Menjadi Selir Mantan Mertua

Menjadi Selir Mantan Mertua
#bab 61


__ADS_3

Setelah menyuruh pak Aren membereskan barang-barang Alena. Serkan menyeret Alena dan pak Aren mengikutinya dari belakang. Sedangkan Andreas, dia hanya memandang Alena dengan perasaan jijik.


Dia tidak menyangka, Alena melakukan hal yang menjijikkan. Dia menemukan sebuah vidio di mana Alena mengancam Yumna dengan nama Azzam.


Dua orang polisi pun turun dari halaman depan dan masuk berpapasan dengan Serkan.


"Kebetulan anda datang, saya ingin wanita ini membusuk di penjara."


"Tidak Serkan, kamu tidak bisa melakukannya. Aku mencintai mu Serkan,"


"Cinta, aku tidak butuh cinta mu. Cepat bawa wanita busuk ini pak, beraninya dia mengancam istri ku Yumna dan membahayakan nyawa putra ku."


"Baik pak," Kedua polisi itu pun menyeret Alena.


Drt


Serkan mengambil ponselnya di sakunya dan langsung mengangkatnya dengan senyuman terbit.


"Apa?"


Serkan langsung berlari ke arah mobilnya dan menancap gas mobilnya dengan cepat. Hati dan pikirannya pun tertuju pada Hasna, dia tidak mau terjadi sesuatu pada Hasna.


Tanpa memikirkan keselamatan nyawanya, Serkan menambah kecepatan mobilnya dan melewati beberapa mobil lainnya.


"Hasna, maafkan aku. Seharusnya aku tidak meninggalkan mu sendiri."


Serkan melajukan mobilnya, jika terjadi sesuatu pada Hasna. Dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Serkan menepikan mobilnya, dia membuka pintu mobilnya dan melihat beberapa kerumuan warga yang berada di halaman depan Hasna.


"Nikahkan saja mereka pak! Mereka telah berzina." Ucap Seorang warga memandang jijik.


"Tidak! Semuanya bohong, aku tidak pernah melakukannya, tolong percaya pada saya."


"Bohong pak, dia yang menggoda saya dan saya masuk ke dalam jebakannya." ucap seorang pria tersenyum sinis.


"Tidak Pak! Kau jangan berbohong, aku tidak kenal dengan mu."


"Kita pernah bertemu satu kali." ucap seorang pria.


"Usir wanita murahan ini pak, kita tidak boleh membiarkan dia tinggal di sini dan mengotori warga di sini."


"Saya mohon, percaya ini fitnah."


"Tidak pak! Ini fitnah," ucap Eli. Baru saja dia menghubungi Serkan dan mengulur waktu agar para warga tidak menikahkan Hasna dengan pria brengsek di samping Hasna. Meskipun dia tidak melihat kejadiannya secara langsung, tapi dia percaya pada Hasna yang tidak akan melakukan hal senonoh.


"Tidak!" Suara Serkan membuat keadaa di halaman Hasna yang ramai langsung sepi. Semua warga menoleh ke belajang dan melihat seorang pria.


"Dia istri saya pak, anda jangan sembarangan menikahkan orang."


Serkan langsung membuka jasnya dan menutupi tubuh Hasna dengan jasnya, dia memeluk erat tubuh Hasna yang bergetar itu, baru beberapa jam yang lalu dia meninggalkan Hasna demi menenangkan pikiran Hasna, bukannya tenang. Hasna malah di fitnah dan di caci maki.


"Kalian tau siapa yang kalian fitnah ini? Ini istri saya Hasna Abhizar Acnaf." Serkan menekankan nama Hasna dengan nama belakangnya. Kini Hasna menjadi istri satu-satunya dan menyandang nama Abhizar Acnaf.


Semua warga saling pandang dan berbisik-bisik.

__ADS_1


"Aku pernah mendengarkan nama itu, tapi di mana ya?" gumam salah satu warga. Ia merasa tidak asing dengan nama belakang Hasna.


"Iya seperti nama seorang penguasa di televisi itu."


"Tuan,'' sapa Andreas. "Maaf sudah membuat warga panik, perkenalkan nama saya Andreas, saya kaki tangan tuan Serkan Abhizar Acnaf."


Leon menggigit bibir bawahnya, ia tidak mungkin lepas dari genggaman Serkan dan Andreas, dia pun melirik kanan-kiri, perlahan mundur dan menerobos keluar dari kerumunan warga. Padahal niat hati, dia melakukannya karena takut ancaman Alena, tidak di sangka dia malah masuk dengan sendiri.


"Sial! Wanita gila itu membodohi ku." Leon menghubungi Alena, namun ponselnya tidak aktif.


"Kemana wanita brengsek itu?"


"Aku harus pergi, aku tidak boleh tertangkap oleh Serkan."


....


Serkan mengdekap erat tubuh Hasna dan mendekap sebelah pipinya. "Sayang, jangan takut ada aku." Ucap Serkan berbisik.


"Om Se,"


Serkan merasa ada yang hilang, "Kemana pria itu?" tanya Serkan dan seketika para warga pun sadar. Pria yang tadi menuduh Hasna telah pergi dari hadapannya.


"Kemana pria itu?" Tanya Serkan berteriak.


"Dia adalah tuan Acnaf," ucap Eli.


"Ya ampun, dia tuan Acnaf yang terkenal itu, ah berasal dari turki itu." pekik seorang wanita muda.

__ADS_1


Serkan tak meladeni kerumuan warga yang berpikir tentangnya dan malah membawa Hasna masuk ke dalama rumahnya.


__ADS_2