
☘️☘️
" Iya Bu, Alhamdulillah " kata Bulan juga yang sambil membantu Bu Diah memasak.
" Berarti selama ini Tari juga merasakan apa yang sudah ku rasakan. Ya Tuhan ternyata benar yang di katakan orang, kalau ikatan batin antara saudara itu begitu kuat, meskipun tinggal di tempat berbeda dan tidak tahu satu sama lain, tapi masih tetap terhubung. " kata Bulan dalam hati.
Setelah selesai memasak, Bulan dan Bu Diah pun sarapan bersama.
" Tumben Bagas tidak kesini, biasanya pagi - pagi sudah datang dan ikut sarapan dengan kita " kata Bu Diah sambil mengunyah makanannya.
" Iya ibu benar, mungkin badannya belum sembuh total, jadi ia belum bisa untuk keluar rumah " kata Bulan juga yang masih memakan makanannya.
" Mm... mungkin juga, ya sudah kita berdua saja yang ke pasar untuk menjual sayuran. " kata Bu Diah lagi dan menyelesaikan makanannya.
" Iya Bu " kata Bulan yang baru saja juga menyelesaikan sarapannya.
Setelah selesai sarapan, Bu Diah dan Bulan langsung pergi ke pasar untuk menjual sayuran.
__ADS_1
Setelah dagangan mereka habis terjual, Bu Diah dan Bulan pun langsung pulang ke rumah mereka.
" Sayang kamu di rumah saja ya, ibu mau ke rumah tetangga sebelah, katanya mau hajatan lagi. " kata Bu Diah setelah mereka berdua sampai di rumah.
" Iya Bu, aku di rumah saja, mau bersih bersih rumah. " kata Bulan yang di anggukan oleh ibunya.
Bu Diah langsung pergi ke rumah tetangga itu, sedangkan Bulan langsung bersih - bersih rumah.
**
Bagas tidak bisa tidur semalaman karena terus terbayang dan memikirkan tentang wanita yang ia kira sahabatnya itu.
Sampai - sampai hampir menjelang subuh baru Bagas bisa tertidur, makanya sekarang ia baru saja bangun, dan kembali terbayang serta kepikiran sahabatnya itu.
" HAH... lama - lama gue bisa gila kalau begini terus... Sebaiknya gue ke rumah Mentari, gue ungkapan saja semuanya, terserah mau di tolak atau di anggap merusak persahabatan. Habis mau bagaimana lagi, yang penting gue ungkapin dulu, biar gue lega. " kata Bagas lagi yang langsung semangat dan langsung membersihkan diri nya.
Setelah selesai membersihkan diri dan berdandan dengan rapi, tak lupa juga Bagas menyelipkan setangkai bunga mawar merah di dalam saku bajunya, untuk ia berikan kepada sahabatnya jikalau perasaan cintanya nanti di terima.
__ADS_1
Setelah siap semuanya, Bagas langsung menuju ke rumah sahabatnya itu, dan melihat Bulan sedang sibuk membersihkan halaman rumahnya.
Dengan semangat empat lima Bagas langsung mendekati Bulan, dan itu membuat Bulan sangat terkejut karena tiba-tiba Bagas muncul di hadapannya.
" Eemmmhhh... Selamat siang Tari, maaf aku mengganggu sebentar " kata Bagas yang ber basa - basi terlebih dahulu.
" Eh... Selamat siang bang Bagas, Ada apa nih, ko kelihatan gugup sekali begitu bang ?" tanya Bulan yang langsung to the poin.
" Mm... Begini Tari aku mau bicara sesuatu yang penting padamu sekarang, ayo kita duduk dulu " kata Bagas yang langsung mengajak Bulan duduk di kursi depan rumah Tari.
" Iya bang, katakan saja, memangnya Abang mau ngomong apa ?" Tanya Bulan yang sudah duduk di kursi sebelah Bagas.
Dengan perasaan yang sangat gugup, dan gemetar, Bagas memberanikan dirinya untuk mengatakan semuanya.
" Eee... Begini Tari, gue tahu ini akan merusak hubungan persahabatan kita selama ini, tapi gue tidak bisa untuk memendamnya sendiri... Huh... gue... GUE SUKA SAMA LO TAR ... " kata Bagas sambil meraih tangan Bulan dan meletakkannya di dadanya, dan dengan sedikit keberanian Bagas mengatakan itu sambil memejamkan matanya membelakangi Bulan, tapi sambil sesekali mengintip ke arah sahabatnya itu.
(🤔 Hayo di terima ga ya pernyataan cinta Bagas untuk wanita yang ia kira sahabatnya itu....????🤔 uuuhhhccc... penasaran... yu lanjut...)😉🤗
__ADS_1