Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 47


__ADS_3

💖💖🌻🌻🌻💖💖💖


Di bandara internasional Singapura, baru mendarat pasangan pengantin baru Rendra dan Mentari yang akan melakukan perjalanan bulan madu di sana.


" Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga, kamu mau langsung istirahat di hotel atau mau jalan - jalan dulu sayang.. ?" Tanya Rendra yang berjalan menggandeng tangan istrinya itu.


Mendengar kata sayang dari Rendra, membuat hati Mentari berbunga-bunga, wajahnya jadi memerah seperti kepiting rebus, dan itu sangat terlihat jelas di wajahnya.


" Mm... Istirahat dulu aja ka... " jawab Tari sambil tersenyum menyembunyikan wajah meronanya.


Mendengar itu membuat Rendra menjadi gemas terhadap istrinya itu.


" Baiklah istriku sayang... Ayo kita langsung ke hotel saja. " kata Rendra sambil mencubit mesra istrinya itu.


Bertambah lah merona pipi Mentari di perlakukan se romantis itu, apa lagi banyak orang membuat Mentari jadi salah tingkah dan hanya bisa mengangguk saja sebagai jawaban.

__ADS_1


Sedangkan Rendra ia sama sekali tidak perduli dengan tatapan banyak orang, ia terus berjalan menuju mobil yang sudah menunggu mereka sambil memegang erat tangan istrinya itu.


Di dalam perjalanan menuju hotel, tidak henti-hentinya Tari mengagumkan pemandangan kota di negara Singapura itu, karena selama ini ia hanya bisa melihatnya dari televisi, dan kini Tari melihatnya langsung dengan kepalanya sendiri, dan itu sungguh membuatnya sangat bahagia.


Berbeda dengan Rendra, yang sudah biasa melihat semua itu, tapi kali ini sungguh sangat spesial dan sangat bahagia bagi Rendra. Karena selain dapat pergi bersama orang yang sangat di cintanya, Rendra juga sangat bahagia karena terus melihat senyuman yang mengembang dari wajah istrinya yang sangat cantik dan begitu manis baginya.


Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, akhirnya mereka sampai di Hotel milik keluarga Mahendra yang ada di negara itu.


Setelah mereka masuk semua pegawai hotel langsung menunduk hormat kepada CEO sekaligus anak dari pemilik hotel bintang lima itu.


Berbeda dengan Mentari, ia selalu tersenyum, meskipun sedikit heran dan tidak tahu sama sekali kalau pemilik hotel itu adalah suaminya sendiri.


Setelah masuk mereka berdua langsung menuju kamar pribadi milik Rendra yang khusus di sediakan di hotel itu.


Sesampainya di kamar mereka langsung membersihkan diri bergantian, setelah selesai Tari langsung menuju balkon untuk melihat pemandangan kota.

__ADS_1


" Wah indah sekali pemandangannya..." kata Mentari yang begitu mengagumi keindahan kota Singapura yang terlihat jelas dari balkon kamar mereka


" Kamu menyukainya sayang... ?" tanya Rendra sambil memeluk Mentari dari belakang.


" Iya ka, aku sangat menyukainya, terimakasih..." kata Mentari yang begitu sangat bahagia.


" Sama - sama sayang... cup..." kata Rendra mencium pucuk kepalanya Tari sambil memeluk istrinya itu dari belakang.


Setelah cukup puas Tari dan Rendra menikmati pemandangan kota dari balkon, kini mereka berdua sedang berbaring di atas tempat tidur, yang begitu luas dan empuk, Tari sampai berguling - guling saking empuk dan lembutnya tempat tidur yang di khususkan untuk pemilik hotel itu.


Melihat tingkah istrinya yang begitu menggemaskan menurut Rendra itu, membuatnya begitu tidak tahan, dan akhirnya langsung menyerang istrinya itu dengan penuh kelembutan serta kasih sayang yang begitu mendalam.


Mendapat serangan mendadak dari suaminya, membuat Mentari pasrah dan juga senang, dengan berjuta cinta dan penuh gairah, mereka melakukan hubungan suami istri yang halal lagi mendapat pahala dari sang pemilik kehidupan...


SKIP....

__ADS_1


( Bayangkan sendiri saja ya apa yang terjadi 😁😁😁...)


__ADS_2