Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 41


__ADS_3

🌻🍀


" Bagaimana Rendra, Bagas. Apa kalian sudah menemukan Tari dan Bulan...?" tanya Bu Diah yang juga di anggukan oleh mereka.


" Belum Bu, kami juga sudah lapor polisi, tapi sampai sekarang masih belum ada kabar. " Jawab Rendra yang juga di anggukan oleh Bagas.


Mereka semua yang ada di situ pun menjadi panik, karena masih belum mendapatkan kabar, bahkan Rendra dan Bagas pun sudah mencari keduanya tapi masih belum menemukan juga.


🍀🍀🍀🌻🌻🌻


Di tempat yang lumayan jauh.


Saat ini kedua gadis kembar itu masih tertidur karena bius dan perlahan Tari bangun dan membuka matanya.


" Mm... Dimana ini, apa yang sudah terjadi..." kata Tari yang bergumam sendiri karena masih belum sadar sepenuhnya.


Kemudian Tari mulai mengingat kembali, kenapa ia bisa berada di sini.


( plas back on)

__ADS_1


Setelah cukup lama dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai di suatu tempat, yang tampak begitu aneh menurut Tari dan Bulan.


" Lo... Tempat apa ini pak, ini kata bukan salon, kenapa bapak bawa kami kesini... ?" tanya Mentari yang juga di anggukan oleh Bulan.


" Iya... Wah ada yang tidak beres nih. Siapa bapak sebenarnya, dan apa yang bapak inginkan... ?" tanya Mentari lagi yang merasa curiga.


" Maafkan bapak non Tari, non Bulan. Bapak terpaksa melakukan semua ini demi keselamatan keluarga bapak..." kata pak supir itu.


Setelah mengatakan itu supir itu pun langsung keluar dari mobil, tapi sebelum ia keluar supir itu menyemprotkan cairan bius ke dalam seisi mobil Dau langsung keluar lalu menguncinya kembali dari luar, sehingga Tari dan Bulan yang bingung mendengar jawaban supir itu, langsung Terkejut dan berusaha keluar memanggil dan menggedor-gedor pintu mobil yang sudah terkunci itu.


Karena di dalam mobil itu sudah di semprot cairan bius, tidak lama setelah supir itu keluar dan menguncinya, akhirnya Tari dan Bulan pun langsung pingsan karena tidak bisa bernafas saat berada di dalam mobil itu.


( plas back of )


Setelah mengingat semuanya, tari langsung bergegas mencari saudara kembar nya, dengan tangan dan kakinya terikat, ia terus mengitari sekeliling mencari keberadaan Bulan.


Dan bertapa kagetnya Tari kalau Bulan juga sama seperti dirinya yang terikat di kursi tapi masih belum sadar dari pingsannya.


" Bulan... Bulan bangun bulan, hey ayo bangun..." panggil Mentari pada saudara kembar nya itu.

__ADS_1


Tari terus memanggil dan membangun saudara kembarnya, dan akhirnya Bulan pun sadar dan membuka matanya.


" Mm... Tari, apa yang terjadi... Dimana kita sekarang...?" tanya Bulan yang masih belum sadar sepenuhnya.


Bulan juga mengingat kembali, setelah ia sadar sepenuhnya, dan melihat sekelilingnya mereka.


" Kita dimana Tari, kenapa kita jadi seperti ini ...?" tanya Bulan yang mulai ketakutan.


" Gue juga tidak tahu kita dimana, yang jelas saat ini kita sedang di culik oleh seseorang, dan ingat kita harus berhati-hati sekarang, karena kita tidak tahu siapa yang menculik kita saat ini. " jawab Mentari yang sudah mengerti dengan keadaan.


" Aku takut Tari... Apa mereka ingin mencelakai kita...?" tanya Bulan lagi yang sangat ketakutan.


" Lo tidak usah takut, kita akan hadapi bersama, dan gue minta tetap selalu waspada, karena sepertinya, mereka menginginkan sesuatu dari kita " jawab Tari lagi yang mencoba menenangkan Bulan, agar tidak terlalu ketakutan.


Mereka berdua di sekap di sebuah ruangan yang sangat kumuh, dan seperti rumah yang sudah lama tidak di tempati.


🥰 penasaran siapa yang sudah menculik si kembar????🤔


🤗 Ikuti terus kisahnya ya...😉 LANJUT...🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2