
Dokter dan perawat langsung menempatkan Mentari dan Rendra di ruang yang sama agar keluarga bisa dengan mudah menjaga mereka berdua.
Setelah selesai mereka semua masuk untuk menjenguk keduanya.
" hiks hiks hiks... Anak - anak Mamah, bangun sayang hiks hiks hiks... Jangan lama-lama ya tidurnya. " kata Ariana yang mengusap dan mencium keduanya.
" Hiks hiks hiks... Anak - anak ibu, Bangun nak, kalian berdua anak ibu yang kuat ayo bangun nak hiks hiks hiks... " kata Bu Diah yang juga mengusap dan mencium kening keduanya.
" Hiks hiks hiks... Kak Rendra, Tari hiks hiks hiks... Ayo bangun, jangan lama-lama tidurnya... Hiks hiks hiks..." kata Bulan dan juga Bagas yang bersama mendekati keduanya.
" Hiks hiks hiks... Gue tahu Lo pasti kuat Tari, bukankah dari dulu Lo yang paling kuat dibandingkan dengan gue, hiks hiks hiks... Ayo bangun..." kata Bagas yang melihat Tari terbaring lemah.
" Kak Rendra Hiks hiks hiks... Bangun kak, Hiks hiks hiks..." panggil Bagas lagi pada Kaka angkatnya itu
Bi Lastri, dan Mahendra tidak mampu bicara apa - apa, mereka hanya diam sambil mengeluarkan air mata sambil menenangkan mereka yang ada di situ.
Mereka semua masih setia menunggu dan menjaga keduanya, hingga tiba - tiba.
__ADS_1
Tok tok tok...
" Permisi... Bisa minta waktunya sebentar pak Mahendra..." kata seseorang yang baru masuk itu.
" Oh bisa pak polisi... Sebentar, mari kita bicara di luar saja, silahkan..." kata Mahendra yang mengajaknya polisi itu untuk berbicara di luar ruangan dan langsung di anggukan oleh polisi itu.
" Semuanya, saya keluar sebentar... " pamit Mahendra dan langsung di anggukan oleh mereka semua.
" Bagas ikut pah..." kata Bagas yang langsung di anggukan oleh Mahendra dan polisi itu.
" Begini pak Mahendra, pak Bagas. Setelah kami selidiki, ternyata rem mobil korban memang sengaja di rusak, dan setelah kami melihat sisi tv jalan ternyata mobil korban di ikuti oleh seseorang hingga mengakibatkan kecelakaan itu terjadi. " kata polisi itu yang berhenti sejenak.
" Apa... Kurang ajar, ternyata ada yang sudah sengaja mencari masalah dengan keluarga ku, kalau boleh saya tahu siapa pelakunya pak...?" tanya Mahendra dengan sangat marahnya.
Sedangkan Bagas hanya diam saja mendengarkan penjelasan polisi itu sambil mengepalkan tangannya menahan amarahnya.
" Itulah yang masih kami selidiki pak Mahendra, anak buah saya sedang menyelidiki dan berusaha untuk menangkap pelakunya..." Jawab polisi itu.
__ADS_1
" Kalau saya boleh tahu, siapa yang orang yang sudah Menyebabkan semua ini pak polisi...?" tanya Bagas yang akhirnya membuka suara.
" Maaf pak, kami masih belum bisa memastikan siapa pelakunya, karena masih dalam penyelidikan. Baiklah hanya itu yang dapat saya sampaikan, nanti kalau kami sudah mendapatkan bukti dan bisa memastikan pelakunya, kami akan langsung mengabarkan kepada bapak... Permisi." kata polisi itu yang langsung di anggukan oleh Mahendra dan Bagas.
polisi itu pun langsung pergi, dan tidak lama setelah polisi itu pergi anak buah yang di perintahkan oleh Mahendra pun datang.
" Maaf tuan saya datang terlambat..." kata orang itu.
" Tidak apa-apa, bagaimana hasil penyelidikan kalian...?" tanya Mahendra dan juga di anggukan oleh Bagas.
" Ini tuan, anda bisa langsung melihatnya sendiri..." kata orang itu yang langsung menyerahkan sebuah map hasil penyelidikannya.
Mahendra dan Bagas langsung menerima dan langsung membukanya, setelah melihat semuanya, seketika Mahendra dan Bagas saling pandang dan sama - sama mengepalkan tangan mereka.
Bagas sampai menggertak rahangnya, saking marahnya setelah melihat hasil penyelidikan anak buah ayah angkatnya itu.
Begitu juga dengan Mahendra, ia bukan hanya marah tapi juga sangat murka setelah mengetahui semuanya.
__ADS_1