Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 35


__ADS_3

Melihat semua itu, Bulan sangat terkejut, ia hampir tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Dari lima puluh orang anak buah Darwin, sudah sepuluh orang yang tumbang dan terkapar di lantai, sisa empat puluh lagi, dan mereka pun menyerang secara bersamaan.


Bu Diah pun masih melawan dengan sekuat tenaganya, tidak lama kemudian terdengar suara motor dari luar.


Dan masuklah Bagas dan juga Mentari dengan menggunakan motornya dan langsung berhenti tepat di hadapan Bu Diah dan segera membuat Bu Diah melawan mereka semua.


Saat mereka bertiga sedang melawan anak buah Darwin, tiba-tiba Rendra pun datang dengan masuk menggunakan mobilnya, dengan cepat Rendra keluar dari mobil dan langsung bergabung dengan yang lainnya untuk menghadapi semua anak buah Darwin.


Darwin dan Linda sangat terkejut melihat semua itu, ia terus mengamati perkelahian itu.


Perkelahian pun sangat sengit, Bu Diah, mentari, Bagas, dan juga Rendra melawan anak buah Darwin yang berjumlah empat puluh orang itu secara bersamaan.


Satu persatu anak buah Darwin tumbang dan terkapar, Darwin dan Linda yang melihat itu pun sangat cemas, mereka langsung memikirkan cara untuk menghadapinya.

__ADS_1


Sampai mata Darwin tertuju pada Bulan yang sangat ketakutan dan cemas melihat semua itu.


Saat anak buah nya habis tumbang, dan hanya bersisa empat orang dan masing-masing melawan satu orang, membuat Darwin mau tidak mau bertindak.


Darwin langsung mengarahkan pistol ke arah Bulan, dan Darwin pun bersiap untuk menembak Bulan.


Saat Darwin hendak melepaskan pelurunya, tiba-tiba...


Dor... Suara tembakan pun berbunyi, dan semua yang ada di situ pun kaget.


Yang mereka ber empat khawatirkan adalah Bulan, tapi bukan Bulan yang tumbang kena tembakan.


" Papah... papah kenapa pah... bertahan pah..." kata Linda yang sangat panik melihat suaminya tertembak walaupun hanya di tangannya saja.


Darwin pun terus meringis menahan rasa sakit yang ada di tangannya.

__ADS_1


Seketika beberapa anggota polisi pun langsung masuk, dan langsung menangkap para pelaku. Semua anak buah Darwin yang sudah pada tumbang, langsung di borgol dan di bawah kekantor polisi, kemudian dua orang polisi langsung menangkap Linda dan Darwin, lalu memborgolnya juga.


" kalian tidak apa-apa... Dan maaf kalian semua juga harus ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan " kata komandan kepolisian itu.


" Siap pak, kami semua akan menyusul ke kantor polisi untuk memberikan keterangan. Sekali lagi terima kasih banyak pak, atas bantuannya. " kata Rendra yang langsung di anggukan oleh mereka semua.


" Sama - sama... Baiklah saya tunggu di kantor, kalau begitu kami pergi dulu... permisi..." kata komandan kepolisian itu.


" Iya pak silahkan..." Jawab mereka semua.


Setelah para polisi dan para pelaku pergi dari tempat itu, Tari pun langsung menghampiri dan memeluk Bulan.


" Bulan kamu tidak apa-apa kan... Maaf gue terlambat menjemput lo... " kata Tari yang langsung memeluk saudara kembar nya itu.


" Hiks hiks hiks... Aku tidak apa-apa Tari, tidak apa-apa yang penting kau sudah datang sekarang hiks hiks hiks... " jawab Bulan yang menangis bahagia karena bertemu langsung dengan saudara kembar nya.

__ADS_1


" Sudah jangan menangis lagi ya... Sekarang kita sudah aman, tidak ada lagi yang bisa menyakiti lo... ayo bangun kita pulang sekarang... " kata Tari lagi dan langsung di anggukan oleh Bulan sambil mengusap air matanya dan tersenyum dan Mentari.


Sedangkan Bu Diah, Bagas dan Rendra sangat bingung sekali melihat itu, hanya bi Lastri yang sudah mengerti dan sangat bahagia melihatnya.


__ADS_2