serkan membuka pintu mobil di depan, bermaksud untuk Hasna masuk. Namun Alena langsung masuk begitu saja. Pria itu menutup pintu, ia tidak ingin memperpanjang dan menegur Alena walaupun sebenarnya ia kesal Alena selalu ikut di saat ia ingin meluangkan waktu dengan Hasna.


"Hati-hati," ucap Serkan saat membantu Hasna masuk ke dalam mobilnya.


Hari ini ia pun harus menyetir sendiri lantaran Andreas yang kenak musibah. Tanpa mereka sadari, Andreas selalu kenak omel dari Eli.


Bahkan Eli tak berhenti mengomeli Andreas yang membuat kakinya terkilir dan beberapa luka di tangannya.


Walaupun dalam hati, Andreas ingin menyumpat mulut camprengnya Eli, ia tahan karena dirinya merasa bersalah. Dia juga salah karena fokus pada ponselnya.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja. Lagian kamu juga kenapa berdiri di pinggir jalan."


"Ya mau beli lah, memangnya mau apa?"

__ADS_1


"Situ bodoh atau gimana?"


Andreas menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil mendesah. "Anda bisa diam tidak, saya sudah bilang saya minta maaf." Andreas mengatupkan kedua tangannya. "Saya benar-benar minta maaf, saya tidak sengaja."


Eli melotot, akhirnya ia bungkam dan sekarang ia harus bagaimana dengan kakinya begini? bagaimana ia harus bekerja?


"Saya akan memberikan kompensasi pada Anda, jadi Anda tidak perlu khawatir."


"Benarkah?" tanya Eli berbinar.


Andreas mengangguk mantap."


"Saya butuh uang, saya butuh 50 juta buat adik saya yang sedang sakit," ucap Eli.


"Baiklah, aku akan mengantar mu ke rumah mu."


Setelah membayar pengobatan Eli. Andreas membantu Eli berjalan sampai ke mobilnya.


"Wah, itu bukannya tuan Andreas? siapa wanita itu?"


"Ah aku lupa," dia menepuk keningnya. "Tuan, tuan Andreas!" panggil seorang wanita. Wanita itu berlari, namun mobil hitam milik Andreas telah berlalu.


Wanita itu pun menyusul Andreas, baginya ini sangat penting. Ia tidak mau dirinya di salahkan apa lagi tuan Serkan memang menantikan seorang anak, ia tidak mau kepalanya di penggal karena di tuduh berbohong.


Seperti memiliki riwayat jantung, Dokter Aira terus fokus pada mobil di depannya. Sesekali dia melihat pada lampu lalu lintas. Mobil milik Andreas telah berlalu, dia pun menghubungi Andreas dan beberapa menit kemudian. Andreas mengangkat panggilannya.

__ADS_1


"Hallo Dokter,"


"Tuan, tuan Andreas ada sesuatu yang ingin saya bicarakan. Bisa kita bertemu?" tanya Dokter Aira. Lebih baik dia jujur pada Andreas dari pada harus jujur pada Serkan. Biarlah Andreas yang mengatakannya sendiri.


Andreas melirik Eli. "Baiklah Dokter, kita bertemu di Restaurant Xxx."


Andreas memarkirkan mobilnya, dia memasuki sebuah gang dan melihat sebuah rumah yang tampak sederhana.


Andreas membukakan pintunya, dia pun membantu Eli turun, tanpa menoleh dan melihat sekelilingnya. Andreas langsung menggendong Eli ala bride style..


"Eh," Eli terkejut, dadanya berdebar-debar dan membuat suhu tubuhnya memanas. Dia pun menatap Andreas, cukup lama di tatap wajah tampan itu.


"Tidak perlu, seperti i .."


"Jalan mu kayak keong, jadi aku malas menunggu lama."


Eli menarik kekagumannya pada Andreas, pria yang tak lain sekertarisnya suaminya sahabatnya ini membuatnya kembali naik darah.


"Sudahkan,"


Andreas melihat ponselnya. "Beri tau aku nomor ponsel mu, nanti aku akan menghubungi mu untuk transfer uangnya."


Eli mencebik, dia pun membaca nomor ponselnya itu.


Tanpa berkata apa pun, Andreas langsung pergi dan membuat Elu lagi-lagi kesal.

__ADS_1


__ADS_2