
Di dalam sebuah mimpi, di sebuah taman yang begitu di sana kedua gadis yang begitu mirip itu duduk bersama.
" Jadi lo yang bernama Bulan ? " tanya seorang gadis yang berpenampilan sedikit tomboi itu.
" Mm... Jadi kamu yang bernama Tari ?" tanya perempuan yang feminim itu yang langsung di anggukan oleh Tari.
" Sebenarnya kita berdua ini siapa sih, ada hubungan apa sebenarnya di antara kita ?" tanya mentari lagi
" Entahlah... sebaiknya kita berdua sama - sama mencari tahu semuanya " jawab Bulan.
" Mm... Kita akan mencari tahu semuanya, lo tetaplah berada di posisi gue sekarang, dan jagalah ibuku serta sahabat gue itu. " kata mentari lagi
" Iya Terimakasih Tari, aku sangat bahagia berada di sana. Karena selama ini aku sangat menderita dan tersiksa berada di rumah besar itu, meskipun aku tahu kalau rumah itu adalah rumahku sendiri. " kata Bulan yang memandang lurus ke arah danau yang sangat indah.
" Sama - sama, gue juga akan tetap bertahan di rumah Lo itu, gue akan menjaga harta warisan lo sampai gue bisa membalas serta menyingkirkan parasit yang ada di rumah Lo itu. " kata mentari lagi yang juga memandang lurus ke arah danau itu juga.
" Terimakasih banyak Tari, maaf aku sudah menyusahkan mu. Dan aku berjanji akan menjaga ibu dan sahabatmu, sampai kau datang menjemput kami, juga setelah kita mengetahui semuanya. " kata Bulan lagi
__ADS_1
" Sudahlah Lo tidak usah berterima kasih sama gue, anggap saja kita ini sodara, bukankah wajah kita sangat mirip " kata Tari lagi sambil tersenyum dengan santainya
" Mm... atau jangan-jangan kita ini memang saudara " kata Bulan yang membuat mereka sama-sama diam sekarang.
" Nah itu memang tugas utama kita sekarang untuk mencari tahu semuanya, gimana Lo setuju kan..." tanya Tari lagi.
" Mm... aku setuju banget, semoga saja kita beneran saudara ya Tar, jadi aku tidak sebatang kara lagi. " jawab Bulan
" Amin semoga saja ya, meskipun pada akhirnya kita bukan saudara, tapi gue akan tetap menganggap lo saudara gue sendiri, dan gue akan dengan senang hati berbagi ibu dan sahabat gue dengan Lo. " kata Tari lagi yang sangat kasihan dengan kehidupan Bulan selama ini.
" Terimakasih Tari, aku juga akan begitu padamu, aku menyayangimu Tari... " kata Bulan yang langsung memeluk Tari dan Tari pun membalas pelukan Bulan.
🌻🌻
Malam pun sudah berganti pagi, matahari sudah menyinari seluruh bumi.
Tapi tidak dengan Mentari yang berada di dalam kamar itu, ia masih tertidur lelap karena bermimpi yang baru kali ini ia bermimpi yang membuatnya tidur tenang dan merasakan sangat bahagia.
__ADS_1
Sampai gedoran pintu mengganggu ketenangan tidurnya.
Dor dor dor...
" Bulan... buka pintunya. Bangun perempuan pemalas, hey... bangun... " panggil orang itu dari luar pintu kamar Bulan dan terus menggedor pintunya.
Dor dor dor...
orang itu terus menggedor pintu tapi masih tidak ada jawaban dari dalam.
Tari yang masih tidur itu pun langsung terusik mendengar suara berisik itu.
" Apa sih tu orang, berisik banget ga punya kerjaan lain apa, ganggu orang saja " kata Tari yang masih setengah sadar dan masih memejamkan matanya sambil menutup telinganya dengan bantal.
Setelah cukup lama menggedor pintu tapi tidak kunjung di buka juga, akhirnya orang itu pergi dari depan kamar Bulan dengan perasaan kesal dan sangat jengkel sekali terhadap Bulan.
🥰 Hay teman - teman, sudah mengerti kan arah cerita ini akan kemana.🥰
__ADS_1
🥰 ikuti terus ya kisah mentari dan bulan, serta apa saja yang akan mereka lewati untuk mengungkap semuanya 🥰
🥰🙏 Seperti biasa, author selalu minta dukungannya ya teman-teman, jangan lupa tinggalkan jejak agar author lebih semangat lagi buat cerita ini 🥰 terimakasih 🙏🙏