
Sedangkan di kamar itu Darwin beserta istri dan anaknya, sedang membahas cara menyingkirkan Bulan dari kehidupan mereka.
" Bagaimana ini pah mah, Vika sudah tidak tahan lagi melihat perempuan si***l itu berada di rumah ini " kata Vika
" Iya nih papah, kenapa dulu papah menyuruh orang cuma menculik Mentari, kenapa tidak sekalian menculik Bulan juga... Jadi susah kan kita sekarang. " kata Linda
" Iya papah begitu menyesal, kenapa tidak sekalian kita culik Si Bulan ini dulu, kan kita tidak susah payah lagi untuk menyingkirkan dia sekarang. " kata Darwin juga.
Tampa mereka sadari, Mentari mendengar semuanya.
" Oh... Jadi mereka yang udah nyulik gue pas bayi, sampai gue terpisah dari keluarga kandung dan kehilangan mereka semua. Tidak bisa di biarkan... " kata Tari dalam hati, setelah mendengar semuanya.
Ingin rasanya Tari masuk ke kamar itu dan menghajar serta mengusir mereka dari rumahnya ini, tapi itu Tari urungkan, karena ia masih ingin menyamar sebagai Bulan dan membalas penderitaan dan sakit hati yang Bulan rasakan selama ini.
" Lihat saja, gue akan balas semua... Gue ga akan biarin hidup kalian tenang, dan nyaman menikmati harta peninggalan orang tua gue ini. Asal kalian tahu, bayi yang pernah kalian culik dan buang ini, telah kembali untuk membalas semuanya. Bersiaplah kalian semua dasar serakah..." kata Tari lagi dalam hati, dan langsung meninggalkan tempat itu lalu menuju dapur.
__ADS_1
Sesampainya di dapur, Mentari mengambil makanannya dengan wajah yang sangat garang, sampai - sampai bi Lastri pun tidak berani hanya untuk menyapa nona mudanya itu.
Setelah selesai sarapan Tari langsung ke ruang tamu, kemudian memanggil keluarga macam itu.
" Tante Linda... Vika... Sini kalian woy... cepat sini... " panggil Tari masih dengan mode garangnya.
Tidak lama Linda dan Vika pun datang.
" Ada apa Bulan, kenapa kamu memanggil kami ?" tanya Linda
" Iya, kenapa sih kamu panggil - panggil kita, ga ada kerjaan banget sih... " kata Vika juga dengan wajah malasnya.
Tari langsung menggebrak meja.
" Enak banget ya Lo, Lo pada, sudah numpang di rumah gue, makan dan tidur saja lagi kerjaannya. Asal kalian tahu, tidak ada yang gratis di dunia ini, termasuk di rumah gue ini. Jadi kalian harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, kalau kalian masih mau tinggal di rumah gue ini. Kalau tidak... silahkan angka kaki dari rumah gue. " kata Tari dengan tatapan tajam nya ke arah duo macam itu.
__ADS_1
" Enak saja kamu menyuruh kita... Hey perempuan si****l, ini tu sudah tugas kamu dari dulu, jadi kamu yang seharusnya bekerja. " kata Vika yang tidak terima di perintahkan oleh Tari
" Wah sangat tidak tahu diri sekali anda ya..." kata Tari yang langsung menghampiri dan menjambak rambut Vika, karena saking kesalnya.
" AW...AW... Sakit brengsek... Dasar perempuan si****l... " kata Vika sambil meringis karena di Jambak oleh Tari.
" Lepaskan... lepaskan anak saya Bulan, baiklah kami akan bekerja di rumah ini, asal jangan sakiti anak saya " kata Linda yang tidak tega melihat anaknya di sakiti.
" Nih... rasakan itu " kata Tari yang melepaskan jambakan nya, lalu mendorong Vika ke arah Linda
" Kamu tidak apa-apa kan sayang ?" tanya Linda pada anaknya, setelah menangkap Vika yang hampir terjatuh karena di dorong Tari.
Vika pun mengangguk, menjawab pertanyaan ibunya itu sambil meringis.
Melihat itu Mentari langsung tersenyum sinis, kearah mereka berdua.
__ADS_1
" Hm... Dasar lebai... Bi Lastri... " panggil Tari
" I... iya non " sahut bi Lastri yang langsung datang dari dapur...