
Mendengar apa yang baru saja bi Lastri katakan, membuat badan Bulan lemas seketika, dan ia langsung ambruk ke lantai dan menangis sejadi - jadinya.
Begini juga dengan Bu Diah, ia pun sama langsung lemas dan ambruk ke lantai juga menangis sejadi- jadinya karena sangat khawatir terhadap putri dan juga menantunya itu.
Bagas pun ikut menangis dan langsung memeluk istrinya itu, begitu juga dengan bi Lastri yang juga menangis sambil memeluk Bu Diah yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri, dan mereka semua pun menangis bersama memikirkan keadaan Tari dan Rendra.
" Ayo kita ke rumah sakit sekarang..." kata Bagas yang mengajaknya istri, ibu dan bibinya itu.
Mereka pun mengangguk, dan seketika mereka langsung berangkat ke rumah sakit menggunakan mobil, yang langsung di setir oleh Bagas sendiri.
Dengan sangat cepat, Bagas menjalankan mobilnya, sehingga tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di rumah sakit.
Sesampainya di sana, mereka langsung keluar dari mobil dan langsung berlari masuk kedalam rumah sakit.
Setelah bertanya pada suster yang ada di situ, dan di beritahu tempatnya, mereka langsung menuju ruang UGD dan di sana sudah ada Mahendra dan Ariana yang menunggu di depan ruangan.
" Papah, Mamah... Bagaimana keadaan mereka...?" tanya Bagas dan Bulan
__ADS_1
" Bagaimana keadaan mereka berdua tuan, Nyonya... ?" tanya Bu Diah dan bi Lastri bersamaan
Ariana hanya menggeleng sambil menangis, dan Mahendra yang menjawab sambil memeluk istrinya itu.
" Belum ada kabar, dokter masih menanganinya di dalam..." jawab Mahendra karena memang itulah yang sebenarnya.
Mendengar itu Bu Diah dan Bulan serta bi Lastri kembali menangis karena sangat mengkhawatirkan keduanya.
Dan Bagas langsung kembali memeluk istrinya itu dan juga ikut menangis.
Mereka semua menunggu di depan ruangan dengan perasaan yang sangat khawatir dan cemas, bahkan Bulan, Bu Diah, Bu Lastri dan Ariana tidak henti-hentinya menangis sambil berdoa untuk keselamatan Mentari dan Rendra.
**
Sedangkan di tempat lain seseorang sedang tertawa bahagia, ia begitu sangat puas dengan semuanya.
" Hahahaha... Matilah kalian, karena setelah kalian yang lain pun akan ikut menyusul hahahaha..." kata Vika dengan sangat bahagianya.
__ADS_1
Begitu juga dengan Darwin dan Linda, mereka berdua juga sangat bahagia dan puas setelah mendapat kabar dari anaknya yang sudah berubah penampilan dan wajahnya itu.
**
Kembali ke rumah sakit.
Setelah menunggu hampir lima jam, akhirnya lampu ruangan itu padam dan dokter yang menangani korban pun keluar.
" Bagaimana keadaan anak - anak kami dokter...?" tanya Mahendra, Ariana, Bu Diah dan bi Lastri.
" Bagaimana keadaan saudara kami dokter...?" tanya Bagas dan juga Bulan.
" Tenang semuanya, Alhamdulillah atas seizin Allah kami berhasil menyelamatkan para korban, dan para korban pun sudah berhasil melewati masa kritis nya. Hanya saja... Hah... Hanya saja saat ini kondisi mereka koma, karena benturan keras yang ada di kepala mereka, dan tidak tahu kapan akan sadarnya. " jawab dokter itu dengan sangat berat hati untuk mengatakannya
" Baiklah, hanya itu yang bisa saya sampaikan, saya pergi dulu untuk menyiapkan ruang perawatan untuk para korban. " kata dokter itu lagi.
" Terimakasih dokter..." kata Mahendra yang langsung di anggukan oleh dokter itu dan langsung pergi dari sana.
__ADS_1
Sedangkan yang lain meskipun merasa sangat sedih, tapi mereka juga bersyukur keduanya masih bisa di selamatkan meskipun dalam keadaan koma.