Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 6


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain saat ini seorang gadis yang bernama Bulan terus berjalan tidak tentu arah, ia sudah kabur dari rumah yang selama ini sudah membuat hidupnya tersiksa dan menderita.


Sudah lumayan sangat jauh Bulan berjalan, hingga saat di tengah jalan Bulan merasa sangat pusing.


Bulan sudah berjalan hampir setengah hari, dan sekarang ia merasakan sangat pusing, sampai akhirnya ia sudah tidak kuat lagi menahannya dan langsung tak sadarkan diri di pinggir jalan.


Sedangkan Bu Diah sudah sedari tadi ia menunggu mentari yang pergi ke warung, tapi masih belum pulang juga sampai sekarang.


" Tumben lama sekali Tari ke warungnya, Bagas... Susulin Tari gih ke warung lama banget pulangnya " kata Bu Diah yang menyuruh Bagas.


" Iya Bu, Bagas susulin dulu. Assalamualaikum " pamit Bagas


" Walaikum salam " jawab Bu Diah.


Bagas pun langsung pergi menyusul ke warung, sampai akhirnya ia tidak menemukan Tari juga, hingga ia berkeliling kompleks untuk mencari Tari, tapi tidak ketemu juga.


" Lu kemana sih Tar, di cariin kemana - mana tidak ketemu juga, apa Lo pergi ke laut nyari garam nya. HAH... Cape gue udah nyari dari tadi, gue balik aja deh, entarkan pulang sendiri dia " kata Bagas yang sudah lelah mencari mentari dan memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


" Itu kenapa ya ko banyak orang yang berkumpul di sana " kata Bagas yang melihat banyak orang yang berkerumbung di pinggir jalan.


" Maaf Pak, ini ada apa yang ko rame banget ?" tanya Bagas pada salah satu orang yang ada di situ karena penasaran.


" Ini nak, ada seseorang gadis yang pingsan di pinggir jalan " jawab bapak itu.


" Pingsan, coba saya lihat, permisi..." kata Bagas yang penasaran dan mencoba masuk kedalam gerombolan orang, dan mencoba melihat orang yang pingsan itu.


" Astaghfirullah Tar, Lo ngapain tiduran di sini, ayo bangun Tari " kata Bagas yang terkejut dan juga kesal pada orang yang ia kira sahabatnya itu.


" Eh Lo beneran pingsan Tar, ya ampun Tari, bangun Tar bangun " kata Bagas lagi yang sangat khawatir dan berusaha untuk membangunkannya.


" Iya mas sebaiknya di bawa kerumah sakit saja biar cepat di tangani " kata orang yang lainnya lagi.


Karena tak kunjung sadar, akhirnya Bagas langsung membawa pulang Bulan ke rumah Mentari.


" Bu ibu, buka pintunya Bu assalamualaikum " panggil Bagas dari luar sambil menggendong Bulan.

__ADS_1


Bu Diah yang mendengar Bagas memanggil pun langsung membukakan pintu.


" Bagas... Lo Tari kenapa Gas, ayo cepat bawa ke kamarnya. " kata Bu Diah yang sangat terkejut melihat anaknya tak sadarkan diri.


Bagas pun mengangguk dan langsung membawa Bulan ke dalam kamar Mentari.


" Bagas juga tidak tahu Bu, Bagas menemukan Mentari yang sudah pingsan di pinggir jalan " kata Bagas yang sudah meletakkan Bulan di tempat tidur.


" Ya Allah nak, kenapa bisa sampai seperti ini " kata Bu Diah yang kelihatan sangat cemas dan khawatir pada anaknya itu.


Bu Diah langsung mengusapkan minyak kayu putih pada seluruh tubuh Bulan, setelah beberapa saat akhirnya bulan pun sadar dari pingsannya.


Perlahan Bulan membuka matanya.


" Dimana aku, kenapa bisa ada di sini ?" kata Bulan sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit.


Bu Diah dan Bagas yang melihat Bulan sudah sadar pun sangat lega dan bahagia.

__ADS_1


" Sayang, Alhamdulillah kamu sudah sadar nak, kamu baik - baik saja kan sayang ?" tanya Bu Diah yang Langsung memeluk Bulan.


Bulan yang di pelupuk itu pun bingung, karena ia sama sekali tidak tahu berada di mana, dan sama sekali tidak mengenal orang yang ada di situ.


__ADS_2