Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 28


__ADS_3

🌻🌻


Setelah Nyonya Ariana memanggil, turunlah dua orang pria yang berbeda usia tapi sama - sama tampan dan berkarisma, dengan sama - sama memakai setelan jas berwarna hitam yang sangat terlihat elegan, dan siapa pun yang melihatnya pasti akan klepek - klepek terpesona dengan ketampanan kedua pria itu.


Begitu juga dengan Mentari, ia begitu terpesona dengan pria muda itu, sampai - sampai ia deg degan saat bertatapan langsung dengannya.


" Nah ini dia yang di tunggu, akhirnya keluar juga " kata Darwin yang langsung menghampiri temannya itu.


" Selamat datang Darwin, maaf kami baru turun, sudah lama ya menunggunya " kata tuan Mahendra.


" Oh tidak masalah Tuan, kami juga baru datang... Oh ya kenalkan ini istri dan keponakan saya " kata Darwin yang memperkenalkan keluarganya.


" Kenalkan saya Linda, dan ini keponakan kami, ayo sayang kenalkan nama kamu " kata Linda yang menyuruh Tari memperkenalkan dirinya sendiri.


" Saya Bulan, Tante om dan... " kata Tari yang memperkenalkan dirinya sebagai bulan dulu.


" Salam kenal juga sayang, kenalkan Tante Ariana, dan ini suami Tante bernama Mahendra, dan yang ini putra semata wayangnya Tante yang bernama Rendra... ayo salaman dulu " kata Ariana yang langsung di anggukan oleh mereka semua.

__ADS_1


Mereka pun saling bersalaman dan saling memperkenalkan diri, melihat Rendra yang selalu tersenyum kepada Tari, membuat Tari jadi grogi saat ini.


setelah saling berkenalan mereka pun langsung menuju meja makan untuk makan malam bersama.


Rendra pun duduk di sebelah Tari, dan itu membuat Tari jadi grogi dan salah tingkah.


" Akhirnya kita ketemu lagi nona... " kata Rendra sambil berbisik pada Tari


Tari pun mengerutkan keningnya mendengar ucapan Rendra itu.


" Apa kita pernah bertemu sebelumnya ? " tanya Tari yang juga berbisik pada Rendra tapi sambil tersenyum kepada yang lainnya.


Merasa di abaikan pun, akhirnya Tari juga membalas tidak memperdulikannya, tapi tetap berusaha mengingat tentang pertemuan mereka.


" Eh kayanya gue pernah deh ketemu sama nih orang tapi di mana ya " kata Tari dalam hati sambil mengingat - ingat di terus melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan malam, tuan Mahendra dan nyonya Ariana mengajak Darwin dan Linda untuk mengobrol di ruang keluarga, sedangkan Rendra mengajak Tari ke taman depan rumahnya.

__ADS_1


" Apa kamu sudah mengingat pertemuan kita ?" tanya Rendra yang duduk di sebelah Tari.


" Mm... hampir, tapi masih belum ingat betul " jawab Tari jujur.


" Mm... kamu ini ada - ada saja... Masa kamu lupa, kamu pernah bersembunyi di dalam mobil ku, untuk menghindari para preman " kata Rendra lagi.


" Ah iya... Gue baru ingat, pantas saja perasaan gue pernah bertemu dengan Lo, ternyata itu Lo " kata Tari baru ingat dengan semuanya.


Mereka pun terus mengobrol, dan semakin dekat, sampai - sampai tanpa mereka sadari, benih - benih cinta sudah tumbuh di antara mereka.


Terutama Rendra, sudah terpesona sejak pertama kali bertemu dengan Mentari.


Tidak terasa malam pun semakin larut, dan Darwin pun mengajak istri serta keponakan angkatnya untuk pulang, setelah berpamitan mereka langsung pulang ke rumah.


**


Ke esokan paginya, hari ini rencananya Mentari akan memulai penyelidikan nya, tapi sebelum itu ia hendak ke dapur dulu untuk sarapan, dan tanpa sengaja ia berjalan melewati kamar Darwin.

__ADS_1


Mentari yang sedikit penasaran itu pun langsung mengintip sedikit dan mendengarkan pembicaraan keluarga macam itu di dalam kamarnya.


Sedangkan di dalam kamar, Darwin beserta istri dan anaknya sedang membahas bagaimana cara untuk menyingkirkan Bulan dari kehidupan mereka.


__ADS_2