Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 13


__ADS_3

☘️☘️


Setelah selesai memasak, Bu Diah dan Bulan pun menata makanan yang selesai mereka masak, dan langsung memanggil Bagas untuk makan siang bersama.


Bagas pun bingung melihat ibu dan anak itu sama - sama saling diam, meskipun Bagas penasaran, tapi ia tidak berani untuk bertanya, dan akhirnya mereka bertiga makan siang dan sama - sama diam satu sama lain dengan pemikiran masing-masing.


" Apa yang sudah terjadi, kenapa suasananya jadi dingin seperti ini, apa ibu dan Tari sedang punya masalah sekarang, kenapa mereka berdua tidak bercerita padaku ?" tanya Bagas dalam hati, sambil memakan makanannya dan merasa bingung menatap kedua ibu dan anak itu secara bergantian.


" Kenapa ibu jadi diam, setelah aku bertanya seperti itu, apa ada sesuatu yang ibu sembunyikan ?" tanya Bulan dalam hati yang juga masih diam memakan makanannya.


" Apakah sudah saatnya aku mengatakan rahasia yang selama ini ku pendam sendiri, Hah... Baiklah mungkin sudah waktunya aku mengatakan semuanya pada Tari, lagian sekarang ia sudah dewasa dan bisa menentukan mana yang terbaik untuk nya. " kata Bu Diah dalam hati juga, yang diam saja sambil memakan - makanannya hingga selesai.


🌻🌻


Setelah memutuskan untuk bertanya kepada bi Lastri, Tari langsung menuju ke dapur.


Tapi belum sampai di dapur, ia sudah di panggil oleh seseorang yang begitu sangat marah terhadapnya.

__ADS_1


" BULAN... kemari kamu, apa yang sudah kamu lakukan kepada istri dan anak saya HAH... " tanya seorang pria paruh baya yang sedang duduk di sebelah Bu Linda dan Vika.


" Hah... siapa lagi ini, bau - baunya spesiesnya dou macam nih " kata Tari dalam hati.


Tari pun tidak memperdulikan orang itu, ia tetap menuju ke arah dapur untuk mencari bi Lastri.


" Hey perempuan si****l, sudah berani ya sekarang kamu, sudah bosan hidup kamu HAH... Berani - beraninya menyakiti istri dan anak saya. " kata orang itu dengan begitu sangat marahnya pada mentari.


Tari pun berhenti, dan mengurungkan niatnya untuk menemui bi Lastri untuk bertanya.


" Tu kan... Tidak salah dugaan gue, orang ini ternyata spesiesnya dou macam. Apa ini yang di maksud supir itu kemarin, tuan besar yang selalu memukul Bulan. Hah... bertambah nih personil macan nya." kata Tari dalam hati sambil membalas tatapan tajam dari orang itu.


" Rasakan ini wanita si****l... " kata pria itu dengan sekuat tenaga ia mengayunkan sabuknya untuk mencambuk Tari.


Dengan sigap Tari menangkap ayunan sabuk yang hampir mengenai tubuhnya itu, lalu melilitkan nya di tangannya.


Setelah itu Tari langsung merebut dan mengayunkan kembali ke arah pria itu, dengan sekuat tenaga Tari mengayunkan cambukan nya terhadap pria itu.

__ADS_1


" Rasakan ini, sakit tidak Hah... " kata Tari sambil mengayunkan cambukan nya kepada pria itu


" AW, aw aduh... sakit, sakit..." kata pria itu yang terus berlari dan mencoba menghindar dari cambukan Tati


Bukan Tari namanya kalau berhenti sampai di situ, ia terus mengejar dan mengayunkan cambukan nya lebih keras kepada pria itu sampai Tari merasa puas.


( bayangin sendiri saja ya teman-teman, author tidak tahu bagaimana tulisan suara cambukan 😁😁😁🀭)


" Sudah, sudah hentikan Bulan, jangan sakiti pamanmu lagi, hentikan bulan " kata Bu Linda yang juga ikut berlari mengikuti Tari yang terus mencambuk suaminya.


Tapi bukannya berhenti Tari malah semakin cepat mengayunkan cambukan nya terhadap pria itu.


" Rasakan ini... ini... ini... " kata Tari sambil terus mencambuk pria paruh baya itu.


Bi Lastri, dan supir sekaligus pengawal yang berada di dapur sedang mengintip kejadian itu pun, sangat senang dan bersorak untuk Mentari.


" Terus non... Jangan berhenti non... biar kapok non... hihihi..." kata bi Lastri dan supir itu sambil memberi semangat untuk nona mudanya.

__ADS_1


( 🀣🀣 Rasakan tu macan, author juga ikut bersorak Tari 🀣🀣Terus Tari... jangan kasih kendor 🀣🀣🀣 uppss...🀭🀭)


__ADS_2