Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 30


__ADS_3

" Cepat bawa pel lantai dan sapu kemari, suruh mereka berdua yang mengerjakannya. Dan tugas bibi awasi perkejaan mereka berdua, bibi paham... " kata Tari lagi yang sudah begitu sangat geram terhadap duo macam itu.


" Tapi non, biar bibi saja yang mengerjakannya " kata bi Lastri yang tidak enak dengan Linda dan Vika.


" Tidak bisa... Tugas bibi hanya mengawasi mereka. Cam kan itu... " kata Tari lagi yang langsung di anggukan oleh bi Lastri.


" Hey kalian berdua... Cepat kerjakan, kalau kalian tidak mau, angkat kaki dari rumah gue sekarang juga. " kata Tari dengan nada tegasnya dan sorotan matanya yang tajam.


Melihat itu, mau tidak mau Linda dan Vika mengangguk dan mengiyakan saja, karena mereka tidak mau keluar dari rumah yang sangat megah dan besar itu.


Setelah memerintah itu Tari langsung pergi dari sana, dan langsung menuju kamarnya.


" Hah... Bagaimana cara gue mengungkap penyebab bokap dan nyokap gue meninggal, sedangkan kejadiannya sudah lama sekali... Huh pusing gue, harus mulai dari mana ini " kata Tari lagi yang berbaring di ranjangnya sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Di luar, setelah Linda dan Vika selesai mengerjakan tugas mereka, mereka berdua langsung pergi, mereka berdua berencana Mau belanja sepuasnya, karena hari ini mereka berdua sangat lelah dan kesal terhadap Tari, dan mereka lampiaskannya dengan sopping bersama.


" Ayo mah kita pergi sekarang, Sebelum Bulan tahu, kalau ia sampai tahu dia pasti akan melarang kita untuk pergi " kata Vika yang sengaja cepat pergi agar terbebas dari pekerjaan rumah.


" Iya kamu benar, ayu kita pergi sekarang " kata Lindy dan langsung di anggukan oleh Vika.


Mereka berdua pun langsung pergi secara diam - diam tanpa sepengetahuan Tari dan bi Lastri.


Di tengah perjalanan tanpa sengaja mereka berdua melihat seseorang yang mirip sekali dengan Bulan.


" Kamu benar Vika, perempuan itu sangat mirip sekali dengan Bulan. Lebih baik kita ikuti saja mereka, jangan - jangan ada sesuatu yang tidak kita ketahui. " kata Linda yang langsung di anggukan oleh Vika.


Linda dan Vika terus mengikuti Bulan dan Bu Diah hingga sampai di rumahnya Secara diam - diam.

__ADS_1


Mereka berdua terus mengikuti dan mengintip, sedangkan Bulan dan Bu Diah tidak tahu sama sekali.


" Oh jadi perempuan itu bernama mentari, apa jangan-jangan yang di rumah itu bukan bulan tapi mentari, sedangkan yang di sini yang di sebut mentari itu adalah Bulan..." kata Vika yang menyimpulkan semuanya.


" Tidak salah lagi Vika, yang di rumah itu adalah Mentari sedangkan yang di sini adalah Bulan. Kurang ajar... Ayo kita pulang Vika, kita bikin rencana untuk menghancurkan mereka berdua... " kata Linda yang sudah sangat geram terhadap semuanya.


Dengan buru - buru, Linda dan Vika langsung pulang ke rumah, setelah sampai di rumah, Linda dan Vika langsung ke kamar untuk menemui Darwin yang sedang rebahan di kamarnya.


" Ada apa mah, Vik... Kenapa kalian seperti sangat kesal sekali, memangnya kalian habis dari mana...? tanya Darwin yang bingung melihat anaknya dan istrinya seperti kelihatan marah.


" Hah... rupanya kita di bodohi selama beberapa hari ini, pantas saja Bulan begitu berubah, ternyata yang ada bersama kita bukan bulan tapi mentari pah..." jawab Linda yang juga di anggukan oleh Vika.


" APA... Memangnya kalian tahu dari mana, apakah kalian sudah memastikannya...?" tanya Darwin lagi , yang sangat terkejut mendengar itu.

__ADS_1


" Iya pah, aku dan mamah sudah memastikannya sendiri, dan Bulan yang asli sekarang sedang berada di rumah sederhana, bersama seorang wanita paruh baya yang ia panggil ibu. Sedangkan yang bersamaan kita saat ini, adalah Mentari pah... " jawab Vika dengan sangat yakin nya.


__ADS_2