
☘️☘️🌻🌻
Tidak lama setelah mereka sadar, tiba - tiba seseorang masuk dan langsung mendekati mereka berdua.
" Kau... " kata Tari dengan menatapnya tajam.
Sedangkan Bulan hanya menunduk ketakutan.
" Halo para sepupu angkat ku bagaimana kabar kalian... wah bahagia sekali ya, sebentar lagi sudah pada mau menikah... Tapi, ... jangan harap kalian bisa keluar dari tempat ini dengan selamat. " kata Vika dengan senyum mengejeknya.
" Wah... kenapa kemarin gue jadi melupakan Lo, kenapa ga sekalian saja Lo ikut kedua orang tua Lo tu di penjara " kata Tari yang membalas senyum mengejeknya.
" Hahaha... Maka dari itu kalian berdua ku undang kesini, biar kalian ingat kalau masih ada aku yang ada di disini, yang tidak akan pernah membiarkan kalian bahagia hahaha... " kata Vika lagi yang kelihatan marah pada keduanya.
" Oh ya... Gue pun juga tidak akan pernah membiarkan Lo dan keluarga Lo bahagia, dan gue pastikan Lo juga akan menyusul orang tua Lo di penjara..." balas Tari balik.
Mendengar itu membuat Vika begitu sangat marah.
" B******k, dasar perempuan si*****n... aku tidak akan pernah melepaskan kalian dari sini " kata Vika
__ADS_1
Plakh...
Vika langsung menampar Wajah Tari dengan begitu kencangnya.
Tari pun langsung meringis menahan perih karena kerasnya tamparan Vika.
" Tari... " kata Bulan yang begitu sangat cemas terhadap saudara kembarnya itu.
Setelah menampar Tari, Vika langsung keluar ia langsung memanggil semua anak buahnya.
Setelah Vika pergi, Tari langsung mendekati Bulan dengan perlahan Tari mendekat.
" Apa yang akan kamu lakukan Tari...?" Tanya Bulan yang bingung melihat Tari mendekatinya
Tari langsung menunduk badannya lalu menggigit tali yang mengikat Bulan dan akhirnya tali yang mengikatnya lepas.
Setelah Tari berhasil melepas ikatan di tangan Bulan, lalu bulan melepaskan ikatan yang Ada pada Kakinya tadi.
Setelah itu Bulan bergantian melepaskan ikatan Mentari, setelah selesai mereka berdua mencari cara untuk keluar dari tempat itu.
__ADS_1
" Kita harus keluar darimana Tar...?" tanya Bulan
" Lo tenanglah, gue cari akal dulu... " kata Mentari yang memikirkan cara untuk mereka keluar dari situ.
Mereka berdua terus melihat sekeliling, dan melihat ada jendela di pojok ruangan itu.
Mentari pun mendekati jendela itu, dan Bulan terus mengikuti kemana pun Tari karena ia begitu ketakutan.
" Wah banyak sekali orang-orang nya, mana mampu gue melawan orang sebanyak itu... " kata mentari yang bergumam sendiri setelah melihat kearah luar jendela.
" lalu kita harus bagaimana Tar...?" tanya Bulan lagi yang masih mengikuti di belakang Tari.
Tari pun memikirkan cara untuk keluar dari sana, setelah berpikir akhirnya Tari menemukan sebuah ide, yang ada kemungkinan sangat berhasil.
Sedangkan Bulan hanya mengikuti saja apa yang di katakan oleh mentari, dan mereka pun langsung melakukannya.
Tidak lama kemudian, Vika masuk bersama beberapa anak buahnya.
" Kemana kedua perempuan si****n itu, kurang ajar... cepat cari mereka, mereka kabur lewat jendela itu. " kata Vika yang memerintah anak buahnya .
__ADS_1
Vika begitu sangat marah melihat kedua sepupu angkatnya sudah tidak ada di kursi dan terlepas dari ikatan, dan melihat ke arah jendela yang terbuka lebar, membuatnya sangat yakin kalau para perempuan kembar itu telah melarikan diri keluar dari sana.
Seketika Vika pun juga ikut keluar dan mencari bersama anak buahnya di sekeliling tempat itu, karena tidak juga menemukan Tari dan Bulan akhirnya Vika bersama anak buahnya terus mencari hingga lumayan jauh dari tempatnya tadi.