Menjadi Selir Mantan Mertua

Menjadi Selir Mantan Mertua
#bab 54


__ADS_3

Serkan tidak menanggapi terlalu jauh, lagi pula ia harus mengawasi Alena, ia khawatir Alena berbuat yang di luar batas.


Makan malam pun berjalan dengan lancar, setelah makan malam, Hasna di temani Serkan dan berbincang sedikit, keduanya mengakhiri obrolan mereka karena udara malam yang semakin dingin.


Serkan ingin menjadi suami siap siaga, melindungi istrinya dan membahagiakannya.


"Hasna, jangan lupa tutup jendela dan gordennya, kalau dingin nyalakan penghangat ruangan." Nasehat Serkan mengantarkan Hasna sampai di depan pintunya.


"Iya Om Se,"


"Mimpi indah," ucap Serkan, dia mencium kening Hasna sebelum berlalu pergi.


***


Seorag wanita terkejut mendengarkan laporan dari hasil pemeriksaannya, ia tidak hamil, bahkan matanya seakan ingin menguliti kulitnya karena sudah berani membohonginya.


"Kau! bagaimana bisa pekerjaan mu tidak becus Dokter Aira?" Alena berkata dengan sarkas. Dadanya naik turun menahan panasnya hati. Ternyata beberapa hari ini hanyalah impian palsunya.


"Jangan pernah mengatakan apa pun pada Serkan. Aku yang akan mengatakannya sendiri."


"Baik Nyonya."

__ADS_1


Alena mengepalkan tangannya, hatinya sangat kacau, tapi dengan cara ini dia akan menggunakan waktu untuk menyingkirkan Hasna. Dia memiliki cara yang kokoh.


Karena tidak memiliki waktu lain dan butuh lawan bicara. Dia menghubungi Anita dan Alena bergegas menuju Apartement Anita.


...


Anita menyajikan sebuah jus untuk Alena, lalu duduk di depannya.


Alena menyambarnya dan meneguknya hingga tandas.


"Aku tidak hamil dan ternyata pemeriksaan yang aku lakukan beberapa hari yang lalu, hanyalah omongan belaka. Serkan pasti kecewa pada ku, padahal anak ini bisa mempertahankan posisi ku." tutur Alena, ia merasa frustasi. Ia takut Serka akan mengetahuinya, untungnya hanyalah dirinya yang tau semuanya.


"Aku memiliki dua kartu, jika aku tidak bisa membuat Hasna keluar maka aku akan menjebak Hasna dengan berpura-pura keguguran."


"Rencana yang pas, sebenarnya apa rencana mu?" tanya Anita. Dia begitu penasaran dengan rencana Alena.


"Aku akan menjebak Hasna dengan Leon, mungkin mereka kemarin sempat bertemu."


"Leon?" Anita mencoba mengingat nama itu yang merasa tak asing. "Dia kekasih Yumna?"


"Betul,"

__ADS_1


"Waw, ide mu sangat berlian Alena, aku tidak sabar melihat wanita itu menangis." Anita bertepuk tangan, bersorak gembira.


....


Di tempat lain, Serkan menerima sebuah laporan dari Andreas, pria itu juga terkejut setelah menyelidiki semuanya siapa pria itu.


"Dia bajingan yang selama ini aku cari, hah! Ternyata ada yang menyembunyikannya," Serkan tak menyangka, semua foto dan laporan hasil operasi wajah serta identitas aslinya ada kaitannya dengan istrinya.


"Saya ingin mengatakan, ternyata Nyonya Alena tidak hamil. Dokter Aira salah mendiagnosanya. Tadi Dokter Aira menghubungi saya, Nyonya Alena sudah tau." Jelas Andreas, "Apa perlu saya menyelidiki kembali tentang Nyonya Yumna, mungkin ada sesuatu yang terlewatkan tuan."


"Baiklah selidiki, tapi aku tidak perduli dengan perselingkuhannya, karena dia memang berselingkuh."


"Apa yang akan tuan lakukan saat ini?" tanya Andreas, apa ia harus memusnahkan Alena?


"Tidak, biarkan saja."


Andreas yang tidak paham dengan isi otak Serkan pun mengangguk. Lalu membungkuk hormat keluar ruangan Serkan.


"Apa Hasna akan membenci ku? Seandainya dia tau aku membuat almarhum Azzam menderita, apa dia akan menyalahkan aku, Yumna juga mantan mertuanya.''


''Berarti selama ini aku dibohongi, aku tidak menyangka, aku memelihara berbulu domba." umpat Serkan, selama bertahun-tahun ternyata dia di bodohi.

__ADS_1


__ADS_2