Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 50


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Rendra dan Mentari bersiap - siapa untuk berangkat ke rumah mereka sendiri yang tidak jauh dari rumah besar dan rumah Mahendra.


Mentari dan Rendra pun berpamitan, begitu juga dengan Mahendra dan Ariana yang juga ikut berpamitan untuk pulang ke rumah mereka sendiri.


" Ibu, bibi, Bulan, Bagas kami pamit ya... " kata Mentari yang mencium serta memeluk keluarga yang sangat ia sayangi.


" Rendra juga pamit, Bu,bi, Bulan, Bagas... " kata Rendra juga yang mencium tangan Bu Diah dan bi Lastri, dan juga bersalaman kepada kedua saudaranya itu .


" Iya, hati - hati jangan lupa sering - sering main kemari... " kata Bu Diah yang langsung di anggukan oleh Tari dan Rendra.


" Hati - hati yang Tari, ka Rendra... " kata Bulan yang juga di anggukan sama Bagas.


" Kami juga sekalian pamit, Bu Diah, bi Lastri, Bulan, Bagas. jangan lupa, main juga ya kerumah Mamah. Masa mamah dan papah terus yang main kerumah kalian, sekali - kali gantian ya... " kata Ariana yang juga di anggukan oleh Mahendra


" Iya Pah, mah, nanti kami pasti akan berkunjung ke rumah kalian... " jawab Bulan yang juga di anggukan oleh Bagas


" Iya Nyonya, nanti akhir pekan, kami semua akan berkunjung ke rumah kalian... " jawab Bu Diah yang juga di anggukan oleh bi Lastri.


" Baiklah, kami tunggu. Assalamualaikum..." kata Mahendra dan Ariana sekaligus berpamitan.

__ADS_1


" Kami juga langsung pulang. Assalamualaikum..." pamit Rendra dan Mentari.


" Walaikum salam... " sahut mereka semua yang masih tertinggal di situ.


Mentari dan Rendra langsung masuk ke dalam mobil mereka sendiri, begitu juga dengan Mahendra dan Ariana yang juga mau masuk ke dalam mobil mereka sendiri.


" Mau mampir dulu pah, mah..." kata Tari yang juga di anggukan oleh Rendra.


" Laik kali saja sayang, nikmatilah waktu berdua kalian oke... " kata Ariana yang juga di anggukan oleh Mahendra.


" Ya sudah kami duluan ya pah mah, dah semua..." Pamit mentari, yang melambaikan tangannya


" kami juga langsung pulang, dah semua... " kata Ariana yang melambangkan tangan sebelum masuk ke mobilnya bersama Mahendra.


" Dah..." balas mereka juga.


Dan akhirnya mobil Rendra berjalan lebih dulu di susul mobil Mahendra di belakang sampai keluar dari pagar rumah besar itu.


Sedangkan Bu Diah bi Lastri, Bulan dan Bagas. Langsung masuk ke dalam rumah mereka kembali.

__ADS_1


Setelah mobil Mahendra sampai lebih dulu ke rumahnya, Mahendra pun langsung membunyikan klakson dan di balas bunyian klakson juga oleh Rendra tapi tidak berhenti hanya lewat saja, dan kedua orang tua itu pun sangat mengerti dan tidak masalah.


Rendra langsung melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah tempat tinggal ia dan Mentari.


Di tengah perjalanan tiba-tiba Mentari merasa mereka sedang di ikuti.


" Ka Rendra, sepertinya kita sedang di ikuti... " kata Mentari yang sambil melihat ke arah belakang mobil mereka.


"Apa, kita di ikuti..." tanya Rendra yang di anggukan oleh Mentari.


Rendra pun melihat ke belakang, dan benar saja ada mobil hitam yang sedang mengikuti mereka. Rendra pun langsung melajukan mobilnya.


Mobil mereka saling berkejar-kejaran dengan kecepatan yang sangat kencang, dan baru mereka sadari kalau di depan ada mobil truk yang sedang melaju ke arah mereka.


" AWAS KA... " teriak Mentari, dan Rendra pun tidak sempat menghentikan mobilnya dan...


Brakkkhh...


Kecelakaan pun terjadi, mobil yang di kendarai Rendra saling bertabrakan dengan truk besar itu dan seketika mobil Rendra langsung terpelanting cukup jauh hingga terbalik dan terus berputar di tengah jalan, sehingga menimbulkan kemacetan dan banyak pengendara yang berhenti dan melihat kejadian itu.

__ADS_1


__ADS_2