
🌷Masih di alam bawah sadar Mentari dan Rendra🌷
Mereka berempat pun duduk bersama sambil bercerita bersama.
" Rendra terimakasih banyak, kamu dan juga orang tua mu sudah menjaga anak - anakku, saya mohon terus jagalah mereka berdua. " kata Permana
" Ayah dan ibu tenang lah, saya akan terus menjaga keduanya. " kata Rendra
" Sekarang kalian kembalilah, semua keluarga sudah menunggu kalian berdua. Dan ingat selalu pesan ibu, kalian semua harus selalu menjaga dan melindungi serta saling menyayangi satu sama lain. Dan berjanjilah, Jangan ada yang memperebutkan harta peninggalan kami itu, karena itu adalah milik kalian bersama, kalian mengerti kan..." kata Ayunda
" Iya Bu..." kata Rendra dan Mentari bersamaan.
" Tapi Tari mau ikut ayah dan ibu..." kata Mentari lagi yang masih berada di pelukan ibunya.
" Belum saatnya sayang, suatu saat nanti pasti kita semua akan berkumpul bersama kembali di surganya Allah. Jadi kembalilah dulu sayang, kita hanya berpisah untuk sementara waktu saja, jadi jangan bersedih ya, berbahagialah. " kata Permana yang menenangkan putrinya itu
Mendengar itu Mentari memanyunkan bibirnya masih memeluk sang ibu.
__ADS_1
" Ya sudah Rendra, bawalah istri mu ini kembali, tidak baik untuk kalian berdua terlalu lama di sini. " kata Ayunda pada menantunya itu
" Iya Bu..." kata Rendra
" Tapi Mentari masih ingin bersama ibu dan ayah..." kata Mentari yang masih belum rela untuk berpisah dengan kedua orang tuanya.
" Sayang sudah saatnya kalian berdua memulai kehidupan baru, berjanjilah untuk memberikan kami berdua cucu - cucu yang menggemaskan hmm..." kata Ayunda lagi.
Mendengar itu dengan berat hati Mentari melepaskan pelukannya pada ibunya itu dan berpindah memeluk suaminya.
" Selamat tinggal anak - anakku, berbahagialah selalu kalian..." kata Permana yang juga di anggukan oleh Ayunda sambil tersenyum melambaikan tangan kepada putri dan juga menantunya itu.
" Selamat jalan ayah, ibu. Semoga kalian berdua tenang berada di sisi yang kuasa " kata Rendra yang juga di anggukan oleh Mentari. Mereka juga tersenyum melambaikan tangan kepada kedua orang tuanya mereka itu.
Perlahan tapi pasti Permana dan Ayunda melangkahkan kaki mereka menyebrangi jembatan yang hendak di lalui Rendra dan Mentari tadi.
Sedangkan Rendra dan Mentari hanya berdiri agak jauh dari jembatan itu sambil terus melambaikan tangannya melihat kepergian kedua orang tuanya itu.
__ADS_1
Ya selama ini Permana dan Ayunda masih belum tenang karena anak - anak mereka masih terpisah dan hidup menderita, dan masih berada di alam yang tak jelas karena pembunuh mereka belum mendapatkan ganjarannya.
Tapi sekarang mereka berdua sudah tenang dan akan kembali ke sisi yang kuasa dalam keadaan tenang tanpa memikirkan kehidupan anak-anak mereka lagi, karena semuanya sudah bahagia dengan kehidupan mereka masing-masing.
Perlahan roh Permana dan Ayunda pun menghilang bersama hilangnya jembatan itu.
Setelah orang tua dan jembatan itu menghilang dari hadapan mereka berdua, Rendra dan Mentari pun kembali menuju sebuah pintu gerbang sambil berpelukan dan berjalan bersama dan juga langsung menghilang dari tempat itu setelah memasuki gerbang itu.
🌷 kembali ke alam nyata 🌷
Setelah melakukan usaha dan bekerja keras, atas ijin yang kuasa, para dokter berhasil memulihkan kembali kondisi kedua pasien.
" Syukurlah, berkata yang kuasa kita semua berhasil menyelamatkan keduanya, dan kabar baiknya lagi, sekarang kondisi kedua pasien sudah jauh lebih baik dan mulai sadarkan diri. " kata ketua dokter yang berada di dalam ruangan itu.
" Syukurlah..." kata beberapa dokter dan perawat yang bertugas langsung di dalam ruangan itu.
Sedangkan di luar ruangan mereka semua masih menunggu dengan perasaan khawatir dan cemas dengan keadaan keduanya, karena sudah hampir tiga jam para dokter dan perawat yang menangani keduanya saat kritis belum keluar dan memberi kabar juga pada mereka.
__ADS_1